Bocor Percakapan Jejaring Pijat Berbayar Kaum Gay di Ambon
- calendar_month Rab, 17 Sep 2025
- visibility 278
- comment 0 komentar

AMBON.-DM : Praktek pijat badan memang hal yang lumrah, tak hanya di desa, di kawasan perkotaan, pijat bahkan jadi ladang cuan. Sebab, permintaan pelayanan pijat lumayan masif.
Salah satu terapis panggilan yang tidak mau namanya dipublikasi, mengklaim seminggu dia bisa memperoleh empat kali tawaran ke rumah-rumah warga, dengan bayaran diangka Rp200 ribu itu belum termasuk tip dari konsumen.
” Ya, lumayan. Ada pelanggan juga, tapi jadwalnya tidak menentu. Yang ngundang biasanya orang kantoran, pijatnya di rumah mereka lah,” kata seorang terapis perempuan yang sudah beruban kepada dekrit belum lama ini.
Pijatan terapisnya bukan untuk menyebuhkan penyakit, tetapi sekadar untuk mengurangi lelah tubuh para pelanggannya usai bekerja.
Berbeda lagi dengan praktek pijat tersebut, berdasarkan penelusuran redaksi, ada pula praktek pijat panggilan berbayar oleh mereka-mereka yang memiliki kelainan seks. Terapisnya lelaki, dan yang dipijat lelaki.
Skandal ini terkuak setelah adanya penggalan percakapan antara terapis dan konsumennya. Isi percakapannya sangat fulgar dan berbau por**. Sang terapis menanyakan sensasi pelayanannya, dan jawaban yang didapatkan sungguh dinanti.
Kebocoran percakapan ini diduga karena pasar pijat kelompok ini mulai ramai dan terindikasi dilatarbelakangi persaingan pelanggang. (*)

Saat ini belum ada komentar