Duga,Ribuan Liter BBM Subsidi Berhasil “Dibajak” Pelaku Penimbun dari SPBU Kece
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 58
- comment 0 komentar

Tangkapan layar, momen dimana kendaraan tengki air yang diduga dipakai pelaku penimbun, saat membeli BBM untuk kemudian dibawa dan ditampung pada salah satu rumah di Lateri. Kendaraan ini terekam pada dinihari Rabu,29 Juli 2026.
DEMAL,-AMBON : Praktek “pembajakan” minyak subsidi kembali terjadi di SPBU Kebun Cengkih, Rabu,28 Juli 2026.
Dari penelusuran sejumlah aktivis Kota Ambon, terbongkar praktek “pembajakan” minyak subsidi yang diduga sengaja dibiarkan oleh petugas SPBU Kece.

Penampungan
Modusnya yakni menggunakan mobil tengki air dengan dalih pembelian normal, namun mobil tersebut terpantau berulang kali melakukan pembelian.
“Dari pengamatan kami, satu hari bisa dua kali,” kata Risman Soulissa dalam keterangan persnya usai mendatangi lokasi penampungan minyak di kawasan Lateri.
Risman menduga kuota pengisian pun melebihi jatah untuk kendaraan lainnya, apalagi saat pengisian dilakukan pada waktu-waktu sepi pembeli.
“ Ada jam 4 subhu dan pagi hari sekitar jam 7,” bebernya.
Untuk menutupi jejak, kendaraan ini juga tak pakai plat nomor dibagian belakang, ada indikasi plat nomor yang dipakai di depan juga plat nomor bodong.

Tak ada plat nomor dibagian belakang kendaraan.
Risman bersama sejumlah aktivis telah mendatangi lokasi penampung minyak-minyak tersebut, bahkan dokumentasinya sudah dilaporkan secara online via whatsup pribadi kepada nomor ponsel Kasat Reskrim Polres Ambon.
Di kediaman pelaku penampungan, terdapat banyak cerigen berwarna biru berisi minyak-minyak yang di beli pada SPBU Kece.
Tindakan penampungan atau penimbunan bahan bakar minyak ini kata Risman sangat bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
“ Pertamina harus segera mengevaluasi perizinan SPBU Kece, polisi juga harus bertindak tegas menangkap pelaku penimbunan,” pungkas Risman
Untuk diketahui, hingga berita ini publikasi belum ada keterangan resmi dari Pihak Reskrim Polresta Ambon maupun manajemen SPBU Kece.(*)

Saat ini belum ada komentar