Bupati Hadiri Konfercab ke-IV WKRI Cabang Santo Ludofikus Faan
- calendar_month Sab, 8 Nov 2025
- visibility 206
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyampaikan apresiasi terhadap semangat dan kontribusi Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) dalam memperkuat peran perempuan di daerah.
“Saya bangga melihat ibu-ibu WKRI yang tetap solid, rapi, dan penuh semangat. Pemerintah daerah akan terus mendukung setiap gerakan positif yang memperkuat persaudaraan, iman, dan kesejahteraan masyarakat,” kata Bupati Thaher dalam sambutannya pada Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IV WKRI Cabang Santo Ludofikus Faan, di Aula Pastori Santo Servasius Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Sabtu 8 November 2025.
Bupati juga mendorong WKRI untuk terus berinovasi dan keluar dari zona nyaman, termasuk melibatkan generasi muda agar organisasi tetap dinamis dan relevan dengan perkembangan zaman.
Sementara itu, Ketua Presidium WKRI Wilayah Maluku–Maluku Utara, Deliana Masela, menegaskan WKRI tidak hanya sekadar organisasi kategorial gereja, tetapi juga memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan kemasyarakatan.
“WKRI lahir dari keprihatinan terhadap perjuangan bangsa. Karena itu, perempuan Katolik harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pelopor kebaikan, peduli terhadap masalah sosial, dan ikut membangun daerah,” ujar Deliana
Keberadaan WKRI di Kabupaten Maluku Tenggara diharapkan juga dapat memperkuat nilai solidaritas, kepedulian, dan semangat pelayanan sosial.
Ia menekankan pentingnya kerja nyata dan kolaborasi lintas sektor agar organisasi mampu memberikan kontribusi konkret bagi kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Perempuan Katolik memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi agen perubahan yang menghadirkan kasih dan kebaikan dalam kehidupan sosial,” ujarnya.
Melalui Konfercab IV ini, WKRI menegaskan kembali komitmennya untuk hadir sebagai kekuatan moral yang menumbuhkan semangat pelayanan, solidaritas, dan kasih di tengah masyarakat.
Deliana berharap, setiap anggota WKRI dapat menjadi teladan dalam keluarga, lingkungan gereja, maupun komunitas sosial.
“Kita harus terus membawa semangat kebersamaan dan kasih dalam setiap karya pelayanan, karena di situlah makna sejati keberadaan WKRI,” katanya.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar