Sabtu, 3 Okt 2026
light_mode

Kota Ambon dan Bau Busuk Sampah

  • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
  • visibility 422
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

PULAU  Ambon tercatat sebagai kota metropolitan dalam catatan sejarah peradaban Nusantara. Menjadi tempat bercokol imperium Eropa, mulai dari Portugis sampai Belanda.

Sebagai metropolis, kota ini sudah diurus sejak zaman nenek moyang. Meninggalkan banyak cerita, romansa dan memoar indah dalam beragam catatan sejarah masa lalu.

Dulu, ia berjuluk Ambon Manise. Sebuah frasa yang bukan sekadar pemanis tapi mengekspresikan realitas di zamannya. Menunjukan bahwa kota ini dulunya bersih, rapi, indah, dan harmoni. Pertanyaannya, mengapa Kota Ambon kini semakin ‘berbau busuk’ dan tak terurus?

“Bau busuk” Kota Ambon dalam konteks ini tentu adalah diksi denotatif yang disematkan untuk mengekspresikan wajah kota ini. Di banyak sudut jalan, sampah berserakan tanpa diurus.

Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, sampah dibiarkan menutupi badan jalan. Bau busuk ini patut diduga bermula dari titik nol kilo meter kota Ambon. Sementara orang nomor satu di kota ini seolah terbiasa dengan bau busuk di jalanan. Membiarkan fenomena ini seolah tak ada apa-apa.

Dalam sejarah perjalanan, Kota Ambon merupakan salah satu kota kecil di Indonesia yang pernah mendapat penghargaan Adipura berulang-ulang. Mulai dari era Walikota Decky Wattimena, Walikota Yohanes Sudiono dan yang paling anyar di era Walikota Richad Leuhenapessy.

Solusi Atasi Sampah

Terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengharumkan kota manise ini.
Pertama, konsolidasi kebudayaan. Masyarakat Maluku termasuk di Kota Ambon punya budaya bersih-bersih halaman rumah dan lingkungan. Cuci Nagri adalah tradisi leluhur yang bertujuan untuk membersihkan nagri atau kampung.Budaya ini harus dilestarikan dengan pendekatan yang lebih masif, menjadikannya kebijakan kota.

Cuci nagri diangkat sebagai agenda tahunan warga kota. Kampung muslim didorong untuk Cuci Nagri menjelang Perayaan Idul FItri dan Idul Adha, sedangkan kampung-kampung Kristen diagendakan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Konsolidasi kebudayaan cuci kampung bahkan dapat menjadi instrumen perekat budaya, yang mana sesama nagri yang pela dan gandong bisa saling terlibat dalam momentum tersebut.

Kedua, swastanisasi penanganan sampah. Saatnya pemerintah kota melakukan transfromasi kebijakan tata kelola persampahan. Selama ini, sampah diurus oleh dinas lingkungan hidup, namun belum maksimal dan meninggalkan bau busuk di jalanan.

Pendekatan swastanisasi akan jauh lebih efektif dan maksimal. Karena ada tanggung jawab korporasi dalam menjalankan bisnisnya. Jika tidak sudah pasti pemerintah punya hak prerogatif untuk memutuskan kontrak.

Ketiga, gerakan warga kota sadar sampah. Dulu, sampah tidak berserakan di jalanan, bahkan di setiap mobil angkot disediakan tong dampah oleh sopirnya. Apakah hal itu karena kebijakan pemerintah atau kesadaran masyarakat itu sendiri, yang pasti kebiasaan ini perlu dihidupkan kembali.

Gerakan sadar sampah dapat dimulai dari ruang-ruang kelas, mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi. Gerakan sadar sampah butuh kolaborasi semua pihak, dimulai dari proses edukasi hingga aksi nyata bersih-bersih sampah. Berbagai momentum tentu dapat dimanfaatkan.

Misalnya, pada saat hari ulang tahun kota dan hari-hari besar kenegaraan. Skema kebijkan lain yang dapat pula dilakukan adalah festival kampung bersih, di mana juara lomba diberikan semacam reward yang fantastis sehingga setiap kampung dapat berpartisipasi aktif mendorong gerakan sadar sampah di kota teluk eksoktis ini.

Warga kota tentu berharap gebrakan nyata dari Walikota dan Wakil Walikota Ambon. Betapa tidak, dalam visi misi tertuang dengan jelas komitmen dan janji Boedewin-Tousuta. Kedua pasangan ini mengangkat visi: Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan (sustainable).

Pada misi kedua, pengelolaan sampah: menyediakan tambahan 20 truk sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan tepat waktu.

Pasangan ini dengan tegas menunjukan komitmenya untuk mengurusi sampah warga kota. Sayangnya, dalam satu tahun kepemimpinannya, janji itu hanya ilusi tanpa realisasi. Jauh panggang dari api.

Publik kota Ambon tentu menanti realisasi janji kampanye pemimpinnya. Berharap bahwa walikota tidak menjadi amnesia dengan visi-misinya sendiri. Jangan menjadi pemimpin yang gampang melupa, sementara ketika proses (pencalonan hingga kampanye) politik sebelumnya, banyak janji yang disampaikan.

Setelah terpilih dan dilantik, lupa segalanya. Toh, Kota Ambon bukan hanya Mardika dan Batu Merah. Kota ini juga membentang dari Nusaniwe sampai Natsepa, dari Latuhalat hingga Laha dan Tawiti adalah bagian integral yang tak terpisahkan.

Sudah saatnya Walikota turun tangan secara intens dan tanpa pamrih, selesaikan bau busuk Kota ini agar menjadi semerbak mewangi. Jika tidak, maka pada momentum elektoral (baca: pemilihan kepala daerah) ke depan, warga kota berhak dan barangkali secara mendesak akan memberi pengahakiman dengan menolak kehadiran walikota (saat ini) di semua ruang sosialnya. Sekian.(*)

Dr. Abdul Motalib Angkotasan, S.Pi, M.SI
Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kepulauan

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pagari “Raja” dari Jerat Hukum, Senator Bisri Desak Penguatan Program Jaga Desa

    Pagari “Raja” dari Jerat Hukum, Senator Bisri Desak Penguatan Program Jaga Desa

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • visibility 423
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL; Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mendukung penuh program Jaga Desa, inovasi Kejaksaan Agung RI dalam upaya membangun tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan berintegritas. Sebagai bagian dari itu, Anggota Komite I DPD RI Perwakilan Maluku Bisri As Shiddiq Latuconsina memanfaatkan masa resesnya di daerah pemilihan untuk memantau secara langsung implementasi program […]

  • Jejak Tender Gagal T.2023, Irigasi Sariputih Rubuh Hingga Video APH di TKP

    Jejak Tender Gagal T.2023, Irigasi Sariputih Rubuh Hingga Video APH di TKP

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • visibility 439
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Negeri Sariputih merupakan salah satu dari 12 Negeri yang ada di wilayah Seranm Utara Timur Kobi, berdasarkan pemuktahiran data keluarga tahu 2021, desa ini punya 18 RT dan 4 RW dengan jumlah kepala keluarga 415 terdiri dari 768 jiwa laki-laki dan 694 jiwa perempuan. Meski demikian di kawasan ini ada proyek senilai belasan miliar […]

  • Gantikan Rusdi Ambon, Gubernur Tunjuk Tualeka Jabat Dir Panca Karya

    Gantikan Rusdi Ambon, Gubernur Tunjuk Tualeka Jabat Dir Panca Karya

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • visibility 734
    • 0Komentar

      AMBON.-DM : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa resmi mengangkat M.Rany Tualeka sebagai Direktur PD. Panca Karya, menggantikan Rusdi Ambon. Mantan Anggota DPRD Maluku Tengah itu dinilai cakap dan dianggap mampu membawa kemajuan bagi bisnis PD.Panca Karya. “ Insya Allah, Amin,” kata M. Rany Tualeka saat dikonformasi terkait kebenaran informasi pengangkatannya sebagai Direktur PD.Panca Karya yang […]

  • Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • visibility 371
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL; Konflik sosial antara warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aru. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun melihat dan memastikan kondisi keamanan dan kemanusiaan di lapangan. “Melihat kondisi di lapangan, saya tidak […]

  • Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • visibility 367
    • 0Komentar

    LANGGUR -DM : Para ibu-ibu yang tergabung dalam tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Debut sukses menghantarkan desa desa mereka ke Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2025. Setelah melalui seleksi yang ketat sejak Rabu 20 Agustus 2025, PKK Desa Debut mewakili seluruh desa di Kecamatan Manyeuw dalam seleksi tingkat […]

  • Polda  Maluku Bongkar Jaringan Penyuplai Avtur Ilegal 

    Polda  Maluku Bongkar Jaringan Penyuplai Avtur Ilegal 

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • visibility 747
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Ditreskrimsus Polda Maluku menggagalkan transaksi jual beli minyak oplosan di tambatan perahu perusahaan Yora Galala, Ambon. Jumat,27 Juni 2025. Berdasarkan pantuan dekritmaluku.com, anggota Ditreskrimsus Polda Maluku, berhasil menyita satu unit mobil tengki air beserta sopirnya. Saat penangkapan berlangsung, mobil tengki minyak sedang melakukan transfer ke kapal cumi yang sedang bersandar.  Dari informasi, jenis […]

expand_less