Rabu, 19 Agu 2026
light_mode

Kota Ambon dan Bau Busuk Sampah

  • calendar_month Jum, 10 Okt 2025
  • visibility 383
  • comment 0 komentar

PULAU  Ambon tercatat sebagai kota metropolitan dalam catatan sejarah peradaban Nusantara. Menjadi tempat bercokol imperium Eropa, mulai dari Portugis sampai Belanda.

Sebagai metropolis, kota ini sudah diurus sejak zaman nenek moyang. Meninggalkan banyak cerita, romansa dan memoar indah dalam beragam catatan sejarah masa lalu.

Dulu, ia berjuluk Ambon Manise. Sebuah frasa yang bukan sekadar pemanis tapi mengekspresikan realitas di zamannya. Menunjukan bahwa kota ini dulunya bersih, rapi, indah, dan harmoni. Pertanyaannya, mengapa Kota Ambon kini semakin ‘berbau busuk’ dan tak terurus?

“Bau busuk” Kota Ambon dalam konteks ini tentu adalah diksi denotatif yang disematkan untuk mengekspresikan wajah kota ini. Di banyak sudut jalan, sampah berserakan tanpa diurus.

Berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan, sampah dibiarkan menutupi badan jalan. Bau busuk ini patut diduga bermula dari titik nol kilo meter kota Ambon. Sementara orang nomor satu di kota ini seolah terbiasa dengan bau busuk di jalanan. Membiarkan fenomena ini seolah tak ada apa-apa.

Dalam sejarah perjalanan, Kota Ambon merupakan salah satu kota kecil di Indonesia yang pernah mendapat penghargaan Adipura berulang-ulang. Mulai dari era Walikota Decky Wattimena, Walikota Yohanes Sudiono dan yang paling anyar di era Walikota Richad Leuhenapessy.

Solusi Atasi Sampah

Terdapat tiga pendekatan yang dapat dilakukan untuk mengharumkan kota manise ini.
Pertama, konsolidasi kebudayaan. Masyarakat Maluku termasuk di Kota Ambon punya budaya bersih-bersih halaman rumah dan lingkungan. Cuci Nagri adalah tradisi leluhur yang bertujuan untuk membersihkan nagri atau kampung.Budaya ini harus dilestarikan dengan pendekatan yang lebih masif, menjadikannya kebijakan kota.

Cuci nagri diangkat sebagai agenda tahunan warga kota. Kampung muslim didorong untuk Cuci Nagri menjelang Perayaan Idul FItri dan Idul Adha, sedangkan kampung-kampung Kristen diagendakan menjelang Natal dan Tahun Baru.

Konsolidasi kebudayaan cuci kampung bahkan dapat menjadi instrumen perekat budaya, yang mana sesama nagri yang pela dan gandong bisa saling terlibat dalam momentum tersebut.

Kedua, swastanisasi penanganan sampah. Saatnya pemerintah kota melakukan transfromasi kebijakan tata kelola persampahan. Selama ini, sampah diurus oleh dinas lingkungan hidup, namun belum maksimal dan meninggalkan bau busuk di jalanan.

Pendekatan swastanisasi akan jauh lebih efektif dan maksimal. Karena ada tanggung jawab korporasi dalam menjalankan bisnisnya. Jika tidak sudah pasti pemerintah punya hak prerogatif untuk memutuskan kontrak.

Ketiga, gerakan warga kota sadar sampah. Dulu, sampah tidak berserakan di jalanan, bahkan di setiap mobil angkot disediakan tong dampah oleh sopirnya. Apakah hal itu karena kebijakan pemerintah atau kesadaran masyarakat itu sendiri, yang pasti kebiasaan ini perlu dihidupkan kembali.

Gerakan sadar sampah dapat dimulai dari ruang-ruang kelas, mulai dari PAUD sampai Perguruan Tinggi. Gerakan sadar sampah butuh kolaborasi semua pihak, dimulai dari proses edukasi hingga aksi nyata bersih-bersih sampah. Berbagai momentum tentu dapat dimanfaatkan.

Misalnya, pada saat hari ulang tahun kota dan hari-hari besar kenegaraan. Skema kebijkan lain yang dapat pula dilakukan adalah festival kampung bersih, di mana juara lomba diberikan semacam reward yang fantastis sehingga setiap kampung dapat berpartisipasi aktif mendorong gerakan sadar sampah di kota teluk eksoktis ini.

Warga kota tentu berharap gebrakan nyata dari Walikota dan Wakil Walikota Ambon. Betapa tidak, dalam visi misi tertuang dengan jelas komitmen dan janji Boedewin-Tousuta. Kedua pasangan ini mengangkat visi: Ambon Manise yang inklusif, toleran dan berkelanjutan (sustainable).

Pada misi kedua, pengelolaan sampah: menyediakan tambahan 20 truk sampah dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya dan tepat waktu.

Pasangan ini dengan tegas menunjukan komitmenya untuk mengurusi sampah warga kota. Sayangnya, dalam satu tahun kepemimpinannya, janji itu hanya ilusi tanpa realisasi. Jauh panggang dari api.

Publik kota Ambon tentu menanti realisasi janji kampanye pemimpinnya. Berharap bahwa walikota tidak menjadi amnesia dengan visi-misinya sendiri. Jangan menjadi pemimpin yang gampang melupa, sementara ketika proses (pencalonan hingga kampanye) politik sebelumnya, banyak janji yang disampaikan.

Setelah terpilih dan dilantik, lupa segalanya. Toh, Kota Ambon bukan hanya Mardika dan Batu Merah. Kota ini juga membentang dari Nusaniwe sampai Natsepa, dari Latuhalat hingga Laha dan Tawiti adalah bagian integral yang tak terpisahkan.

Sudah saatnya Walikota turun tangan secara intens dan tanpa pamrih, selesaikan bau busuk Kota ini agar menjadi semerbak mewangi. Jika tidak, maka pada momentum elektoral (baca: pemilihan kepala daerah) ke depan, warga kota berhak dan barangkali secara mendesak akan memberi pengahakiman dengan menolak kehadiran walikota (saat ini) di semua ruang sosialnya. Sekian.(*)

Dr. Abdul Motalib Angkotasan, S.Pi, M.SI
Ketua Pusat Studi Perubahan Iklim dan Kepulauan

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percepat Pembangunan Desa, Bupati Aru Dukung Penuh Program TMMD

    Percepat Pembangunan Desa, Bupati Aru Dukung Penuh Program TMMD

    • calendar_month Rab, 4 Mar 2026
    • visibility 217
    • 0Komentar

      DOBO.-DEMAL; Tim Monitoring dan Evaluasi (Wasev) dari Pusat Teritorial Angkatan Darat meninjau langsung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 Kodim 1503/Tual di Dusun Marbali, Kabupaten Kepulauan Aru, Rabu 4 Maret 2026. Kunjungan yang dipimpin oleh Kolonel Inf M. Latupono ini didampingi langsung oleh Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan Dandim 1503-03/Tual Letkol Inf […]

  • Diyakini Palsu, Ini Kejanggalan Surat Penyerahan Mandat Raja Batu Merah 1926

    Diyakini Palsu, Ini Kejanggalan Surat Penyerahan Mandat Raja Batu Merah 1926

    • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
    • visibility 205
    • 0Komentar

      AMBON.-DEMAL ; Selain naskah Sejarah Desa Batu Merah yang telah diyakini Palsu, Surat Kuasa penyerahan mandat kepemimpinan Raja Negeri Batu Merah yang ditandatangani pada 14 Juni 1926 juga diragukan keasliannya. Dokumen itu bisa dipastikan baru ditulis pada era 2000an, sebab jenis kertas dan tintanya tidak sesuai dengan sejumlah dokumen sejarah waktu itu. “Ini juga […]

  • Bawaslu dan IPW Teken MoU Konsolidasi Demokrasi

    Bawaslu dan IPW Teken MoU Konsolidasi Demokrasi

    • calendar_month Jum, 22 Mei 2026
    • visibility 177
    • 0Komentar

    MASOHI,-DEMAL; Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Maluku Tengah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Independent Public Watch (IPW), Rabu, 20 Mei 2026. Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Maluku Tengah dilakukan oleh Ketua Bawaslu Maluku Tengah, La Amisuri, S.PdI, bersama Direktur IPW Maluku Tengah, Dr. Sawal. Kerja sama tersebut difokuskan pada penguatan konsolidasi demokrasi pada masa […]

  • Mendikdasmen RI Ajak Siswa di Malra Hidupan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

    Mendikdasmen RI Ajak Siswa di Malra Hidupan Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

    • calendar_month Jum, 24 Okt 2025
    • visibility 306
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen RI), Abdul Mu’ti, memotivasi ribuan siswa di Kabupaten Maluku Tenggara dan Kota Tual untuk menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini dinilai sebagai langkah strategis dalam membentuk Generasi Emas Indonesia 2045 yang sehat, cerdas, dan berkarakter. “Bangun pagi itu bisa direncanakan. Sebelum tidur, berdoalah agar […]

  • Membaca Taktik Narasi Pasif  Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran

    Membaca Taktik Narasi Pasif Media Barat untuk “Mendukung” Agresi AS-Israel ke Iran

    • calendar_month Sel, 17 Mar 2026
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Cerita Alan Macleod rupanya masih bersambung. Setelah serangan 7 Oktober yang dilancarkan oleh Israel, CEO perusahaan, Mark Thompson, mengirimkan memo kepada seluruh staf yang menginstruksikan mereka untuk memastikan bahwa Hamas (dan bukan Israel) yang dianggap bertanggung jawab atas kekerasan tersebut. Oleh : Hendrajit, pengkaji geopolitik, Global Future Institute.   JAKARTA.-DEMAL : Apa kabar Indonesia? Sekarang […]

  • Data Ekonomi Akurat Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah

    Data Ekonomi Akurat Jadi Kunci Perencanaan Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sel, 16 Jun 2026
    • visibility 111
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, secara resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 di Taman Landmark Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, pada Senin 15 Juni 2026. Hal tersebut menandai dimulainya pendataan ekonomi yang akan menjadi dasar perencanaan pembangunan dan penyusunan kebijakan di daerah. Pencanangan ditandai dengan penekanan tombol sirene oleh […]

expand_less