Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Cipayung Desak Men-ESDM: Anak Tanimbar Wajib Duduki Kursi Strategis Blok Masela!

  • calendar_month Senin, 25 Agt 2025
  • visibility 396
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON-DM : Koalisi Cipayung Maluku yang terdiri dari SEMMI, HMI, PMII, dan sejumlah OKP, menuntut Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakomodir putra/putrai Tanimbar dalam jajaran manajerial pengelolaan Blok Masela.

Ketua SEMMI Wilayah Maluku, Alfian Hulishulis, menegaskan bahwa Blok Masela adalah proyek strategis nasional dengan nilai investasi raksasa, sehingga harus menghadirkan keadilan bagi masyarakat Tanimbar.

“Pertanyaannya sederhana: apakah anak-anak Tanimbar akan benar-benar duduk di kursi direktur, komisaris, manajer, atau hanya jadi buruh kasar di tanah leluhurnya? Ini yang patut dipertanyakan,” tegas Alfian dalam konferensi pers di Gong Perdamaian Dunia, Senin (25/5/2025).

Menurutnya, program beasiswa dan pelatihan yang selama ini digembar-gemborkan tidak cukup tanpa jaminan regulasi keterlibatan anak daerah di level pengambilan keputusan.

Tolak “Kolonialisme Energi”

Koalisi Cipayung menolak keras jika posisi strategis Blok Masela dikuasai pihak luar. Mereka menyebut pola itu sebagai bentuk “kolonialisme energi wajah baru” yang hanya mengeksploitasi sumber daya tanpa keadilan sosial.

“Tanpa keterwakilan anak Tanimbar di jabatan direktur, komisaris, hingga manajemen operasional, Blok Masela hanyalah proyek raksasa yang meninggalkan luka baru bagi rakyat Maluku,” tambahnya.

Tuntutan Tegas

Mereka mendesak Kementerian ESDM segera menerbitkan aturan tertulis yang menjamin keterlibatan anak Tanimbar dalam:

• Direksi & Komisaris PT Inpex Masela maupun BUMN terkait

• Posisi manajerial utama bidang hukum, teknik, geologi, lingkungan, hingga perencanaan

• Level teknis produksi pada tahap eksplorasi, konstruksi, dan operasional gas

“Kapasitas SDM lokal ada. Tinggal kemauan politik negara. Transfer keterampilan hanya mungkin terjadi jika anak daerah benar-benar ditempatkan di jantung operasi Blok Masela,” imbuh Alfian.

Ultimatum: Aksi Massa & Jalur Hukum

Koalisi Cipayung menegaskan, keterwakilan anak daerah adalah kewajiban moral, politik, sekaligus hukum. Jika pemerintah abai, mereka siap menempuh advokasi politik, aksi massa, hingga langkah hukum.

“Blok Masela harus menjadi simbol keadilan energi, bukan sumber luka baru bagi rakyat Maluku,” tutup Alfian dengan nada tegas.(*)

Editor : Abd Karim

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bertemu Walikota Ambon, HMI Serahkan Kajian Pemekaran Desa Kebun Cengkih dan Air Besar

    Bertemu Walikota Ambon, HMI Serahkan Kajian Pemekaran Desa Kebun Cengkih dan Air Besar

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • visibility 442
    • 0Komentar

    DM-AMBON – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon mendorong pemerintah Kota Ambon untuk dapat memekarkan Desa Adminitratif Kebun Cengkeh dan Desa Adminitratif Air Besar.  Dokumen hasil kajian dua desa adminitratif tersebut bahkan sudah diserahkan kepada Walikota Ambon, dalam pertemuan di kantor Walikota Ambon, Senin kemarin.  “Pemekaran ini merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan pelayanan publik, mengatasi […]

  • Blok Masela: Siapa yang Akan Kuasai Ladang Gas Raksasa, Maluku atau Orang Luar?

    Blok Masela: Siapa yang Akan Kuasai Ladang Gas Raksasa, Maluku atau Orang Luar?

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • visibility 1.084
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Di atas kertas, Blok Migas Masela adalah jackpot ekonomi bagi Maluku. Cadangan gas 18,5 triliun kaki kubik (TCF), 225 juta barel kondensat setara 35 ribu barel per hari, dan kapasitas produksi 1,6 miliar kaki kubik gas per hari selama 85 tahun menjadikannya salah satu proyek energi terbesar di Asia. Namun di balik angka […]

  • Rapor Hijau Pembangunan 2025: Inovasi Pemkab Malra di Tengah Tantangan Fiskal

    Rapor Hijau Pembangunan 2025: Inovasi Pemkab Malra di Tengah Tantangan Fiskal

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Satu tahun masa kepemimpinan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menunjukkan sejumlah capaian dalam mewujudkan daerah yang mandiri, cerdas, demokratis, dan berkeadilan. LANGGUR.-DEMAL ; Memasuki pase akhir tahun pertama kepempinan M.Thaher Hanubun-Charlos Viali Rahatoknam, sejumlah indikator pembangunan mencatatkan tren positif. Stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga di tengah dinamika nasional. Inflasi pada 2025 tercatat sebesar 3,93 […]

  • Dua Walikota Ambon Masuk Penjara, Bodewin Diminta Hati-hati

    Dua Walikota Ambon Masuk Penjara, Bodewin Diminta Hati-hati

    • calendar_month Rabu, 13 Agt 2025
    • visibility 681
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Mantan Wali Kota Ambon dua periode, Richard Louhenapessy, kembali dituntut hukuman penjara selama 2 tahun 8 bulan oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) dalam sidang perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang digelar di Pengadilan Tipikor Ambon, Selasa (12/8/2025). Tuntutan tersebut dibacakan oleh JPU KPK Rikhi Benindo Maghaz, didampingi Muhammad […]

  • Ada Aktivitas Doking di Pelabuhan Eri, Dinas Berkilah Belasan Kapal PT Jaya Lestari Hanya Berlabuh

    Ada Aktivitas Doking di Pelabuhan Eri, Dinas Berkilah Belasan Kapal PT Jaya Lestari Hanya Berlabuh

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • visibility 327
    • 0Komentar

    Untuk meminimalisir pengeluaran dan meraup untung sebesar-besarnya, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang perikanan tangkap nekat mengubah fungsi pelabuhan Eri. AMBON.-DEMAL : Pelabuhan Eri atau yang lebih dikenal dengan Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Eri berlokasi di Dusun Eri, Negeri Nusaniwe, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, kini berubah fungsi sebagai lokasi doking belasan kapal ikan rongsokan. […]

  • Mansur Banda Angkat Bicara, Sebut Jalan Rusak di Tahalupu SBB Bukan Pekerjaannya 

    Mansur Banda Angkat Bicara, Sebut Jalan Rusak di Tahalupu SBB Bukan Pekerjaannya 

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • visibility 550
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Kontraktor tajir Maluku yang sering disapa Mansur Banda akhirnya angkat bicara soal tender pekerjaan Jalan Lapen Desa Tahalupu-Dusun Tihu  yang kini rusak dan dikeluhkan masyarakat. “ Itu bukan beta yang kerja,” kilahnya saat dimintai tanggapan mengenai situasi ruas jalan Tahulupu di Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat, Jumat 20 Juni 2025. Bos […]

expand_less