Tanggapan Kritik BUMD, Dirut Panca Karya Paparkan Fase Transisi dan Target Operasional
- calendar_month Sen, 20 Jul 2026
- visibility 12
- comment 0 komentar

DirekturPanca Karya M.Rany Tualeka saat menyampaikan sambutan dalam acara pengresmian kantorPD.Panca Karya.Jumat 30 Januari 2026.
AMBON.-DEMAL – Manajemen Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Panca Karya merespons positif dinamika sorotan publik dan dorongan dari berbagai pihak terkait evaluasi kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Provinsi Maluku.
Kritik yang berkembang dinilai sebagai bentuk kepedulian masyarakat sekaligus motivasi bagi jajaran direksi untuk mempercepat pembenahan performa perusahaan.Direktur Utama Perumda Panca Karya, Muhammad Rany Tualeka, menyatakan bahwa setiap masukan dari elemen masyarakat maupun media massa merupakan energi positif untuk mendorong perbaikan tata kelola yang lebih sehat dan profesional.”Kami menyambut baik setiap kritik dan masukan terhadap pembenahan BUMD di Maluku, khususnya Perumda Panca Karya.
Kritik itu bukan untuk menjatuhkan, melainkan menjadi spirit bagi kami untuk menjaga kepercayaan, berbenah, dan memberikan kontribusi terbaik bagi pembangunan daerah,” ujar Tualeka di ruang kerjanya, Rabu (29/7).
Tantangan Fase Transisi ManajemenTualeka menjelaskan bahwa saat ini Perumda Panca Karya berada dalam fase transisi manajerial. Jajaran direksi baru di bawah kepemimpinannya dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk mengurai dan menyelesaikan berbagai persoalan klasik operasional serta finansial yang diwariskan dari periode sebelumnya.
Langkah awal yang diambil pasca-diamanahkannya kepemimpinan oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa adalah melakukan konsolidasi internal secara menyeluruh. Hal ini dilakukan guna membangun fondasi manajerial yang kokoh sebelum menggulirkan program ekspansi bisnis.
“Kami akui belum banyak capaian besar yang dapat dipersembahkan dalam waktu singkat ini. Namun, hal tersebut bukan karena minimnya komitmen, melainkan karena manajemen harus memprioritaskan penyelesaian persoalan mendasar di internal, termasuk penanganan kewajiban utang masa lalu,” jelasnya.
Target Pemulihan Armada
Di sektor operasional, manajemen tengah mempercepat proses pemeliharaan (docking) sejumlah armada laut agar dapat kembali melayani mobilitas masyarakat secara optimal.
Dari total sembilan armada yang dikelola, saat ini lima kapal tercatat telah beroperasi normal di lintasan penyeberangan. Sementara empat armada sisanya masih dalam proses perawatan berkala.
Manajemen menargetkan salah satu armada utama, KMP Bahtera Nusantara 02, sudah dapat kembali beroperasi pada medio Agustus mendatang.
Seluruh dinamika perusahaan, rencana taktis, hingga Rencana Bisnis (Renbis) jangka panjang juga telah dipaparkan secara transparan oleh manajemen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPRD Provinsi Maluku.
Menanggapi isu yang berkembang terkait realisasi penyertaan modal dari Pemerintah Provinsi Maluku, Tualeka memberikan klarifikasi tegas agar tidak terjadi penggiringan opini publik yang keliru.
Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, seluruh aktivitas operasional, perawatan armada, hingga pemenuhan hak pegawai masih dibiayai secara mandiri melalui kemampuan anggaran yang dikelola oleh manajemen perusahaan sendiri.
Perumda Panca Karya tercatat belum menerima suntikan modal baru dari pemerintah daerah. Manajemen menegaskan komitmennya untuk tetap bersinergi dengan visi Gubernur Hendrik Lewerissa dan Wakil Gubernur Abdullah Vanath dalam mewujudkan BUMD yang sehat, akuntabel, dan berdaya guna bagi kesejahteraan seluruh masyarakat Maluku.(*)

Saat ini belum ada komentar