PDAM Gwar Gwamar Minta Maaf ke Pelanggan, Buntut Krisis Air Berish
- calendar_month Kamis, 17 Sep 2026
- visibility 1
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL;Kekeringan yang melanda Kabupaten Kepulauan Aru mulai mengganggu pelayanan air bersih. Debit sumber air menurun, sejumlah pompa mengalami kerusakan, sementara keterbatasan anggaran membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Gwar Gwamar Dobo harus bekerja dengan sarana yang terbatas.
Kondisi tersebut berdampak pada distribusi air ke sejumlah wilayah pelanggan. Manajemen PDAM pun menyampaikan permintaan maaf atas pelayanan yang belum maksimal.
Direktur PDAM Gwar Gwamar Dobo, Abraham Mangar, Kamis (17/9/2026), mengatakan kekeringan menjadi salah satu faktor utama terganggunya pasokan air bersih.
“Atas nama seluruh karyawan dan dewan pengawas, kami meminta maaf kepada seluruh masyarakat dan pelanggan PDAM karena pelayanan kami mungkin kurang maksimal. Kondisi ini bukan sesuatu yang disengaja, tetapi memang akibat kondisi kekeringan yang terjadi,” ujar Abraham.
Menurutnya, PDAM telah melakukan sejumlah langkah teknis untuk mempertahankan pelayanan, termasuk menempatkan pompa pada sejumlah titik yang membutuhkan pasokan air.
Namun, langkah tersebut belum sepenuhnya mampu mengatasi persoalan karena debit sumber air terus menurun. Kondisi diperparah dengan kerusakan beberapa unit pompa.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru, PDAM diarahkan menambah armada maupun unit pompa untuk mengoptimalkan sumber-sumber air yang masih bisa dimanfaatkan.
Salah satu sumber potensial berada di kawasan Kilo. Di lokasi tersebut terdapat sekitar 65 sumur yang menurut Abraham belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena keterbatasan peralatan pompa.
“Kalau sumur di Kilo dapat dimanfaatkan, airnya bisa membantu mengaliri jaringan pipa mulai dari Tanjung, Sipur, Siwalima, hingga wilayah Kampung Cina,” katanya.
Wilayah yang terdampak gangguan distribusi akibat kekeringan antara lain Tanjung, Sipur, Siwalima, Besi Tua hingga Kampung Cina.
Keuangan PDAM Masih Jadi Persoalan
Di tengah tekanan kekeringan, PDAM Gwar Gwamar juga menghadapi persoalan lain, yakni keterbatasan anggaran untuk melakukan perbaikan maupun pengadaan sarana pendukung pelayanan.
Abraham mengungkapkan, berdasarkan hasil pemeriksaan BPK dan BPKP, kondisi keuangan perusahaan daerah tersebut masih membutuhkan perhatian serius.
“Ketika saya mulai masuk pada April, kami melihat kondisi keuangan yang cukup berat. Namun mulai Mei, kami bersama dewan pengawas dan seluruh teman-teman berusaha memberikan pelayanan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Meski menghadapi keterbatasan, PDAM mengaku tetap berupaya merespons setiap pengaduan pelanggan dan melakukan perbaikan sesuai kemampuan perusahaan.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru juga disebut memberikan perhatian terhadap persoalan ketersediaan air bersih. Dalam pertemuan dengan pemerintah daerah, direncanakan pembangunan instalasi pengolahan dan penampungan air berskala besar mulai awal tahun mendatang.
Fasilitas tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi jangka panjang untuk menghadapi persoalan kekeringan, melalui penyediaan tempat penampungan sekaligus sistem pengolahan air.
“Harapannya, ketika musim kemarau terjadi, masyarakat tidak terlalu merasakan dampaknya karena kita memiliki tempat penampungan dan sistem pengolahan air yang memadai,” kata Abraham.
Dewan Pengawas Dorong Penagihan Piutang
Sementara itu, Dewan Pengawas PDAM Gwar Gwamar, Stan Suarlembit, mengatakan pihaknya akan melakukan pendekatan kepada pelanggan yang masih memiliki tunggakan pembayaran air bersih.
Menurut Suarlembit, piutang pelanggan, termasuk tunggakan dari sejumlah instansi pemerintah, perlu segera ditindaklanjuti untuk membantu memperkuat kondisi keuangan PDAM.
Persoalan tersebut telah dibahas dalam pertemuan yang melibatkan Direktur PDAM, dewan pengawas, bagian teknik, SPI, Bupati Kepulauan Aru dan Dinas Pekerjaan Umum.
“Kami menyampaikan data-data mengenai utang piutang yang ada. Bupati merespons dengan sangat positif dan mengupayakan agar tunggakan tersebut dapat dibayarkan,” ujar Suarlembit.
Ia menilai pembayaran tunggakan akan membantu PDAM memperbaiki sarana sekaligus meningkatkan pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Suarlembit juga menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah, terutama dalam pembangunan sarana penampungan dan pengolahan air guna meningkatkan kapasitas pelayanan PDAM.
Dengan optimalisasi sumber air, dukungan peralatan, serta pembenahan kondisi keuangan, PDAM Gwar Gwamar diharapkan mampu meningkatkan pelayanan dan mengurangi dampak kekeringan terhadap pelanggan, terutama saat musim kemarau.
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar