Lintasan Hitu-Luhu Normal Kembali, Panca Karya Siapkan Lima Armada Jelang Nataru
- calendar_month Rab, 26 Nov 2025
- visibility 285
- comment 0 komentar

AMBON,-DEMAL: Manajamen Perumda PD.Panca Karya mulai mengoperasikan lagi sejumlah Kapal Motor Penyerbangan (KMP) secara bertahap, termasuk Bahtra Nusantara yang akan melayani rute Ambon-Banda-Tual.
Direktur PD.Panca Karya Moh Rany Tualeka mengatakan saat ini yang sudah ready pada lintasannya yakni dua armada di Liang-Waipiri yang merupakan rute komersil, kemudian KMP. Maluku Indah untuk pelayanan lintasan jalur Hitu-Luhu.
“Total ada lima armada. Untuk lintasan H-L (Hitu-Luhu) sudah aktif per hari ini, KMP. Maluku Indah telah masuk lintasan dan akan melayani pengangkutan barang dan orang setiap hari pulang pergi. Pak Gubenur juga menaruh perhatian khusus untuk lintasan ini,” kata Tualeka kepada sejumlah media disela peninjauan kesiapan pelayaran KMP tersebut di Desa Hitu. Rabu 26 November 2025.

Direktur PD. Panca Karya Moh Rany Tualeka
Kapasitas KMP Maluku Indah cukup ideal untuk lintasan keperintisan antar-kabupaten dengan penumpang 80 orang, sepeda motor 50 unit.
Adapun jadwal harian Hitu-Luhu 09.00 WIT, Luhu-Hitu 14.00 WIT dengan jarak tempuh 24 mil, waktu perjalanan 2,5 jam (sekali jalan).
Adapun KMP. Bahtra Nusantara juga sedang dalam persiapan adminitratif, dan sudah dilakukan uji coba lintasan.
“Kita sedang menunggu jadwal dari KSOP, Bahtra Nusantara akan melayani Ambon-Banda-Tual pulang pergi juga,” bebernya. Begitupun armada untuk lintasan Ambon-Namlea yang juga akan aktif.
Menurut Tuelaka ditengah banyaknya kekurangan,Panca Karya akan maksimal melakukan pembenahan dan pelayanan apalagi jelang Nataru yang tersisa beberapa hari.
“Ya masih ada kekurangan-kekurangan lah, kami baru bekerja belum juga 100 hari, tapi kami optimis seluruh armada akan ready jelang Nataru,” pungkasnya.
Menurut Tualeka dengan hadirnya armada-armada Panca Karya pada lintasan-lintasan tersebut, diharapkan dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pada daerah-daerah tersebut serta dapat mengurangi disapritas.
“Ini juga komitmen dan pemenuhan salah satu agenda prioritas Pak Gubernur Maluku pada Sapta Cita Lawamena, yang menekankan pembangunan konektivitas antar pulau dan pemerataan akses masyarakat terhadap pelayanan dasar,” urainya.
Selain itu,di darat manajemen Panca Karya juga sedang melakukan upaya revitalisasi kendaraan-kendaraannya, sebab saat ini dari 20 bis, hampir sebagian rusak dengan katagori, ringan, sedang dan berat.
” Bis yang rusak itu banyak, karena suku cadang yang sulit jadi belum diperbaiki, kalau tidak salah yang beroperasi hanya tujuh unit,” bebernya.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar