Jumat, 7 Agu 2026
light_mode

Dihadapan Senator Bisri, DKP Keluh: Sekarang Kita Hanya Penonton

  • calendar_month Jum, 17 Okt 2025
  • visibility 311
  • comment 0 komentar

AMBON.-DM; Kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku telah dibatasi untuk mengelolah laut, meski dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Pemerintah Provinsi punya kewenangan adalah sebesar 12 mil laut dari garis pantai.
Hal ini disampaikan jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku kepada Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina dalam agenda resesnya. Kamis 16 Oktober 2025.
Dalam pertemuan yang berlangsung di kantor DKP Maluku, hadir Kepala Bidang TGKP, R. Makatita, Kabid PBP2HP Karolis Iwamony dan Imran Sangadji Kabid Pengawasan SDKP serta R.Elake staf Bidang PRL.
Menurut mereka,sejumlah aturan yang diterbitkan Pemerintah Pusat dirasa telah merugikan masyarakat pesisir. Salah satunya soal pengelolaan wilayah laut dan juga soal PNBP khusus sektor kelautan dan perikanan. Aturan ini sangat membebani para pelaku usaha budidaya.
Semua mekanisme perijinan pengelolaan wilayah laut telah diambil Pemerintah Pusat secara langsung, bahkan untuk keramba ikan di Teluk Ambon harus ada ijin Kementrian Perikanan dan Kelautan di Jakarta, meski usaha itu hanya berjarak 5 sampai 10 meter dari rumah mereka.
Regulasi yang mengatur tentang penarikan PNBP dari pengelolaan wilayah laut ini juga sangat berdampak buruk terhadap industri budidaya perikanan lain di Aru, Buru dan lain-lain, termasuk budidaya rumput laut dan mutiara.
” Kita sekarang hanya jadi penonton saja, ijin pengelolaan laut sudah di pusat, PNBP langsung disetor ke pusat, kita juga tak dapat bagi hasilnya sekarang. Bahkan budidaya mutiara di Maluku Tenggara terancam tutup,mereka mengaku PNBP yang wajib disetor ke Jakarta sangat besar, tak sebanding dengan nilai investasi,” kata Kabid PBP2HP Karolis Iwamony.
Lebih parahnya lagi, pelabuhan-pelabuhan di Maluku sudah banyak kehilangan pendapatan, karena pemerintah pusat telah mengeluarkan surat edaran yang mengizinkan adanya aktivitas bongkar muat di tengah laut antara kapal penangkap dan kapal pengumpul.
“Tidak ada pedaratan ikan lagi, banyak kapal bertransaksi langsung di tengah laut, dan itu diperbolehan pemerintah pusat melalui surat edaran,” beber Karolis.
Masalah lain yang dikeluhkan tentang program kampung nelayan merah putih, ada 100 kuota untuk seluruh Indonesia di tahun 2025, tapi Provinsi Maluku yang luas lautnya lebih besar dari daratan, hanya mendapatkan jatah untuk dua desa satu di Pulau Buru dan satunya di Tual. Ini terjadi karena syarat pada juknis yang ditetapkan pemerintah pusat tidak realistis dengan kondisi geografis Maluku.
“Syaratnya yang tidak bisa kita penuhi, yakni ketersediaan lahan di darat, padahal kita ini kan pulau-pulau kecil,” urai bidang R.Elake salah satu staf pada Bidang PRL DKP Maluku.
Mendapati sejumlah informasi penting ini, Senator Bisri bertekad akan berupaya maksimal melobi pemerintah pusat untuk sekiranya aturan-aturan tersebut dapat ditinjau kembali sehingga daerah kepulauan seperti Provinsi Maluku yang dominasinya laut tidak dirugikan.
“Dalam pertemuan ini, saya mendapati beberapa masalah yang memang harus ditindaklanjuti. Ada banyak regulasi yang menghambat pemerintah provinsi untuk melakukan inovasi-inovasi dan akserelasi dalam rangka percepatan pembangunan industri perikanan di Maluku,” ujar Bisri.
Menurut Bisri, kehadirannya di DKP Maluku kaitannya dengan implementasi Undang-undang Nomor 27 Tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, tapi masalah-masalah yang disampaikan DKP Maluku sangat kompleks, membutuhkan energi esktra serta peran bersama elemen terkait. Apalagi bidang kerja Komite I DPD RI sejatinya tak ada hubungannya secara langsung dengan kementrian perikanan dan Kementrian Keuangan.
“Intinya sebagai daerah kepulauan,seharusnya sektor perikanan itu menjadi unjuk tombak dalam peningkatan PAD, dalam pertemuan ini saya menemukan ada berbagai regulasi yang menghambat, ini menjadi catatan bagi saya. Saya bersyukur juga saya didukung dengan data untuk berjuang di Jakarta,” bebernya. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Peran Kemenag Dalam Pembangunan Keberagamaan Di Maluku

    Peran Kemenag Dalam Pembangunan Keberagamaan Di Maluku

    • calendar_month Rab, 13 Mei 2026
    • visibility 306
    • 0Komentar

    HAK JAWAB: Kanwil Kemenag Maluku Terkait Pemberitaan, “5000 Mahasiswa UIN Amsa Tak Bisa Baca Al-Quran Dengan Baik” AMBON.-DEMAL ; Kementerian Agama memegang peran penting dalam pembangunan kehidupan keberagamaan di Provinsi Maluku. Kalimat ini bermakna penting bahwa lembaga ini memiliki tugas dan pengaruh besar dalam membina, mengatur, serta menjaga kehidupan beragama masyarakat yang di dalamnya mengandung […]

  • Cek Kesehatan Gratis dan Jalan Sehat Meriahkan HKN-61 di Kota Langgur

    Cek Kesehatan Gratis dan Jalan Sehat Meriahkan HKN-61 di Kota Langgur

    • calendar_month Jum, 7 Nov 2025
    • visibility 243
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara menggelar kegiatan jalan sehat dan cek kesehatan gratis bagi masyarakat umum dan aparatur sipil negara (ASN) di Landmark Kota Langgur, Jumat 7 November 2025. Jalan sehat dimulai dari Polres Maluku Tenggara, menyusuri Jalan Jenderal Sudirman, dan berakhir di Taman Landmark. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana olahraga bersama, tetapi […]

  • Ketika DPRD SBT Bermain Api: Antara Kontrol Media dan Kebebasan Pers

    Ketika DPRD SBT Bermain Api: Antara Kontrol Media dan Kebebasan Pers

    • calendar_month Rab, 28 Mei 2025
    • visibility 851
    • 0Komentar

    Kebebasan pers, di negeri demokrasi, seharusnya menjadi harga mati. Namun, seperti api kecil di ladang ilalang, kadang kala kekuasaan tergoda untuk bermain-main dengannya. Dan baru-baru ini, DPRD Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) mencoba hal serupa dengan melempar rekomendasi kontroversial kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) agar “mengawasi dan mengontrol media dalam pemberitaannya.” Sebuah kalimat yang, […]

  • Kei Besar Kian Maju, Gubernur : Terima Kasih Pak Bupati

    Kei Besar Kian Maju, Gubernur : Terima Kasih Pak Bupati

    • calendar_month Sen, 19 Mei 2025
    • visibility 377
    • 0Komentar

    LANGGUR – DM : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mengungkapkan rasa kekagumannya atas perkembangan pembangunan di wilayah Kei Besar Kabupaten Maluku Tenggara selama lima tahun terakhir. “Terima kasih kepada Pak Bupati, Wakil Bupati, serta seluruh perangkat daerah yang telah bekerja keras memajukan wilayah ini,” ungkap Gubernur Maluku dalam lawatan kerjanya di Kabupaten Maluku Tenggara pekan kemarin.  […]

  • Toisutta Apresiasi Sedekah Kurma, Anak Muda Dinilai Kreatif dan Peduli

    Toisutta Apresiasi Sedekah Kurma, Anak Muda Dinilai Kreatif dan Peduli

    • calendar_month Sen, 16 Feb 2026
    • visibility 288
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL; Ketua BPC HIPMI Kota Ambon sekaligus Anggota DPRD Kota Ambon, Muhammad Fadli Toisutta, mengapresiasi program Sedekah Kurma bertajuk Ramadhan Inspirasi yang digelar di Cafe Media Graha Ambon Ekspres, Minggu 15 Februari 2026. Menurutnya, gerakan anak muda yang digagas komunitas bersama Rumah Inspirasi tersebut menjadi bukti nyata kepedulian sosial melalui berbagai aktivitas kreatif di tengah […]

  • Polemik PT.SIM Berakhir, Aktivis : Keputusan Bupati Tepat, Demi Investasi dan Rakyat

    Polemik PT.SIM Berakhir, Aktivis : Keputusan Bupati Tepat, Demi Investasi dan Rakyat

    • calendar_month Ming, 17 Agu 2025
    • visibility 529
    • 0Komentar

      AMBON-DM: Bupati Seram Bagian Barat, Asri Arman, menuai pujian setelah berani menghentikan sementara aktivitas PT Spice Islands Maluku (SIM). Langkah yang sempat dianggap anti-investasi itu justru terbukti sebagai strategi jitu meredam konflik, membuka ruang dialog, sekaligus memastikan kepentingan masyarakat tetap berjalan beriringan dengan keberlanjutan investasi. Kalangan aktivis organisasi kemahasiswaan dan kepemudaaan Islam menilai kebijakan […]

expand_less