Kades Soleh Ajak Warga Perkuat Perlindungan Pesisir dari Ancaman Abrasi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kades Soleh, Ibrahim Wolio saat bertatap muka dengan warga Wayali, Dusun Jawa Sakti.(dok DM)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
SERAM BAGIAN BARAT,-DEMAL;Masyarakat di sejumlah wilayah pesisir diimbau meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan pantai guna mencegah abrasi yang dapat mengancam permukiman dan penghidupan masyarakat. Upaya perlindungan pesisir dinilai membutuhkan keterlibatan semua pihak.
Kepala Desa (Kades) Soleh, Ibrahim Wolio mengingatkan pentingnya menjaga kawasan pesisir dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan, termasuk pengambilan material pantai secara berlebihan seperti pasir.
Menurutnya, kondisi lingkungan pantai perlu dipertahankan agar dapat membantu melindungi wilayah permukiman dari hantaman gelombang laut.
“Katong harus sama-sama kawasan pesisir supaya jangan sampai abrasi berdampak permukiman,” ujar Ibrahim saat bertemu dengan warga Wayali, belum lama ini.
Ia menjelaskan, abrasi pantai dapat menyebabkan perubahan garis pantai dan meningkatkan risiko kerusakan di kawasan yang berdekatan dengan laut. Wilayah yang sebelumnya relatif jauh dari jangkauan ombak dapat menjadi semakin rentan ketika daratan terus terkikis.
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Dusun Haya Pulau. Di kawasan tersebut, kata Ibrahim abrasi disebut telah terjadi berulang kali dan berdampak hingga permukiman.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa kerusakan pesisir bukan hanya persoalan perubahan bentang alam, tetapi juga menyangkut keselamatan warga, perlindungan fasilitas umum, dan keberlangsungan aktivitas masyarakat.
“Karena itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat memperparah kelestarian pesisir pantai,” harapnya.
Ibrahim juga mengingatkan bahwa ancaman abrasi perlu mendapat perhatian di sejumlah wilayah pesisir, tidak hanya di Wayali, tetapi juga Dusun Jawa Saksi, Rahai, dan Sanahuni.
Menurutnya, kondisi gelombang laut dapat berubah mengikuti arah angin dan musim. Pantai yang relatif terlindungi pada satu musim belum tentu memiliki tingkat keamanan yang sama ketika gelombang datang dari arah berbeda.
Karena itu, masyarakat perlu memahami kondisi pesisir di wilayah masing-masing dan mengantisipasi potensi ancaman yang dapat terjadi.
Ia menegaskan bahwa menjaga pesisir merupakan kepentingan bersama. Kerusakan lingkungan dapat menimbulkan kerugian material dan mengganggu aktivitas masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut.
“Perlindungan pesisir tidak hanya ditujukan untuk menghadapi ancaman gelombang saat ini, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan permukiman dan kehidupan masyarakat di masa mendatang,” imbaunya.
- Penulis: Jaya Barens

Saat ini belum ada komentar