Diresmikan Prabowo, PLTP Ijen, Masuk PSEB yang Didukung PT SMI
- calendar_month Jum, 27 Jun 2025
- visibility 393
- comment 0 komentar

JAKARTA-DM : Jejak PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) dalam peta percepatan transisi energi di Indonesia kian nyata.
Kamis,26 Juni 2025, Presiden Prabowo Subianto melalui video conference meresmikan PLTP Ijen, sebuah proyek energi baru terbarukan yang didukung pembangunannya oleh PT SMI.
Sesuai rilis yang diterima redaksi dekritmaluku.com, PLTP Ijen merupakan satu diantara Program Strategis Energi Baru (PSEB) yang didukung PT.SMI. 
Peresmian PLTP Ijen merupakan salah satu agenda dalam rangkaian peresmian proyek pembangunan dan pengoperasian energi terbarukan di 15 provinsi, peningkatan produksi minyak sebesar 30 ribu barel dari Blok Cepu, serta peletakan batu pertama lima Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Agenda tersebut juga disaksikan oleh sejumlah pejabat seperti Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, hingga Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang semuanya hadir langsung di PLTP Ijen, Bondowoso, Jawa Timur.
Adapun Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani, juga turut hadir menyaksikan acara peresmian tersebut.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa proyek-proyek diresmikan merupakan tonggak penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional yang berkelanjutan.
“Hari ini bukti kemampuan bangsa Indonesia untuk menuju swasembada energi yang sangat menentukan bagi masa depan kita. Hari ini kita resmikan dan mulai pembangunan 55 pembangkit energi baru dan terbarukan. Kita resmikan PLTP sebagai bukti bahwa Indonesia menuju kemandirian. Kita akan berdiri di atas kaki kita sendiri dan kita akan mampu memberi energi untuk seluruh rakyat Indonesia dalam keadaan yang efisien dan ekonomis”, ujar Presiden Prabowo.
Kepala Negara juga menekankan bahwa kedaulatan energi merupakan bagian dari kedaulatan bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan yang luar biasa dan harus dikelola secara optimal. Peresmian ini merupakan momentum yang sangat penting sebagai upaya untuk membuat bangsa Indonesia menjadi bangsa swasembada energi.
Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas kerja keras seluruh pihak, termasuk jajaran pemerintah, mitra swasta nasional dan internasional, serta generasi muda Indonesia yang telah menunjukkan kemampuan dalam mengelola proyek-proyek energi berskala besar dan kompleks.
Pesan Presiden itulah yang coba diwujudkan PT SMI, melalui kontribusi aktif dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
“PT SMI bangga bisa hadir di sini dan menjadi salah satu pihak yang mendapat apresiasi dari Presiden Prabowo. Dukungan pembiayaan yang kami berikan merupakan bentuk komitmen untuk membangun Indonesia yang lebih hijau, inklusif, dan berdaya saing.
PLTP Ijen juga menjadi contoh sinergi antara pemerintah dan mitra swasta dalam mendorong investasi hijau. Apresiasi ini menjadi penambah semangat bagi kami untuk terus memperkuat kontribusi dalam transisi energi nasional demi masa depan yang berkelanjutan”, kata Direktur Pembiayaan dan Investasi PT SMI, Sylvi J. Gani.
PT SMI sebagai salah satu Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, menyediakan fasilitas pembiayaan pembangunan PLTP Ijen sebesar USD 144,9 juta atau sekitar Rp 2,35 triliun. Selain pembiayaan, PT SMI juga mendukung penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk kemitraan dengan lembaga internasional, seperti Agence Française de Développement (AFD) dengan skema blended finance melalui platform SDG Indonesia One (SIO).
Selain AFD, lembaga donor internasional lainnya yang mendukung proyek ini adalah Global Green Growth Institute (GGGI) dan USAID SINAR berupa pemberian Technical Assistance. Kolaborasi ini memperkuat posisi Indonesia dalam memperluas infrastruktur energi hijau, sekaligus menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
Dengan target total kapasitas sebesar 110 Megawatt (MW), PLTP Ijen digunakan untuk memproduksi listrik, yang kemudian disalurkan ke jaringan listrik Sistem Kelistrikan Jawa Madura Bali. Kehadiran PLTP Ijen mendukung target pemerintah untuk meningkatkan bauran EBT dari 9% menjadi 23% pada 2025, sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Selain itu, juga sejalan dengan pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060 atau lebih cepat, serta sejalan dengan komitmen global dalam mengatasi perubahan iklim. Pengoperasian PLTP Ijen berpotensi untuk berkontribusi dalam terhindarkannya emisi Gas Rumah Kaca sebesar 228.636 hingga 838.332 tCO₂e/tahun.(*)

Saat ini belum ada komentar