Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Modis ditiadakan, Rumjab dibangun, Lira : Selama Bisa Dipertanggungjawabkan Tak Masalah 

  • calendar_month Senin, 16 Jun 2025
  • visibility 430
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON- DM : Keputusan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, meniadakan pengadaan Mobil Dinas mendapatkan banyak aplaus.

Sedianya diawal pemerintahan, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mendapatkan pasilitas mobil mewah seharga Rp1,2 miliar. Tapi itu ditiadakan. 

Sejumlah elemen mengapresiasi keputusan yang satu ini, banyak yang beranggapan keputusan tersebut sebagai wujud nyata keberpihakan Gubernur Maluku kepada kepentingan publik, mengingat kondisi keuangan daerah yang lagi terseret. Apalagi peniadaan itu bagian dari bentuk efesiensi anggaran belanja pemerintah.

Ada harapan, peniadaan modis untuk Gubernur dan Wagub, anggarannya bisa dialokasikan untuk kepentingan pelayanan publik yang lebih besar. 

Ternyata stigma penghematan ini dinilai berbagai kalangan  hanya “klise”, sebab ditengah banyaknya keluhan masyarakat akan minimnya sarana prasarana pelayanan publik, diam-diam Rumah Jabatan Gubernur Maluku dirombak dan telan anggaran negara mencapai Rp14,5 miliar. 

Rinciannya, Rp 8 miliar digunakan untuk pekerjaan fisik bangunan, Rp 2 miliar untuk penataan interior, Rp1 miliar untuk penataan landscape, serta Rp 3,5 miliar untuk pengadaan mobiler (perabotan rumah tangga).

Tak seperti paket pengadaan modis yang ditolak dan ramai dipublik, paket ini justeru sepi, bahkan dikerjakan tidak melalui mekanisme reguler. Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku justeru mengklaim semua tahapan hingga pekerjaanya berlangsung sudah sesuai mekanisme. 

Melansir malukuindomedia.com, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Pierard Latuhamallo mengaku proyek tanpa tender ini didasari aturan yang diatur dalam Surat Keputusan bersifat mendesak sebagaimana diatur dalam Peraturan LKPP Nomor 13 Tahun 2020.

“Karena sifatnya mendesak dan menyangkut fasilitas negara yang sangat vital, maka pelaksanaan pekerjaan dilakukan dengan penunjukan langsung,” kata Latuhamallo melansir pernyataanya kepada malukuindomedia.com pekan kemarin.

Namun aturan yang disebutkan Latuhamallo setelah ditelusuri redaksi, ternyata bukan soal pengadaan barang dan jasa melainkan tentang Pedoman Telaah Sejawat Hasil Audit Aparat Pengawas Interen Pemerintah dilingkup Kebijakan Barang/jasa pemerintah.  Dalamnya lebih pada sistem pengendalu intern pemerintah atau disingkat (SPIP).

Dari berbagai literatur aturan yang menjelaskan tentang penggunaan anggaran daerah atau anggaran negara untuk  keadaan darurat juga harus difokuskan untuk pembangunan sarana prasaran publik yang terdampak bencana dan dilakukan secara transfaran. 

Sementara dalam kurun waktu setahun terakhir tak ada bencana yang mengganggu pasilitas publik termasuk rumah jabatan gubernur. 

Apalagi sepanjang lima tahun terakhir, pemerintah provinsi senantiasa menyisihkan anggaran untuk perawatan Rumah Jabatan Gubernur Maluku. 

Dari laman LPSE Maluku, Pada Tahun 2019 lalu Dinas PUPR telah melakukan tender proyek Rp1,8 miliar untuk rehabilitasi rumah jabatan gubernur. Masih di tahun 2019, Pemprov Maluku melakukan tender proyek pembangunan prasarana dan sarana rumah jabatan gubernur dengan nilai kontrak Rp991 juta.

Selanjutnya pada tahun 2020 Pemprov menggelontorkan anggaran untuk pembangunan

Pagar Rumah Jabatan Sementara Gubernur oleh Dinas PUPR sebesar Rp384.639.931, oleh CV. Amalia Pratama. Ada juga lelang paket Perencanaan Pembangunan Rumah Jabatan

Gubernur oleh Dinas PUPR dengan nilai Harga Perkiraan Sementara (HPS) Rp124.183.897,-oleh CV. Rekaprima. Tender pengadaan perlengkapan rumah jabatan Gubernur Maluku oleh Sekretariat Daerah (Setda) juga dilakukan dengan nilai HPS Rp249.859.500,000,- dimenangkan oleh CV. Cicilia Mandiri.

Di tahun 2021, sebesar Rp650.000.000,- juga digelontorkan untuk rehabilitasi yang dimenangkan oleh CV. Cicilia Mandiri dan pada Maret 2021 juga dilakukan Pengadaan Perlengkapan Kediaman Gubernur dengan nilai HPS Rp249.955.750,- yang pengadaannya dilakukan oleh CV. Megah Aru Jaya. Tahun 2022, paket pengadaan perlengkapan di kediaman Gubernur senilai Rp1.997.902.141,- dikerjakan oleh CV. Banda Bahari Permai, sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yang dikerjakan CV. Megah Aru Jaya senilai Rp1.478.498.000,- dan CV Arsyelan sebesar, Rp175.000.000,-.

Diakhir masa jabatan Murad Ismail Tahun 2023 hanya ada satu paket untuk kebutuhan rumah Jabatan Gubernur yakni Belanja Modal Alat Rumah Tangga Lainnya sebesar Rp699.956.000,- yang dimenangkan oleh Monde de Marco. Dengan demikian total anggaran selama lima tahun untuk rehabilitas rumah jabatan Gubernur Maluku sebesar Rp5.423.497.822,-.

Sementara itu, menanggapi tender yang baru,  Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Maluku yang bergerak pada isu-isu transfarani dan penegakan hukum tak mempersoalkan pembangunan rumah jabatan Gubernur Maluku saat ini. Meski paket itu dikerjakan tak melalui mekanisme tender. Apalagi dengan alasan mendesak.

“ Selama bisa dipertanggungjawabkan tidak masalah. Akhirnya kan nanti ada audit BPK, kita tunggu saja,” ujar Sariwating yang menyarankan Gubernur Maluku untuk dapat menerbitkan peraturan tentang penggunaan anggaran darurat untuk kepentingan Pembangunan Rumah Jabatan Gubernur Maluku. 

Selain itu, Sariwating lebih mempersoalkan alokasi anggaran untuk pengadaan mobiler/ perlengkapan rumah jabatan Gubernur Maluku selama ini. 

“ Ada alokasi yang nilainya Rp3 miliar lebih dalam beberapa tahun terakhir, untuk belanja mobiler. Saya dapat informasi, barang-barang ini tidak ada di rumah jabatan Gubernur,” kata Sariwating.

Menurut Sariwating, Biro Umum dan Perlengkapan Pemerintah Provinsi Maluku harus dapat mempertanggungjawabkan pemanfaatan  anggaran tersebut.

“ Jika sudah dibelanjakan, barangnya di mana? Jika belum dibelanjakan, uangnya dimana? Apakah dikembalikan ataukah telah dipakai,? Jangan setiap tahun dianggarkan tapi barangnya tidak ada.” Ketus Sariwating. (*)

Editor : Abd Karim 

Tags
  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Senator Bisri Ungkap Sisi Lemah Masyarakat Hukum Adat di Maluku

    Senator Bisri Ungkap Sisi Lemah Masyarakat Hukum Adat di Maluku

    • calendar_month Selasa, 20 Mei 2025
    • visibility 435
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Secara normatif, masyarakat hukum adat diakui keberadaannya oleh negara melalui Undang-undang. Akan tetapi banyak sekali hak-hak masyarakat adat, utamanya di Maluku yang dirampas.  Hal ini terjadi karena ada problmen mendasar ditingkat paling bawah yang seyogyanya perlu disusun dan dilegalkan sebagai sebuah prodak hukum sah ditingkat pemerintahan negeri. “ Hampir semua peraturan negeri yang […]

  • Bupati Malra Sampaikan LKPJ APBD Tahun Anggaran 2025

    Bupati Malra Sampaikan LKPJ APBD Tahun Anggaran 2025

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • visibility 120
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRD yang berlangsung pada Sabtu 20 Juni 2026. Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun,menegaskan bahwa penyampaian laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD merupakan kewajiban pemerintah daerah sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan. […]

  • Menakar Alam, Merawat Tanah: Siasat Anyar Adaptasi Iklim Nusa Kecil Maluku

    Menakar Alam, Merawat Tanah: Siasat Anyar Adaptasi Iklim Nusa Kecil Maluku

    • calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
    • visibility 34
    • 0Komentar

    Yayasan SAHARI mendorong nelayan dan petani pulau kecil Maluku beradaptasi dengan perubahan iklim. Sains, Nanaku dan agroekologi menjadi bagian dari siasat ketangguhan di tengah perubahan alam. Penulis : Jaya Barends-Dekrit Maluku Ringkasan : SLCN Plus merupakan kolaborasi Yayasan SAHARI bersama BMKG Stasiun Meteorologi Kelas IV Maritim Ambon, didukung Caritas Germany dan BNPB. Hasil kajian mengungkap […]

  • Penjaga Jejuri Kejari Aru Diterungku Obral Rekrutmen CPNS Palsu

    Penjaga Jejuri Kejari Aru Diterungku Obral Rekrutmen CPNS Palsu

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Polisi mengendus sepak terjang Fredrika Schipper dari korban penipuan. Beraksi dengan modus rekrutmen CPNS Korps Adhyaksa. Ringkasan : Fredrika awalnya dilaporkan terkait dugaan penipuan. Fredrika diduga menipu dengan modus rekrutmen CPNS. Sempat terancam dijemput paksa akibat dua kali penuhi panggilan polisi. Dipecat lantaran tidak bertugas 11o hari lalu diserahkan ke polisi. Ancaman pidana penjara maksimal […]

  • Rumput Laut dan Mangrove Bakal Jadi Pilar Pembangunan Maluku Tenggara

    Rumput Laut dan Mangrove Bakal Jadi Pilar Pembangunan Maluku Tenggara

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • visibility 215
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Wakil Bupati Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam, menekankan pentingnya penyelarasan produksi dan konservasi, keduanya harus berjalan beriringan agar keberlanjutan ekonomi tetap terjaga. “Laut memberi makan, laut memberi penghasilan, dan laut pula yang harus dijaga bersama,” kata Wakil Bupati saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2027 tingkat Kecamatan Hoat Sorbay […]

  • Darurat Perlindungan Masyarakat Adat di Negeri Seribu Pulau

    Darurat Perlindungan Masyarakat Adat di Negeri Seribu Pulau

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • visibility 384
    • 0Komentar

    Sudah saatnya pemerintah daerah Maluku menempatkan pengakuan dan perlindungan masyarakat adat sebagai agenda utama pembangunan daerah.

expand_less