Alimudin dan UIN Ambon Sosialisasi Penguatan Moral Remaja di Tulehu
- calendar_month 17 jam yang lalu
- visibility 8
- comment 0 komentar
- print Cetak

Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, F. Alimudin Kolatlena, menyampaikan materi pada kegiatan Sosialisasi Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan dan Sosial pada Masyarakat Lingkar Madrasah yang digelar di Baileo Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa (1/9/2026)
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AMBON.-DEMAL ; Anggota DPR RI Fraksi Partai Gerindra Dapil Maluku, F. Alimudin Kolatlena, menggandeng Universitas Islam Negeri (UIN) Abdul Muthalib Sangadji Ambon (AMSA) untuk memperkuat moral generasi muda.
Langkah nyata ini diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Penguatan Nilai-Nilai Keagamaan dan Sosial pada Masyarakat Lingkar Madrasah di Baileo Negeri Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, Selasa 1 Agustus 2026.
Acara strategis ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN AMSA Dr. Abidin Wakano, Raja Negeri Tulehu, kalangan akademisi, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Kolaborasi ini dirancang untuk menciptakan sinergi kokoh demi menekan angka kenakalan remaja, penyalahgunaan minuman keras (miras), dan ancaman narkotika.
Dalam sambutannya, Alimudin Kolatlena menegaskan bahwa pembinaan karakter remaja merupakan tanggung jawab kolektif. Masalah sosial tidak akan selesai jika hanya mengandalkan peran internal keluarga atau lembaga pendidikan formal saja.
“Penguatan nilai keagamaan harus berjalan seiring dengan pembinaan sosial dan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan begitu, generasi muda memiliki fondasi moral yang kokoh dalam menghadapi berbagai tantangan lingkungan,” ujar Legislator Senayan asal Maluku tersebut.
Senada dengan hal itu, Rektor UIN AMSA Dr. Abidin Wakano menjabarkan pentingnya keterpaduan tiga pilar utama kehidupan remaja.
Dr. Abidin Wakano berharap nilai-nilai luhur keagamaan tidak mandek sebagai hafalan di dalam kelas madrasah. Nilai tersebut harus diimplementasikan secara konkret dalam dinamika sosial sehari-hari.
Melalui forum ini, seluruh elemen dari akademisi, pemerintah negeri, hingga tokoh masyarakat diajak meningkatkan kepekaan terhadap ancaman lingkungan. Sinergi lintas sektor ini diharapkan mampu membangun ruang positif bagi pemuda untuk menyalurkan potensi diri tanpa kehilangan arah moral.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar