Hadir Lewat Virtual, Prabowo Resmikan Proyek LNG Raksasa di Maluku
- calendar_month 10 jam yang lalu
- visibility 9
- comment 0 komentar

Presiden Prabowo Subianto hadir secara virtual dalam kegiatan Graoundbreaking Blok Masela. Kamis 16 Juli 2026.
TANIMBAR-DEMAL ; Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela, secara virtual Kamis, 16 Juli 2026.
“Saya minta maaf tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converse ini tanpa mengurangi rasa hormat saya saudara-saudara sekalian tentunya ini merupakan hutang saya kepada masyarakat Maluku dan kabupaten-kabupaten tersebut Insya Allah saya akan melunasi hutan tersebut dalam waktu yang tidak laman lagi,” kata Presiden dalam sambutannya.
Momen ini menjadi tonggak penting bagi Indonesia dan mayarakat Maluku serta masyarakat Tanimbar khususnya karena sudah melewati hampir 30 tahun sejak penandatangan kontrak 1998 tapi di tangan Prabowo, proyek strategis nasional tersebut baru memulai pembangunan infrastrukturnya.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam sambutannya menjelaskan proyek ini harusnya sudah berjalan pada periode 2015-2016 tapi terjadi perdebatan sehingga pemerintah memutuskan untuk melakukannya di darat.

CEO Inpex (batik kuning) hadir dalam Groundbreking Blok Masela.
“Dan hari ini kita melakukannya. Saya merasa berbahagia kami semua di sini merasa berbahagia karena hari ini kita melakukan peresmian (Groundbreaking),” kata Bahlil.
Invetasi Blok Masela juga dinilai akan membawa dampak multyflayer efek kepada negara, dengan nilai investasi mendekati Rp300,90 triliun, masyarakat dan Bangsa Indonesia akan sangat diutungkan karena akan membuka lapangan pekerjaan yang cukup besar, kemudian industri turunan akan dibangun, semisal pabrik pupuk.
” Gas yang kita simpan itu dalam perencanaannya 1200 mm dari 1200 mm minimal 60% itu akan di cover untuk domestik. 40% lah itu bisa diekspor maksimal sambil kita lihat perjalanan negosiasi nanti yang penting adalah kebutuhan dalam negeri kita terpenuhi,” bebernya.
Pada kesempatan itu, Bahlil juga mengingatkan SKK Migas, dan Inpex untuk lebih dulu mengutamakan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal, begitupun pemerintah provinsi untuk menghindari praktek-praktek KKN dalam penempatan SDM di proyek Blok Masela.
“Jangan ada KKN, harus profesional, betul-betul profesional yang betul-betul punya skill ya termasuk pengusahanya juga harus punya skil,” tegasnya.(*)

Saat ini belum ada komentar