Arca Kristus Raja Semesta Alam Jadi Ruang Doa dan Penguatan Iman
- calendar_month Kam, 28 Mei 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara mendukung penguatan kehidupan rohani masyarakat melalui pembangunan sarana ibadah dan tempat ziarah umat. Dukungan tersebut ditegaskan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, saat meresmikan Arca Kristus Raja Semesta Alam Stasi Santo Paulus Wain di Ohoi Wain, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Kamis 28 Mei 2026.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Thaher bersama Uskup Diosis Amboina, Mgr. Senno Ngutra, disaksikan ratusan umat Katolik Stasi Wain.
Sebelum peresmian, Uskup Diosis Amboina memimpin Misa Kudus sekaligus pemberkatan Arca Kristus Raja Semesta Alam sebagai simbol iman dan penguatan spiritual umat Katolik di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Thaher mengatakan pembangunan arca dan taman ziarah itu merupakan wujud kerinduan umat Katolik Kuasi Paroki Santo Paulus Wain untuk memiliki tempat doa dan refleksi rohani.
“Kerinduan umat Katolik akhirnya terjawab. Saya sering melewati jalan ini dan melihat sendiri bagaimana keseriusan umat menyelesaikan pekerjaan ini,” ujar Thaher.
Ia menjelaskan, arca tersebut sebelumnya pernah dibangun, tetapi mengalami kerusakan sehingga kembali dibangun melalui semangat gotong royong dan kebersamaan umat.
Menurut Thaher, Arca Kristus Raja Semesta Alam tidak hanya menjadi karya seni atau bangunan monumental, tetapi harus dimaknai sebagai simbol kehadiran Tuhan yang memperkuat iman, persatuan, dan kehidupan rohani umat.
“Kehadiran arca ini bukan hanya menjadi pajangan, tetapi tanda kehadiran Allah yang merajai hati umat-Nya,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan tempat ziarah harus diiringi kehidupan iman yang nyata dalam keseharian. Thaher meminta umat menjadikan taman ziarah tersebut sebagai pusat doa, meditasi, dan penguatan kasih persaudaraan.
“Jangan sampai hanya menjadi simbol semata tanpa nilai ibadah yang dijalankan. Tempat ini harus menjadi ruang umat semakin dekat dengan Tuhan dan menghasilkan buah-buah kebaikan bagi sesama,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, lanjut Thaher, menyambut baik kehadiran tempat ziarah sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kehidupan spiritual masyarakat.
Ia berharap umat Stasi Santo Paulus Wain menjaga dan memanfaatkan fasilitas tersebut secara berkelanjutan untuk kegiatan kerohanian serta pembinaan iman.
Pada kesempatan itu, Thaher turut menyampaikan apresiasi kepada Alfred Betaubun atas dukungan dan kontribusinya dalam pembangunan arca tersebut.
“Terima kasih atas bantuan dan kepeduliannya. Mari kita doakan beliau,” ujar Thaher.
Menutup sambutannya, Thaher menegaskan bahwa makna sejati Arca Kristus Raja Semesta Alam terletak pada kehidupan umat yang saling mengasihi, menjauhi amarah dan dendam, serta hidup penuh harapan dan kepedulian terhadap sesama.
“Kalau umat tidak saling mengasihi dan hidup jauh dari nilai-nilai kasih, maka kehadiran arca ini akan menjadi sia-sia,” katanya.(*)

Saat ini belum ada komentar