52 Mahasiswa KKN UGM Kembali Sambangi Warga Maluku Tenggara
- calendar_month Rab, 24 Jun 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM, Leni Sophia Heliani
LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) memastikan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat berjalan aman, lancar, dan sesuai prosedur keselamatan. Penegasan tersebut disampaikan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN PPM UGM, Leni Sophia Heliani, usai penerimaan resmi mahasiswa KKN PPM UGM dan Universitas Pattimura (Unpatti) di Aula Kantor Bupati Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa 23 Juni 2026..
“Selama tiga hari kami berada di Maluku Tenggara, kami melihat kondisi di lapangan sangat baik. Insyaallah pelaksanaan KKN tahun ini dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat,” ujarnya.
Pada tahun ini, UGM menempatkan 52 mahasiswa yang terbagi dalam dua unit KKN, yakni Unit Kei Kecil Timur Selatan yang beranggotakan 29 mahasiswa dan Unit Kei Kecil Barat sebanyak 23 mahasiswa. Program tersebut juga diperkuat dengan kehadiran 10 mahasiswa Universitas Pattimura yang bergabung di wilayah Kei Kecil Timur Selatan.
Leni menjelaskan seluruh mahasiswa telah mendapatkan pembekalan Safety, Health and Environment (SHE) sebelum diterjunkan ke lokasi pengabdian. Pembekalan tersebut mencakup mitigasi risiko, keselamatan di wilayah perairan, penggunaan alat pelindung diri, hingga prosedur tanggap darurat.
“Kami memastikan seluruh mahasiswa memahami pentingnya keselamatan. Semua prosedur telah disiapkan agar mereka dapat melaksanakan pengabdian dengan aman selama berada di Maluku Tenggara,” katanya.
Menurutnya, pembekalan tersebut merupakan bagian dari penguatan sistem keselamatan KKN UGM yang terus disempurnakan berdasarkan evaluasi pelaksanaan program pada tahun-tahun sebelumnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara yang dinilai memberikan perhatian besar terhadap keselamatan mahasiswa sejak awal pelaksanaan program. Komitmen pemerintah daerah tersebut, kata Leni, memberikan rasa aman bagi mahasiswa maupun dosen pembimbing.
Selain pemerintah daerah, para kepala ohoi di lokasi KKN juga aktif mendampingi mahasiswa serta mengingatkan pentingnya menjaga keselamatan selama menjalankan kegiatan di lapangan.
“Kami sangat bersyukur karena pemerintah daerah, pemerintah ohoi, serta masyarakat memiliki kepedulian yang sama. Mereka tidak hanya menerima mahasiswa dengan baik, tetapi juga ikut menjaga dan membimbing mereka selama berada di desa,” ujarnya.
Selama mendampingi mahasiswa di Ohoi Elaar Let, Elaar Lamagorang, dan Elaar Ngursoin, Leni menyaksikan langsung sambutan hangat masyarakat yang membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan baru.
Menurutnya, KKN tidak hanya menjadi wadah pelaksanaan program kerja, tetapi juga proses pembelajaran kehidupan yang membentuk karakter mahasiswa melalui interaksi langsung dengan masyarakat.
“Mahasiswa belajar tentang gotong royong, kepedulian sosial, toleransi, kemandirian, dan kemampuan beradaptasi. Pengalaman hidup bersama masyarakat adalah pelajaran yang tidak ternilai,” katanya.
Ia berharap pengalaman tersebut mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Menjelang pelaksanaan program, Leni juga menyampaikan pesan kepada para orang tua mahasiswa agar tetap tenang karena seluruh peserta KKN berada dalam pengawasan dosen pembimbing, pemerintah daerah, pemerintah ohoi, dan masyarakat setempat.
“Anak-anak Bapak dan Ibu datang ke Maluku Tenggara untuk belajar, mengabdi, dan tumbuh menjadi pemimpin masa depan. Insyaallah kami akan menjaga mereka sebaik-baiknya,” ujarnya.
Ia menegaskan komitmen UGM dalam pelaksanaan KKN-PPM melalui prinsip yang terus dijaga setiap tahun, yakni memastikan mahasiswa berangkat dengan selamat, mengabdi dengan sepenuh hati, dan kembali pulang dengan selamat serta membawa manfaat bagi masyarakat.(*)

Saat ini belum ada komentar