Panca Karya Bantah Terjadi Pungli di Lintasan Hunimua-Waipirit
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 7
- comment 0 komentar

AMBON,-DEMAL ; Direktur PD.Panca Karya M.Rany Tualeka menegaskan jika tarif untuk tiket di tiap kelas yang dipatok PD.Panca Karya pada lintasan Hunimua-Waipirit sudah sesuai dengan ketentuan peraturan yang berlaku.
“Tidak ada pungutan liar atau biaya lain-lain untuk penumpang kelas ekonomi. Harga tiket itu sudah sesuai dengan peraturan, dan tiket dibeli melalui aplikasi online,” tegas Tualeka kepada wartawan di ruang kerjanya. Rabu 17 Juni 2026.
Lebih jauh Tualeka menjelaskan jika, tarif yang digunakan Panca Karya bahkan masih cukup murah, baik untuk kelas ekonomi, bisnis maupun VIP.
“Tarif kami masih sangat terjangkau dan memang sesuai dengan pasilitas yang kami sediakan untuk masing-masing penumpang di tiap kelas,” akuinya.
Adapun tarif tambahan itu hanya berlaku untuk pengguna yang menginginkan pasilitas tambahan, seperti penumpang yang sudah memiliki tiket ekonomi tapi mengingkan pasilitas bisnis. Ataupun dari bisnis ke pasilitas ekslusif (VIP).
“Memang ada biaya tambahan sebesar Rp6.500. Tapi itu berlaku bagi penumpang kelas ekonomi yang meninginkan pasilitas bisnis,” urainya.
Tualeka juga menyebut kebijakan ini hanya berlaku untuk lintasan Hunimua-Waipirit dan tidak berlaku di jalur komersil lain seperti Galala-Namlea maupun di jalur perintis lainnya.
“Jadi kenapa hanya di jalur Hunimua-Waiprit? Karena lintasan ini cukup padat bagi penumpang dan waktu yang singkat untuk ABK. Durasi pemesanan dan pemeriksaan tiket tidak lama cukup singkat. Hanya ada satu jam, 30 menit untuk bongkar dan 30 menit untuk angkut,” bebernya.
Untuk biaya tambahan ini model transkasi yang dipakai PD Panca Karya memang belum digital, dibayarkan secara langsung kepada petugas di atas kapal dan tercatat dalam pembukuan.
“Itu bukan pungli. Sebagaimana yang diviralkan,” ketusnya sembari menyentil unggahan salah satu pengguna media sosial yang menyebut kalau ada biaya tambahan bagi penumpang di kelas ekonomi.
“Memang kami akui jika ada kesalahan dalam percetakan, itu sebenarnya bukan suplesi. Kami sementara lagi upgrade sistemnya, ke depan transaksi untuk pasilitas tambahan di atas kapal ini akan online kita rencana menggunakan qris, bukan lagi manual,” tandasnya.(*)

Saat ini belum ada komentar