Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Kemenpar Sebut FPMK Masuk Prioritas Nasional Kharisma Event Nusantara

  • calendar_month Sabtu, 25 Okt 2025
  • visibility 274
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGGUR.-DEMAL; Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (Kemenpar RI) mengapresiasi Festival Pesona Meti Kei (FPMK) yang berlangsung meriah di Kabupaten Maluku Tenggara pada 20–27 Oktober 2025.

Ketua Tim Kerja Kemenpar untuk Wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, Rosalin Petrina Kristianti, menegaskan FPMK merupakan salah satu kegiatan unggulan yang masuk dalam program prioritas nasional Kharisma Event Nusantara (KEN).

“KEN adalah kumpulan event-event terbaik di Indonesia, dan tahun ini terdapat 110 acara dari 37 provinsi yang terpilih. Festival Pesona Meti Kei menjadi salah satunya,” ujar Rosalin saat menghadiri tradisi Fan Kurkurat di Ohoi Kolser, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Sabtu 25 Oktober 2025.

Wakil Bupati Malra memperlihatkan hasil tangkapannya di acara FPMK 2025

Menurutnya, program KEN merupakan bentuk nyata dukungan Pemerintah Pusat melalui Kemenpar terhadap penyelenggaraan kegiatan pariwisata daerah yang berkualitas. Program ini juga menjadi strategi kolaboratif antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan pariwisata untuk memperkuat citra pariwisata nasional.

“Kami berharap ke depan akan muncul lebih banyak kegiatan dari Kabupaten Maluku Tenggara yang bisa masuk dalam program KEN. Penyelenggaraan event semacam ini memiliki multiplier effect yang luas, mulai dari perputaran ekonomi hingga peningkatan promosi destinasi wisata lokal,” tambahnya.

Rosalin juga menyoroti pentingnya kreativitas dan inovasi dalam penyelenggaraan event di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia mendorong panitia pelaksana agar tidak hanya mengandalkan dana pemerintah, tetapi juga menjalin kemitraan dengan sektor swasta dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kemenpar mendorong agar penyelenggara event lebih kreatif dan mampu membangun skema sponsorship. Dengan begitu, kegiatan bisa terus berlangsung secara berkelanjutan,” tegasnya.

Selain itu, ia menekankan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah, tetapi juga pada semangat kolaborasi para pelaku pariwisata di daerah.

“Kami mengharapkan para pelaku pariwisata tetap bersemangat, terus berinovasi, serta belajar dari daerah lain melalui benchmarking untuk mengembangkan potensi lokal yang dimiliki,” pungkas Rosalin.

Festival Pesona Meti Kei 2025 menjadi momentum penting dalam memperkenalkan kekayaan budaya dan alam Kepulauan Kei kepada wisatawan nasional maupun mancanegara. FPMK juga memperkuat posisi Maluku Tenggara sebagai salah satu destinasi unggulan di kawasan Indonesia Timur.

Bupati Malra MTH, meninjau kerajinan tangan di acara FPMK 2025.

Ketua Badan Saniri Ohoi (desa) Kolser, Liberatus Lesomar, menjelaskan keunikan ikan kurkurat yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Ohoi Kolser. Menurutnya, ikan tersebut merupakan spesies khas yang hanya hidup di perairan Kolser dan tidak ditemukan di laut sekitar seperti Ohoi Loon, Fair, maupun Watdek.

“Menurut cerita leluhur, ikan kurkurat adalah ikan bersejarah bagi Ohoi Kolser. Salah satu keunikannya adalah kemampuannya yang masih bisa bergerak bahkan melompat keluar dari wajan meskipun sudah dimasak. Ikan ini memang aneh dan memiliki keistimewaan tersendiri,” jelasnya.

Ia menuturkan, meskipun ukuran ikan kurkurat tergolong kecil, struktur kulit dan dagingnya sangat kuat serta padat. Karena keunikannya itu, masyarakat Kolser menganggap kurkurat sebagai ikan pusaka yang menjadi identitas dan kebanggaan mereka.

“Kami percaya ikan ini adalah pusaka Ohoi Kolser yang tidak ada di tempat lain. Karena itu, kami terus menjaga dan melestarikannya sebagai warisan leluhur,” ujarnya.

Liberatus juga menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya karena tradisi Fan Kurkurat (memanah ikan kurkurat) kini menjadi salah satu kegiatan unggulan dalam FPMK yang telah masuk dalam agenda KEN Kementerian Pariwisata.

“Atas nama masyarakat Kolser, kami menyampaikan terima kasih kepada Kementerian Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara atas perhatian dan dukungannya terhadap tradisi Fan Kurkurat,” pungkasnya.(*)

Editor : Abd Karim

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Malra Jadikan Danar Ifak Jadi Desa Wisata Pancasila

    Pemkab Malra Jadikan Danar Ifak Jadi Desa Wisata Pancasila

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • visibility 249
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Pulau Kei, menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila melebur dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Semangat ini ditegaskan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, saat menghadiri kegiatan Pembentukan Desa Wisata Pancasila di Balai Desa Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Senin 20 Oktober 2025. “Pancasila adalah kompas moral dan […]

  • Dihadapan Senator Bisri, DKP Keluh: Sekarang Kita Hanya Penonton

    Dihadapan Senator Bisri, DKP Keluh: Sekarang Kita Hanya Penonton

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • visibility 325
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku telah dibatasi untuk mengelolah laut, meski dalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014, Pemerintah Provinsi punya kewenangan adalah sebesar 12 mil laut dari garis pantai. Hal ini disampaikan jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku kepada Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina dalam agenda […]

  • Rovik di Jambore Maluku: Jaga Alam atau Siap Terima Bencana

    Rovik di Jambore Maluku: Jaga Alam atau Siap Terima Bencana

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • visibility 672
    • 0Komentar

      AMBON-DM : Anggota DPRD Provinsi Maluku Rovik Akbar Afifudin, mengapresiasi dan beri dukungan penuh terhadap pelaksanaan Jambore Pencinta Alam ke-27 se-Maluku yang digelar di Kampus Universitas Darussalam (Unidar) Ambon. Kampus tersebut memiliki makna khusus bagi Ketua Umum Pengprov Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Maluku itu karena pernah menjadi tempatnya menimba ilmu. Rovik menyebut Jambore […]

  • Capaian SPM Pendidikan Baru 58,21 Persen, Pemkab Maluku Tenggara Lakukan Pembenahan

    Capaian SPM Pendidikan Baru 58,21 Persen, Pemkab Maluku Tenggara Lakukan Pembenahan

    • calendar_month Jumat, 19 Jun 2026
    • visibility 90
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara terus memperkuat upaya peningkatan kualitas layanan pendidikan melalui percepatan pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang pendidikan. Langkah tersebut menjadi prioritas daerah menyusul capaian SPM pendidikan yang saat ini berada pada angka 58,21 persen. Komitmen tersebut mengemuka dalam Rapat Koordinasi Peningkatan Standar Pelayanan Minimal Pendidikan yang diselenggarakan Dinas Pendidikan […]

  • Raih 218 poin,Kafilah Maluku Tenggara Tembus Tiga Besar MTQ Provinsi Maluku

    Raih 218 poin,Kafilah Maluku Tenggara Tembus Tiga Besar MTQ Provinsi Maluku

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • visibility 129
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL; Kabupaten Maluku Tenggara kembali menorehkan prestasi di bidang keagamaan dengan meraih peringkat ketiga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026. Capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembinaan Al-Qur’an yang dilakukan secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ). Berdasarkan keputusan dewan hakim, Kafilah Kabupaten Maluku Tenggara mengumpulkan […]

  • Warga Mulai Mendulang Emas di Bawah Jembatan Waenibe,Sehari 12 Gram

    Warga Mulai Mendulang Emas di Bawah Jembatan Waenibe,Sehari 12 Gram

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • visibility 382
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL; Potensi biji emas di Pulau Buru ternyata tidak hanya terkonsentrasi di Gunung Botak, terbaru salah satu sungai yang berjarak kurang dari 7 kilo meter dari pemukiman Desa Waenibe Kecamatan Fena Leisela juga menyimpan emas. Salah satu warga net dalam unggahannya di media sosial mengenai hasil pendulangan emas di bawah jembatan Waenibe dalam sehari bisa […]

expand_less