Tokoh Agama,Senator Bisri, Ingatkan Ummat Beragama Jaga Kondisifitas Maluku
- calendar_month Sab, 30 Agu 2025
- visibility 322
- comment 0 komentar

Anggota DPD-RI Bisri As Shiddiq Latuconsina
AMBON-DM: Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina mengingatkan agar masyarakat tidak terprovokasi oleh situasi politik nasional saat ini.
Para elemen muda, mahasiswa dan pelajar di Maluku juga diminta menahan diri, tak terpancing dengan keadaan di Jakarta dan daerah-daerah lainnya di Indonesia.
“Kita tidak boleh jatuh di lubang yang sama untuk kedua kali. Tugas kita hari ini adalah membangun Maluku, membantu pemerintah daerah menciptakan kesejahteraan. Perang kita adalah melawan kemiskinan dan ketidakadilan, bukan konflik komunal,” tegas Latuconsina di sela konferensi pers bertajuk Seruan Damai para tokoh agama Maluku untuk Indonesia di kantor Sinode GPM. Sabtu,30 Agustus 2025.

Bisri menekankan, kepentingan menjaga Maluku tetap damai jauh lebih besar daripada terjebak provokasi politik nasional.
“Budaya Maluku yang luhur mengajarkan cinta kasih. Dari bumi raja-raja ini, kita menyerukan perdamaian demi Indonesia,” pungkasnya sembari berharap pesan-pesan damai yang disampaikan para tokoh agama di Maluku, menjadi pesan kuat bagi seluruh bangsa bahwa Maluku yang pernah mengalami luka mendalam akibat konflik komunal kini memilih jalan damai.

Sementara itu, dalam seruan damai, para tokoh agama Maluku mengajak masyarakat Maluku dan Indonesia untuk menumbuhkan komunikasi yang sehat, semangat persaudaraan, dan menghindari salah paham yang dapat memicu konflik.
“Kita tidak ingin ada lagi korban. Jangan biarkan salah sangka menjadi pemicu ketegangan yang berujung kekerasan, apalagi sampai mengoyakkan tenunan kebangsaan kita,” demikian isi pernyataan bersama yang dibacakan Ketua MUI Maluku Prof. Abdullah Latuapo.

Para tokoh agama menyerukan ummat beragama di Maluku menjaga kondisifitas tak terporovokasi kondisi di Jakarta.
Para tokoh agama juga menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Affan Kurniawan, pengemudi ojek online di Jakarta, serta seorang siswa SMK Negeri 3 Ambon yang menjadi korban kekerasan beberapa waktu lalu.
Mereka menegaskan pentingnya menyalurkan aspirasi dengan cara yang santun melalui dialog antarlembaga dan antarpribadi, bukan lewat kekerasan.

“Demokrasi ini mahal. Kedaulatan adalah milik rakyat. Maka segala tindakan harus dilakukan dengan semangat persuasif dan penegakan hukum yang adil, transparan, dan memberi rasa aman bagi semua lapisan masyarakat,” lanjut pernyataan itu.
Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Elifas T Maspaitella juga menekankan, stabilitas di Maluku menjadi bagian penting dari stabilitas nasional. Ia mengingatkan, pengalaman pahit konflik di masa lalu harus menjadi pelajaran berharga.
“Kita sudah belajar bahwa hal-hal seperti ini bisa memperkeruh suasana kebersamaan, bahkan menghambat pembangunan. Karena itu penting sekali perdamaian. Pesan ini kami sampaikan agar seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa dan pemuda, dapat bersama-sama membingkai suasana damai di Maluku,” ujar Elifas.
Dalam pembacaan naslah seruan damai ini, turut dihadiri Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Kapolda Maluku Irjen Pol Prof. Dr. Dadang Hartanto, Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, serta Anggota Komite I DPD RI, Bisri Assidiq Latuconsina.
Dari kalangan pemuka agama, Ketua MUI Maluku Prof. Abdullah Latuapo,Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM Pendeta Elifas T Maspaitella, Uskup Diosis Amboina Mgr. Seno Ngutra, Ketua WALUBI Maluku Wilhelmus Jawerissa, serta perwakilan umat Hindu Maluku.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar