Polres Aru, Pemda dan GPM Dobo Gelar Doa Bersama di Empat Titik Pascakonflik Pemuda
- calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
- visibility 3
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL.-Polres Kepulauan Aru bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru dan Majelis Jemaat GPM Dobo menggelar doa bersama di empat titik yang sebelumnya menjadi lokasi konflik antarkelompok pemuda di Kota Dobo, Kamis (6/8/2026) petang.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memulihkan situasi keamanan, mempererat persaudaraan, serta mengajak masyarakat menjaga kedamaian setelah bentrokan yang sempat terjadi beberapa hari terakhir.
Doa bersama dimulai di Lorong PLN/Kampis, kemudian berlanjut ke Lapangan Besi Tua, belakang Gereja Katolik, dan diakhiri di pertigaan Jalan Air Merah.
Kegiatan dihadiri Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel, Wakapolres Kepulauan Aru Kompol Djesy Batara, Danramil 1503-03 Dobo, lima pendeta Majelis Jemaat GPM Dobo, personel TNI-Polri, para ketua RT, lurah, majelis jemaat, serta masyarakat. Total peserta sekitar 75 orang.
Prosesi doa dipimpin secara bergantian oleh Ketua Majelis Jemaat GPM Dobo Pdt. J. Lokollo, Pdt. A.B. Amarduan, Pdt. Wattimena, dan Pdt. Rahametwau.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan mendapat pengamanan dari personel TNI dan Polri.
Wakapolres Kepulauan Aru Kompol Djesy Batara mengatakan doa bersama menjadi ikhtiar membangun kembali persaudaraan sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Kegiatan doa bersama yang melibatkan Jemaat GPM Dobo kami yakini dapat menyentuh seluruh masyarakat Kota Dobo khususnya dan Kabupaten Kepulauan Aru pada umumnya untuk terus bergandeng tangan menjaga keamanan dan ketertiban di setiap lingkungan tempat kita tinggal. Karena damai itu indah,” ujar Djesy.
Ia menegaskan Polres Kepulauan Aru akan terus mengedepankan pendekatan humanis dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), melalui sinergi dengan pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen warga.
Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci untuk mencegah konflik serupa kembali terjadi.
Melalui kegiatan doa bersama tersebut, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh agama berharap masyarakat dapat terus menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, serta menciptakan suasana yang aman dan damai di Kota Dobo. (*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar