Lantik Penjabat Esalon, Bupati Tekankan Pentingnya Disiplin dan Pelayanan
- calendar_month Jum, 7 Nov 2025
- visibility 151
- comment 0 komentar

Sejumlah penjabat dilingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara dilantik Bupati. (foto/ist)
LANGGUR.-DEMAL; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan bahwa pelantikan pejabat administrator dan pengawas bukanlah seremoni belaka atau pengisian jabatan struktural semata, melainkan merupakan panggilan pengabdian dan wujud nyata komitmen kepada daerah serta masyarakat Maluku Tenggara.
“Jabatan yang diemban bukanlah simbol kehormatan, melainkan amanah dan tanggung jawab moral,” tegas Bupati Thaher dalam sambutannya pada pelantikan pejabat administrator dan pengawas di Aula Kantor Bupati, Jumat 7 November 2025.
Ia mengingatkan para pejabat untuk mengevaluasi diri atas perjalanan sebelumnya, dan pada saat yang sama menatap masa depan dengan semangat perubahan. Menurutnya, di pundak para pejabat tertumpu harapan masyarakat akan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan manusiawi.
“Jangan biarkan masyarakat terlalu lama menunggu, apalagi hanya untuk urusan administrasi. Tampil di depan mereka dan berikan layanan yang prima,” tegasnya.
Bupati menekankan bahwa integritas, loyalitas, profesionalitas, serta semangat gotong royong adalah ciri mutlak bagi aparatur pemerintahan. Ia menyebut birokrasi sebagai “mesin penggerak perubahan” menuju Maluku Tenggara yang lebih maju.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menginstruksikan Staf Ahli untuk menginventarisasi pejabat eselon II yang tidak hadir dalam pelantikan, sebagai bentuk evaluasi kedisiplinan.
“Kalau kepala dinas tidak disiplin, maka stafnya juga pasti tidak disiplin,” ujarnya tegas.
Thaher juga menyoroti peran camat dan ASN sebagai penggerak pembangunan di tingkat akar rumput. Camat disebut bukan sekadar administrator, melainkan juga pemimpin sosial, mediator, dan motor pembangunan.
“Camat harus hadir di tengah-tengah masyarakat, mengenal persoalan, memahami kebutuhan, serta mencari solusi bersama rakyat,” imbuhnya.
Kepada pejabat eselon III dan IV, Bupati meminta mereka menjalankan fungsi koordinasi dan perencanaan secara aktif dan tidak hanya menunggu perintah. Ia menekankan pentingnya loyalitas terhadap pimpinan dan membangun kerja tim yang solid.
Lebih jauh, Bupati mengingatkan agar perbedaan pendapat tidak menjadi alasan menebar fitnah atau ujaran kebencian. Ia menegaskan bahwa keberhasilan maupun kegagalan satu individu adalah tanggung jawab kolektif.
“Jangan mencari kesalahan orang lain untuk mencelakakan mereka. Belajarlah dari kekurangan pimpinan untuk memperbaiki pelayanan,” pesannya.
Bupati juga menegaskan komitmen Pemkab Maluku Tenggara dalam mendukung pelaksanaan program prioritas nasional dan daerah seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, dan Sekolah Rakyat.
Ia meminta para camat dan pejabat baru untuk aktif mengawal implementasi program tersebut.
Tak hanya itu, ia juga menekankan pentingnya membangun birokrasi modern yang inovatif namun tetap berakar pada kearifan lokal. Pelayanan publik ke depan, kata Thaher, harus semakin transparan, digital, dan efisien.
Dalam penutup, Bupati menyampaikan apresiasi dan pesan moral kepada pejabat yang dilantik.
“Saya memilih berdasarkan kemampuan. Sejarah akan mencatat bahwa pada masa pengabdian Saudara, birokrasi Maluku Tenggara menjadi lebih responsif, lebih melayani, dan lebih manusiawi,” pungkasnya. (*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar