Genjot Wirausaha Muda, Pemkab Malra Gelar Pelatihan Perbengkelan dan Pertukangan
- calendar_month Sen, 6 Okt 2025
- visibility 123
- comment 0 komentar

Foto bersama Bupati Malra dan para peserta pelatihan.
LANGGUR.-DEMAL; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan pelatihan otomotif dan meubel merupakan langkah konkret untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing kewirausahaan bagi pemuda pemula di daerah tersebut.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Maluku Tenggara dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Ambon.
“Melalui kerja sama ini, Pemerintah Daerah berkomitmen memberikan ruang bagi pengembangan potensi generasi muda agar mampu menjadi pelaku usaha yang mandiri, kreatif, dan produktif,” ujar Thaher Hanubun saat membuka kegiatan di Aula Kantor Bupati, Senin 6 Oktober 2025.
Pelatihan difokuskan pada dua bidang utama, yakni otomotif dan pertukangan kayu (meubel), dengan total 32 peserta dari wilayah Kei Kecil, Kecamatan Manyeuw, Kei Besar, dan Kei Besar Selatan.
Menurut Bupati, pelatihan ini sangat strategis karena tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membangun mental kewirausahaan yang tangguh, inovatif, dan mampu bersaing.
“Tantangan dunia usaha dewasa ini semakin kompleks. Penguasaan keterampilan dan keahlian menjadi kunci untuk bertahan dan berkembang. Saya berharap peserta mengikuti setiap materi dan praktik dengan sungguh-sungguh agar dapat menghasilkan karya bernilai jual tinggi,” tegasnya.
Thaher juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pemanfaatan produk hasil pelatihan, khususnya oleh dinas-dinas teknis seperti Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pendidikan, serta Dispora.
Ia juga mengingatkan bahwa Maluku Tenggara pernah memiliki Balai Pelatihan yang kini tidak lagi aktif, namun SMK Siwa Lima Langgur terus memainkan peran penting dalam pengembangan keterampilan siswa.
“Kita pernah punya sejarah hebat, seperti kerja sama antara STM Siwa Lima Langgur dan PT Nurtanio Bandung di era B.J. Habibie. Semangat dan kemampuan lokal itu harus kita hidupkan kembali,” kenangnya.
Lebih lanjut, Bupati mengimbau peserta agar menjauhi kebiasaan negatif seperti konsumsi minuman beralkohol yang bisa merusak masa depan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan dalam berwirausaha berangkat dari disiplin, kerja keras, dan integritas.
“Jadikan pelatihan ini sebagai titik awal. Jadilah agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat di lingkungan masing-masing,” tutupnya.
Bupati juga memberikan apresiasi kepada Dispora Maluku Tenggara dan BPVP Ambon atas komitmen dan kerja keras dalam menyelenggarakan pelatihan. Ia berharap kerja sama ini terus berlanjut melalui program lain yang relevan dengan potensi dan kebutuhan lokal, guna mendorong lahirnya wirausahawan muda yang kompeten dan berdaya saing.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar