Gandeng Kampus Australia, Ambon Kembangkan Teknologi Pengolah Sampah Mandiri
- calendar_month Sel, 16 Jun 2026
- visibility 14
- comment 0 komentar

AMBON,-DEMAL ; Soegijapranata Catholic University (SCU) bersama Macquarie University Australia, Pemerintah Kota Ambon, Politeknik Negeri Ambon, dan Institut Tifa Damai Maluku secara resmi memulai program kolaborasi bertajuk “ Advancing an Equitable and Just Energy Transition in Ambon through Community-Based Waste Innovation and Inclusive Education”melalui kegiatan Kick-Off Meeting di Ambon.
Program ini didukung oleh KONEKSI melalui kemitraan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek), LPDP, dan Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia.
Program akan berlangsung hingga tahun 2027 dengan fokus pada penguatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah plastik dan pengembangan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan lokal Kota Ambon.
Ketua Tim Peneliti Indonesia, Dr. Yustina Trihoni Nalesti Dewi, menegaskan bahwa kehadiran tim bukan untuk membawa solusi yang telah jadi atau memberikan hibah kepada masyarakat.
“Program ini berangkat dari keyakinan bahwa masyarakat Ambon telah memiliki pengetahuan, pengalaman, jaringan sosial, dan berbagai prakarsa yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam mengatasi persoalan lingkungan. Kami hadir untuk belajar, bekerja sama, dan mengembangkan solusi bersama berdasarkan potensi yang telah dimiliki masyarakat sendiri,” ujarnya.
Karena itu, pendekatan yang digunakan dalam program ini menempatkan masyarakat sebagai mitra utama. Berbagai komunitas, bank sampah, kelompok lingkungan, kelompok perempuan, kelompok pemuda, sekolah, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat akan dilibatkan sejak tahap identifikasi masalah hingga pengembangan solusi.
Salah satu fokus program adalah pengembangan teknologi pirolisis skala lokal untuk mengolah sampah plastik menjadi energi dan produk yang memiliki nilai guna.
Teknologi ini dikembangkan dengan mempertimbangkan kemampuan teknis dan sumber daya yang tersedia di Ambon sehingga dapat direproduksi, dimodifikasi, dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat serta institusi lokal setelah program berakhir.
Selain aspek teknologi, program ini juga akan memperkuat pendidikan lingkungan dan kesadaran publik mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Dengan demikian, perubahan yang dihasilkan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga sosial dankelembagaan.
Pemerintah Kota Ambon menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai bagian dari program prioritas dalam upaya membangun kota yang lebih bersih, berkelanjutan, dan partisipatif. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan mitra internasional diharapkan dapat menghasilkan model pengelolaan sampah yang dapat direplikasi di berbagai wilayah Indonesia.
Melalui program ini, para mitra berharap dapat menunjukkan bahwa transisi menuju masa depan yang lebih berkelanjutan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan masyarakat untuk mengorganisasi diri, membangun kolaborasi, dan mengembangkan kekuatan yang telah tumbuh dari dalam komunitas mereka sendiri.(*)

Saat ini belum ada komentar