Dinkes Malra Sukses Gelar Skrening Massal Libatkan Ratusan Warga
- calendar_month Sen, 20 Okt 2025
- visibility 175
- comment 0 komentar

Warga Kei Kecil Antusias Jalani Skrining Massal
LANGGUR.-DEMAL ; Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Tenggara melakukan skrening massal sebagai langkah proaktif dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan menggelar gerakan penanggulangan penyakit prioritas di wilayah daratan Kei Kecil. Sabtu 18 Oktober 2025.
Kepala Dinas Kesehatan Maluku Tenggara, Muchsin Rahayaan, menjelaskan bahwa kegiatan skrening ini bukan sekadar pengumpulan data medis, tetapi merupakan upaya transformatif untuk mendorong perubahan pola hidup masyarakat menuju perilaku sehat.
“Ini bukan hanya soal deteksi, tapi juga soal bagaimana kita mengubah cara pandang dan pola hidup masyarakat agar lebih sehat,” ujar Rahayaan di Langgur, Senin 20 Oktober 2025.
Hasil sementara menunjukkan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), indikasi stroke, dan penyakit kulit sebagai temuan dominan di masyarakat adalah tren penyakit yang cukup mengkhawatirkan.
Kegiatan ini menargetkan sejumlah penyakit berbahaya yang menjadi prioritas nasional, antara lain penyakit kardiovaskular, kanker, stroke, gangguan ginjal (uronefrologi), serta kesehatan ibu dan anak.
Fokus utama kegiatan dipusatkan di wilayah kerja Puskesmas Wab, Debut, Wain, dan Kolser, yang selama ini tercatat memiliki prevalensi kasus tertinggi. Untuk memperluas jangkauan layanan, Dinas Kesehatan juga mengerahkan seluruh tenaga kesehatan dari puskesmas yang tersebar di daratan Kei Kecil.
Menurut Rahayaan, hasil skrining lapangan ini akan menjadi peta jalan penting bagi penyusunan kebijakan dan intervensi kesehatan yang lebih terarah.
“Kami akan lanjutkan kegiatan ini ke desa-desa lain berdasarkan laporan kepala puskesmas dan hasil cakupan penyakit yang ditemukan,” ujarnya.
Selain itu, Dinas Kesehatan Maluku Tenggara menekankan pentingnya pendekatan preventif melalui penerapan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Program ini diharapkan dapat menekan angka penyakit kronis serta mengurangi beban biaya kesehatan jangka panjang di wilayah tersebut.
Rahayaan menambahkan, keberhasilan program ini bergantung pada kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat dalam menjaga kesehatan bersama.
“Kami ingin masyarakat sadar bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tetapi juga kewajiban setiap individu,” tandasnya.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar