Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Rapat di Bappeda, Senator Bisri Bahas Hilirisasi Rempah Hingga Data Base SDA Maluku

  • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
  • visibility 648
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON-DM : Sudah waktunya Pemerintah Provinsi Maluku mengkonsepkan hilirisasi rempah-rempat Maluku, baik itu kopra, cengkih, pala maupun komuditas  alam lainnya.

Hal ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong terciptanya lapangan pekerjaan dan juga memicu pertumbuhan ekonomi. 

“PAD Maluku sangat kecil, parahnya banyak regulasi membatasi kewenangan daerah untuk mengelolah  Sumber Daya Alam yang ada,” ungkap Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Maluku Bisri As Shiddiq Latuconsina disela pertemuannya dengan Bappeda Maluku di kantor Gubernur Maluku.Selasa,17 Juni 2025.

Terpenting dari itu juga, dengan hilirisasi maka Pemerintah Provinsi Maluku akan sangat mudah mengedalikan harga jual komoditi rempah lokal Maluku. 

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Daerah Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina menjelaskan, rempah-rempah Maluku, seperti pala, cengkih, kopra, dan komuditas lainnya berkualitas tinggi. 

Berdasarkan hasil penilitian,tingkatan kemurnian rempah-rempah asli Maluku juga sangat tinggi dibanding rempah daerah lainnya. Bahkan dalam kondisi rusak pun rempah Maluku masih punya nilai jual karena kemurniannya. 

Tapi selama ini, secara ekonomi kekayaan alam Maluku itu  belum membawa kesejahteraan bagi petani. 

Bisri mengatakan itu  disebabkan, beberapa hal yakni, harga jual remlah Maluku seperti pala dan cengkih diserahkan kepada pasar termasuk kopra dan coklat. Pemerintah selama ini tidak mengendalikan harga jual. Sehingga yang untung lebih adalah para tengkulak. 

Kemudian, produk yang dijual ke luar Maluku hanya dalam bentuk biji atau bahan baku mentah. Sementara jika ada hilirisasi rempah-rempah hasil yang keluar adalah produk siap pakai, dengan sendirinya dimasa akan datang program ini membawa dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah maupun petani.

“ Sejarah telah membuktikan bahwa rempah-rempah kita Pala dan Cengkih menjadi buruan dunia itu ratusan tahun lalu, tapi sekarang harga rempah kita tidak menguntungkan para petani,” nilainya.

Hilirisasi ini penting, utamnya buah pala maupun cengkih yang mengandung usnur-unsur kimia dan sering digunakan untuk ragam produk ekonomi, bukan hanya industri makanan tapi juga dalam bidang medis obat-obatan dan fasion farpum dan lain-lainnya. 

Jika kemudian, hilirasi rempah-rempah ini dikonsepkan dan menjadi yang prioritas, sudah pasti dikemudian hari ketergantungan anggaran pembangunan dari pusat akan berkurang. 

Sebagai catatan, selama berada di Maluku, Bisri akan mengujungi beberapa instansi pemerintah daerah, pertemuan-pertemuan  ini tidak terlepas dari agenda reses masa sidang IV tahun 2025.

Dalam pertemuan dengan Kepala Bappeda Maluku, Bisri juga menyoroti Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Maluku yang dinilainya tidak proporsional. 

Banyak sekali sumber daya alam yang dikeruk dan diambil Pemerintah Pusat dari Maluku tapi hasil yang didapat Provinsi Maluku belum adil. Misalnya Perikanan, perairan  Maluku menyumbang sekitar 26 hingga 30 persen dari total stok ikan nasional. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran Maluku dalam menjaga ketersediaan ikan bagi seluruh wilayah Indonesia. 

“ DBH yang kita dapat belum adil, harusnya pembagian DBH  proforsional, tidak bisa sumber dayanya milik kita namun DBHnya dibagi sama untuk seluruh Indonesia, masukan-masukan dari Bappeda juga sudah kami catat, dan akan kami suarakan pada rapat-rapat di Jakarta,” ungkap Bisri.

Selain itu, Bisri juga menyarankan supaya Pemerintah Provinsi Maluku harus segera menyusun data base potensi Sumber Daya Alam (SDA) Maluku secara mandiri, tidak bisa bergantung pada data base  milik pemerintah pusat.

Tujuannya supaya, pemerintah provinsi Maluku termasuk Pemerintah Kabupaten/Kota punya data pembanding yang bisa digunakan untuk meningkatkan posisi tawar masyarakat Maluku kepada pusat.

“ Sejauh ini, peta sumber daya alam kita di Maluku, ditentukan Jakarta (Pempus) kita tidak punya data base sendiri. Ini problem saat ini dan masa depan bagi kita,” singgungnya.(*)

Editor : Abd Karim 

Tags
  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Percantik Wajah Kota Langgur, Bupati Thaher Siapkan Ruang Kreatif bagi Anak Muda

    Percantik Wajah Kota Langgur, Bupati Thaher Siapkan Ruang Kreatif bagi Anak Muda

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • visibility 306
    • 0Komentar

    Guna mencegah tawuran, Pemkab akan menghidupkan taman-taman kota (Landmark, Tabob, Watdek) dengan fasilitas kuliner dan panggung kreatif. Bupati bahkan telah menyiapkan alat musik lengkap untuk mendorong anak muda berkegiatan produktif.

  • Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

    Perkuat Jejaring Kolaboratif di KK Pulau Buano, Fokus Sasi di Desa Soleh-Waesala

    • calendar_month Sabtu, 6 Jun 2026
    • visibility 273
    • 0Komentar

    AMBON,DEMAL: Praktik penangkapan ikan destruktif mengancam ekosistem terumbu karang di Perairan Selat Buano, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku. Pengelolaan kolaboratif dan sasi dianggap efektif melindungi habitat laut dari eksploitasi tersebut. Upaya perlindungan tersebut kemudian diperkuat melalui program TFCCA. Teranyar, program yang dipimpin konsorsium Yayasan SAHARI bersama CTC dan KIRANIS kini memasuki fase rancangan dokumen pengelolaan kolaboratif. […]

  • Ini Perusahaan “Penerima” Kelebihan Bayar Proyek BPJN Maluku

    Ini Perusahaan “Penerima” Kelebihan Bayar Proyek BPJN Maluku

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • visibility 1.059
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ;Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menemukan kelebihan bayar di 21 paket proyek pada lingkup Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Maluku merupakan hasil analisa atas belanja fisik tahun anggaran 2022 dan semester I tahun anggaran 2023. Dalam laporan tersebut, BPK membagi dua skema penilaian yakni lebih bayar dan kurang bayar dengan […]

  • Isi Pidato Bupati di HUT ke 73 Kab Malra, Singgung Kemajuan Korea-Jepang

    Isi Pidato Bupati di HUT ke 73 Kab Malra, Singgung Kemajuan Korea-Jepang

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • visibility 397
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL ; Dengan segala keterbatasan yang dimiliki, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus berupaya hadirikan pelayanan maksimal kepada masyarakat setempat. Bupati Kabupaten Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun bahkan mengutip konsep constraint-based creativity, merujuk hasil penelitian Harvard Business Review tahun 2019 yang menyebut tim dengan sumber daya terbatas kerap menghasilkan solusi yang lebih inovatif. Sebagaimana Jepang pasca […]

  • Curhat Salah Orang: Ketika Self-Disclosure Membuka Jalan Perselingkuhan

    Curhat Salah Orang: Ketika Self-Disclosure Membuka Jalan Perselingkuhan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • visibility 1.243
    • 0Komentar

    Penulis: Kelly Ayu Anggraeni Program Studi Magister Ilmu Komunikasi-Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Jakarta

  • Diresmikan Prabowo, PLTP Ijen, Masuk PSEB yang Didukung PT SMI

    Diresmikan Prabowo, PLTP Ijen, Masuk PSEB yang Didukung PT SMI

    • calendar_month Jumat, 27 Jun 2025
    • visibility 500
    • 0Komentar

    JAKARTA-DM : Jejak PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) dalam peta  percepatan  transisi  energi  di Indonesia  kian  nyata.  Kamis,26 Juni 2025, Presiden  Prabowo Subianto melalui video conference meresmikan PLTP Ijen, sebuah proyek energi baru  terbarukan yang didukung pembangunannya oleh PT SMI. Sesuai rilis yang diterima redaksi dekritmaluku.com, PLTP Ijen merupakan satu diantara Program Strategis Energi Baru (PSEB) yang didukung PT.SMI.  Peresmian PLTP Ijen merupakan  salah satu […]

expand_less