Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Tim Ekspedisi Tebing Wanadri Berhasil Taklukan Puncak Kaku Mahu – Pulau Buru

  • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
  • visibility 445
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON-DM : Setelah melalui perjalan panjang selama belasan hari yang menguras waktu dan tenaga, tim Ekspedisi Wanadri 2025 bertajuk Rediscover Buru tiba di puncak Kaku Mahu. Pada 8 Mei 2025

Ketua Tim Pemanjatan Tebing Kaku Mahu, Jihan Syafira mengatakan pada tanggal 28 April 2025 lalu, Tim Ekspedisi Tebing Kaku Mahu yang merupakan bagian awal dari  Ekspedisi Wanadri 2025 – Rediscover Buru, memulai operasionalnya. 

Kegiatan ini bagian dari upaya melaksanakan 4 pilar kegiatan Wanadri. Yakni, Pendidikan, Penjelajahan, Kemanusiaan, dan Lingkungan.

Perjalanan tim ekspedisi Rediscover Buru diawali dengan memasuki Gunung Hutan dari Desa Nanali, Kecamatan Kepala Madan, Pulau Buru untuk mencapai dasar tebing yang akan dijadikan titik awal pemanjatan. 

“Pelaksanaan operasional Gunung Hutan dan Pemanjatan Tebing Kaku Mahu ini direncanakan membutuhkan waktu total 15 hari,” ungkap Jihan dalam keterangannya kepada redaksi dekritmaluku.com. Kamis,15 Mei 2025.

Menurutnya, tim membutuhkan waktu enam hari untuk mencapai titik awal pemanjatan. Anggota tim harus menembus medan pegunungan batuan karst dg hutan belukar yang lebat dan cukup berat, menyusuri jalur terjal sambil menerapkan sistem pendorongan logistik tahap demi tahap hingga akhirnya sampai di titik basecamp.

Selain itu juga, banyak batuan tajam yang mudah terlepas, memaksa semua anggota  untuk terus berhati-hati, menjaga setiap langkah dan pergerakannya.

Panjang lintasan vertikal yang dilalui tim kurang lebih 350 meter Total 7 Pitch pemanjatan dan 300 meter medan scrambling menuju puncak Kaku Mahu.

“ Setelah perjalanan panjang dan melelahkan menuju basecamp, akhirnya pada tanggal 4 Mei 2025, tim bisa memulai operasional pemanjatan. Dengan durasi pemanjatan  selama 6 hari dengan hari pertama turun kembali ke dasar tebing dan 4 malam bermalam di tebing (hanging camp), tim menghadapi beberapa kendala dalam pemanjatan multi-pitch. Salah satunya cuaca ekstrem, hujan deras mengguyur hampir setiap hari,” bebernya. 

Akhirnya Pada tanggal 8 Mei 2025, pukul 10.45 WIT,  di bawah langit yang cerah, tim pemanjat akhirnya berhasil mencapai Puncak Kaku Mahu (03° 14” 17’ LS  126° 04” 22 BT).

“ Keberhasilan ini berkat kerjasama dan dukungan dari semua tim yang terlibat, terutama tim pendukung yang selalu standby di dasar tebing. Jumlah personil,” 

Tim mencatat, pegunungan Kepala Madan memiliki banyak puncakan di atas ketinggian 2000 Mdpl, ini adalah hamparan pegunungan karst yang terbentuk dari pelarutan batuan kapur. 

Pegunungan ini memiliki formasi batuan terjal, tebing curam. Medannya yang ekstrem ini, menawarkan pemandangan yang spektakuler dari dinding dan puncak-puncaknya.

Sahira juga akui, selain melakukan pemanjatan, diantara anggota tim, terdapat seorang pemanjat sekaligus peneliti dari Mahatva – Fakultas Pertanian UNPAD Bandung yang bertugas mengambil sample berbagai flora yang di temukan di sepanjang jalur lintasan pemanjatan dan area puncak. Sample yang  di ambil ini disiapkan untuk dianalisa lebih lanjut setelah kembali ke kampus Fak Pertanian UNPAD Bandung.

“ Saat ini, tim sudah kembali ke Desa Nanali. untuk recovery, bersih-bersih peralatan, dan akan melanjutkan kegiatan coaching clinic dengan beberapa pecinta alam putra daerah, tentang teknik pemanjatan. Selanjutnya bersama-sama menjalankan rencana pembuatan jalur sport di tebing dekat Desa Nanali,” pungkasnya. 

Pada kesempatan itu, tim Ekspedisi Tebing Kaku Mahu, yang merupakan bagian dari Ekspedisi Wanadri: Rediscover Buru, 2025, juga bersyukur kepada Tuhan YME dan berterimakasih kepada warga masyarakat, pecinta alam, tokoh masyarakat dan tetua adat desa Nanali, Rektor Universitas Iqro dan jajarannya, Bupati Buru beserta jajarannya, Bupati Buru Selatan beserta jajarannya, BASARNAS Ambon dan Namlea, Kepolisian, Dinas Kehutanan Ambon serta semua sponsor, donatur dan pihak-pihak yang telah membuat ekspedisi ini berjalan sesuai rencana.

Sebagai tambahan, Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung Wanadri, merupakan organisasi pecinta alam yang di dirikan di bandung, sejak tahun 1964. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gantikan Rusdi Ambon, Gubernur Tunjuk Tualeka Jabat Dir Panca Karya

    Gantikan Rusdi Ambon, Gubernur Tunjuk Tualeka Jabat Dir Panca Karya

    • calendar_month Senin, 15 Sep 2025
    • visibility 748
    • 0Komentar

      AMBON.-DM : Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa resmi mengangkat M.Rany Tualeka sebagai Direktur PD. Panca Karya, menggantikan Rusdi Ambon. Mantan Anggota DPRD Maluku Tengah itu dinilai cakap dan dianggap mampu membawa kemajuan bagi bisnis PD.Panca Karya. “ Insya Allah, Amin,” kata M. Rany Tualeka saat dikonformasi terkait kebenaran informasi pengangkatannya sebagai Direktur PD.Panca Karya yang […]

  • What the New Trade Deal Really Means for Small and Local Businesses

    What the New Trade Deal Really Means for Small and Local Businesses

    • calendar_month Kamis, 9 Jan 2025
    • visibility 404
    • 0Komentar

    Vivamus mattis rutrum nisi, pulvinar congue nulla sagittis vitae. Mauris ut tincidunt urna. Fusce sed quam semper, fringilla quam id, ullamcorper tellus. Vivamus in tortor enim. Pellentesque finibus, justo vel auctor scelerisque, turpis sapien fermentum tortor, non finibus tellus velit et ligula. Mauris dictum sapien sagittis commodo auctor. Cras condimentum porttitor quam, a lacinia augue […]

  • Gandeng FH UKIM, Senator Bisri Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Keindonesiaan

    Gandeng FH UKIM, Senator Bisri Tanamkan Nilai Kebangsaan dan Keindonesiaan

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • visibility 184
    • 0Komentar

      AMBON,-DEMAL : Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Daerah Pemilihan Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bekerja sama dengan Fakultas Hukum Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM), Sabtu 20 Juni 2026. Kegiatan edukatif yang dirancang untuk memperkuat wawasan ketatanegaraan dan karakter kebangsaan bagi para mahasiswa ini dilaksanakan di lingkungan […]

  • Mendagri Dorong Percepatan Tealisasi APBD 2025 untuk Ekonomi Daerah

    Mendagri Dorong Percepatan Tealisasi APBD 2025 untuk Ekonomi Daerah

    • calendar_month Kamis, 8 Mei 2025
    • visibility 420
    • 0Komentar

    JAKARTA-DM : Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menekankan pentingnya percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 sesuai target untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah. Hal ini disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Percepatan Realisasi APBD 2025 yang digelar secara virtual bersama seluruh kepala daerah se-Indonesia dari Kantor Pusat Kementerian Dalam […]

  • Raih WTP Ke 10 Kali, Ini Pesan Bupati MTH

    Raih WTP Ke 10 Kali, Ini Pesan Bupati MTH

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • visibility 381
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Laporan pertanggungjawaban keuangan Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara tahun anggaran 2024 kembali mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI. Ini menjadi kali ke 10 berturut-turut Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara meraih  predikat tertinggi dalam audit laporan tersebut. Dokomen hasil pemeriksaan Laporan Keuangan tersebut telah diserahkan BPK-RI kepada Bupati Maluku Tenggara M.Thaher […]

  • Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • visibility 353
    • 0Komentar

    Oleh: Alimudin Kolatlena (Anggota DPR RI Frakdi Partai Gerindra Dapil Maluku)   Persoalan tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru, telah menjadi benang kusut yang menyandera Maluku selama bertahun-tahun. Di satu sisi, kita menyaksikan perputaran ekonomi yang cepat. Namun di sisi lain, ada harga mahal yang harus dibayar: kerusakan lingkungan yang masif, ancaman racun merkuri […]

expand_less