Bentrokan Warga Kalarkalar dan Salarem Aru Kembali Pecah, Aparat TNI-Polri Berhasil Redam
- calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
- visibility 5
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL ; Perselisihan yang telah berlangsung lama antara warga Desa Kalarkalar dan Desa Salarem, Kabupaten Kepulauan Aru, kembali memanas meskipun sebelumnya telah beberapa kali diupayakan penyelesaiannya melalui jalur adat maupun pemerintah daerah.
Sebelumnya, konflik kedua desa sempat diselesaikan melalui mekanisme adat pada akhir Mei 2026. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru juga menggelar pertemuan mediasi yang dipimpin langsung Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama unsur Forkopimda di Aula Ursia Urlima Mapolres Kepulauan Aru.
Pertemuan tersebut turut menghadirkan para tetua adat dari kedua desa. Namun, proses penyelesaian itu hanya melibatkan para pemangku adat tanpa melibatkan warga yang selama ini berselisih, sehingga diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan ketegangan kembali muncul.
Bentrok kembali terjadi pada Jumat malam (12/6/2026), sekitar pukul 20.00 WIT. Dalam insiden tersebut, kedua kelompok dilaporkan saling menyerang menggunakan senjata tajam berupa busur dan anak panah serta peralatan tajam lainnya.
Situasi sempat memanas, namun aksi tersebut berhasil dihalau oleh puluhan personel TNI dari Koramil 1503-03 Dobo bersama anggota Polres Kepulauan Aru yang didukung personel Brimob Kompi 2 Batalion C Pelopor Polda Maluku.
“Berkat kesigapan aparat keamanan, bentrokan berhasil diredam sehingga kedua kelompok kembali ke tempat tinggal masing-masing dan situasi dapat dikendalikan,” ujar Aipda Yubilino, Kasubsipenmas Polres Aru.
Peristiwa tersebut membuat warga sekitar panik. Mereka mengaku khawatir melihat kedua kelompok membawa senjata tajam sambil meneriakkan seruan dalam bahasa daerah Aru.
Sejumlah warga berharap perselisihan antarkedua desa dapat segera diakhiri melalui penyelesaian yang melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari warga yang berseteru, para tetua adat, pemerintah daerah, aparat TNI/Polri, hingga tokoh agama.
Menurut warga, pendekatan yang mengedepankan musyawarah, nilai-nilai adat, dan doa diyakini menjadi jalan terbaik untuk mewujudkan perdamaian yang berkelanjutan.
Seruan: “Aru Pung Bae, Kalau Bukan Katong Siapa Lai”
Semangat kebersamaan pun kembali disuarakan melalui slogan:
“Aru Pung Bae, Kalau Bukan Katong Siapa Lai, Aru Aman Masyarakat Sejahtera”
Slogan ini menjadi ajakan bagi seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan dan bersama-sama membangun Kabupaten Kepulauan Aru yang aman, damai, dan lebih baik.
Pihak Polres Aru melalui Aipda Yubilino menghimbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan kepada kepolisian dalam menangani segala bentuk perpecahan.
“Gunakan media sosial yang edukatif, bukan sebaliknya memperkeruh kondisi antarwarga yang saling bertikai. Mari kita sama-sama saling menjaga kamtibmas di daerah ini,” pungkas Yubilino.
Hingga berita ini diturunkan, situasi di lokasi dilaporkan kondusif, namun aparat masih bersiaga untuk mengantisipasi potensi bentrokan susulan.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar