Rabu, 23 Sep 2026
light_mode

“KPID Maluku Gelar Monitoring: Ungkap Fenomena TV-Radio Gulung Tikar hingga Masalah Kesejahteraan SDM”

  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 5
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

AMBON.-DEMAL ; Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku kembali melaksanakan monitoring arsip dan isi serta program siaran di sejumlah lembaga penyiaran yang beroperasi di wilayah layanan Maluku.

Kegiatan yang telah dilangsungkan selama dua hari berturut-turut ini memiliki beberapa tujuan sebagaimana yang diamanahkan dalam undang-undang , yakni tentang Kepatuhan Regulasi.

“ Penting bagi kami untuk meninjau rekaman arsip dan konten siaran guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum, norma, atau isi yang menyesatkan,” ujar Ketua KPID Maluku, Mutiara D.Utama dalam prees relis, Rabu,23 September 2026.

Selain itu, KPID berupaya untuj Menjaga kualitas siaran agar tetap sehat, aman bagi anak-anak, netral, serta mendidik pengagum atau pendengar setempat.

Terpenting lagi soal Pemenuhan Konten Lokal. KPID perlu memastikan lembaga penyiaran (khususnya penyiaran swasta/berjaringan) memenuhi porsi konten lokal dan melestarikan budaya Maluku.

Untuk mengefektifkan waktu pemgawasan dan monitoring, dalam agenda ini, KPID Maluku membagi enam komisioner ke dalam dua tim, masing-masing tim akan melaksanakan monitoring langsung di lembaga penyiaran televisi dan radio.

Sebagaimana data terkahir, jumlah lembaga penyiaran yang beroperasi di wilayah Maluku mengalami dinamika yang cukup dinamis, terkini di pertengahan tahun hanya terdapat lima (5) radio swasta, satu (1) radio komunitas serta satu (1) lembaga penyiaran radio publik, sementara televisi berjaringan alami pertumbuhan positif terkini ada lima belas (15) stasiun televisi berjaringan dari empat belas (14) ditambahkan satu (1) lembaga penyiaran publik.

“ Ada beberapa radio yang sudah tak lagi beroperasi diantaranya Radio Ameks FM, Radio Alfatah, dan Radio Kominitas Harmoni di UIN Amsa, serta televisi swasta lokal semisal Carang TV yang tak lagi on air di frekuensi terestial,” kata Ketua KPID Maluku.

Menurutnya, problem utama sehingga banyak radio tak lagi on air, karena bergesernya pendengar seiring laju perkembangan teknologi komunikasi kemudian masalah adminitrasi tentang perizinan dan pendapatan.

Mutiara juga mengatakan, berdasarkan hasil monitoring, digitalisasi penyiaran ini juga telah berdampak buruk terhadap angka kerja di Maluku, sebab ada beberapa lembaga penyiaran yang sudah melakukan perampingan SDM (sumber daya manusia).

Semisal grup Trans Crop (TRANS TV,Trans7) yang melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada beberapa karyawannya.

“ Di Trans Crop untuk dua televisi tersisa satu SDM saja. Kami juga menemukan masalah pada tingkat kesejahteraan SDM di lembaga penyiaran. Ada beberapa karyawan di salah satu grup televisi yang gajinya itu telah dicicil tak lagi dibayarakan sekaligus setiap bulannya,” ungkapnya.

Mutiara memastikan, berbagai temuan tersebut dan sejumlah masalah lainnya tentang isi dan program siaran lembaga penyiaran akan disusun dan dianalisa untuk kemudian ditindaklanjuti kepada pihak-pihak terkait.

” Kami juga akan berkoordinasi dengan KPI Pusat dan Komdigi tentang pemanfataan tower-tower Bhakti di Maluku, agar aset-aset tersebut dapat dimanfaatkan oleh daerah untuk kepentingan penyebaran informasi melalui lembaga penyiaran,” pungkasnya.

Selain itu, dalam relis yang sama, KPID Maluku juga mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan RUU tentang Daerah Kepulauan dan revisi UU Penyiaran.

Mutiara menilai, kedua RUU tersebut sangat dinantikan agar masyarakat Maluku di berbagai pelosok pulau memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam mengakses informasi (digital & information equality), serta terbebas dari isolasi komunikasi yang selama ini dialami.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Duta Besar Australia Kembali ke Makassar: Perjalanan Nostalgia dan Diplomasi 

    Duta Besar Australia Kembali ke Makassar: Perjalanan Nostalgia dan Diplomasi 

    • calendar_month Jumat, 23 Mei 2025
    • visibility 486
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Duta Besar Australia untuk Indonesia yang baru, Rod Brazier, mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan pada 20-22 Mei 2025.  Duta Besar Brazier pernah tinggal di Makassar dan menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 1990. Duta Besar Brazier mengunjungi banyak tempat yang beliau kenang dari masa tinggalnya di Makassar dan menghabiskan waktu […]

  • Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

    Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • visibility 238
    • 0Komentar

    MAKKAH,-DEMAL ; Ribuan jemaah haji asal Provinsi Aceh pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M kembali menerima dana kompensasi tunai sebesar 2.000 Riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp9,2 juta per orang dari pengelolaan Wakaf abadi Baitul Asyi di Makkah. Pembagian dana kompensasi dilakukan secara bertahap sejak Minggu sore waktu Arab Saudi bertempat […]

  • Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Masih Tinggi, Alimudin Minta Atensi Kementerian PPPA dan KPAI

    Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Maluku Masih Tinggi, Alimudin Minta Atensi Kementerian PPPA dan KPAI

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • visibility 258
    • 0Komentar

    JAKARTA.-DEMAL ; Anggota Komisi VIII DPR RI, Alimudin Kolatlena, secara tegas menyuarakan urgensi penanganan kasus kekerasan seksual (KS) terhadap perempuan dan anak di Maluku. Hal tersebut disampaikannya dalam Rapat Kerja (Raker) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi VIII DPR RI bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), serta […]

  • Blok Masela: Siapa yang Akan Kuasai Ladang Gas Raksasa, Maluku atau Orang Luar?

    Blok Masela: Siapa yang Akan Kuasai Ladang Gas Raksasa, Maluku atau Orang Luar?

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Di atas kertas, Blok Migas Masela adalah jackpot ekonomi bagi Maluku. Cadangan gas 18,5 triliun kaki kubik (TCF), 225 juta barel kondensat setara 35 ribu barel per hari, dan kapasitas produksi 1,6 miliar kaki kubik gas per hari selama 85 tahun menjadikannya salah satu proyek energi terbesar di Asia. Namun di balik angka […]

  • Sri Mulyani Akui Prospek Ekonomi Global Tidak Baik

    Sri Mulyani Akui Prospek Ekonomi Global Tidak Baik

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • visibility 647
    • 0Komentar

    JAKARTA-CNCB : Keputusan sejumlah lembaga dunia yang memangkas prospek pertumbuhan ekonomi global mendapatkan respons khusus dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Ia bilang, pemangkasan proyeksi pertumbuhan ekonomi, sebagaimana yang telah dilakukan oleh OECD maupun Bank Dunia atau World Bank menandakan bahwa prospek ekonomi global tidaklah baik saat ini. “Prospek ekonomi global tidaklah baik,” ucap Sri […]

  • Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    Desa Debut Wakili Kecamatan Manyeuw di Lomba PKK Tingkat Kabupaten

    • calendar_month Kamis, 21 Agt 2025
    • visibility 359
    • 0Komentar

    LANGGUR -DM : Para ibu-ibu yang tergabung dalam tim Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Desa Debut sukses menghantarkan desa desa mereka ke Lomba 10 Program Pokok PKK Tingkat Kabupaten Maluku Tenggara tahun 2025. Setelah melalui seleksi yang ketat sejak Rabu 20 Agustus 2025, PKK Desa Debut mewakili seluruh desa di Kecamatan Manyeuw dalam seleksi tingkat […]

expand_less