Minggu, 4 Okt 2026
light_mode

Strategi Dirut Poltekpar Makassar Bawa Wisata Bahari Banda ke Panggung Internasional

  • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
  • visibility 308
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

AMBON.-DEMAL ; Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar menobatkan Banda Naira sebagai ‘Kilometer Nol’ pengembangan wisata bahari Indonesia. Langkah strategis ini bertujuan menyulap gugusan pulau bersejarah di Maluku ini menjadi etalase pariwisata maritim dunia yang memadukan kekayaan ekologi dengan jejak peradaban jalur rempah.

Direktur Poltekpar Makassar Dr. Herry Rachmat Widjaja, S.Sos., MM.Par., CHE. memandang pariwisata Banda bukan hanya industri perjalanan, melainkan jalan peradaban bangsa menuju kemajuan maritim global.

Di tangannya, Poltekpar Makassar akan hadir bukan hanya untuk mencetak tenaga kerja pariwisata, tetapi melahirkan generasi pelopor yang memahami bahwa laut Indonesia adalah kitab besar kebudayaan, ekonomi, dan masa depan bangsa.

Sebab dalam pandangannya, wisata bahari Banda bukan hanya tentang panorama biru, melainkan tentang diplomasi budaya, konservasi ekologi, penguatan ekonomi masyarakat adat, serta pembangunan identitas Indonesia sebagai poros maritim dunia.

“Karena itulah, Banda Naira dipilih bukan tanpa alasan. Banda bukan sekadar titik geografis di timur Indonesia, melainkan simpul sejarah dunia yang pernah menggerakkan peradaban global melalui rempah-rempah,” kata Dr. Herry Rachmat Widjaja dalam rilis yang diterima redaksi. Senin, 11 Mei 2026.

Dr. Herry Rachmat Widjaja menggarisbawahi, kehadiran Poltekpar di Banda berdiri di atas tiga fondasi besar yang bersifat visioner dan strategis.

Pertama, Banda adalah warisan pariwisata dunia yang memiliki destinasi wisata terpadu. Laut Banda dikenal sebagai salah satu kawasan wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia, sebuah bentang samudra yang menyimpan kekayaan biota laut kelas dunia, taman bawah laut yang memesona, serta lanskap geopark maritim yang nyaris tak tertandingi.

“Banda bukan hanya destinasi wisata, tetapi laboratorium hidup peradaban laut Nusantara. Di sanalah terumbu karang tumbuh seperti taman surgawi, dan di sanalah dunia belajar bahwa laut Indonesia bukan sekadar ruang geografis, tetapi ruang spiritual kemaritiman,” urainya.

Kedua, Banda adalah pusat wisata sejarah proklamator. Jejak pengasingan para tokoh bangsa menjadikan Banda sebagai museum hidup perjalanan Indonesia menuju kemerdekaan.

“Di tanah ini, sejarah tidak hanya dibaca di lembar buku, tetapi berdenyut di benteng tua, loronglorong kolonial, dan rumah-rumah yang menyimpan jejak pemikiran besar para pendiri bangsa. Banda menjadi ruang dialog antara sejarah dan masa depan, antara memori nasional dan kebangkitan pariwisata budaya Indonesia,” tambahnya lagi.

Ketiga, Banda merupakan destinasi jalur rempah-rempah dunia. Dari pulau kecil inilah menurut Rachmat Widjaja aroma pala dan cengkih pernah mengubah arah perdagangan internasional.

“Banda adalah titik temu bangsa-bangsa dunia, pusat geopolitik rempah yang pernah menjadikan Nusantara sebagai jantung perdagangan global. Maka, membangun Banda berarti membangkitkan kembali jalur peradaban dunia yang pernah hilang dalam kabut kolonialisme,” tegasnya.

Atas dasar itulah, Direktur Politeknik Pariwisata Makassar kemudian menempatkan Banda sebagai kilometer nol pengembangan wisata bahari terbaik di Indonesia. Sebuah titik awal untuk membangun peta baru pariwisata nasional yang berbasis laut, sejarah, budaya, dan ekologi.

“Saya bangga hadir di Banda,” demikian spirit kepemimpinannya bergema, “karena Banda bukan hanya destinasi wisata, melainkan pusat pengukuran masa depan pariwisata bahari dunia. Di sinilah kita mengukur sekaligus mengukir kembali peta destinasi wisata maritim internasional.” Pernyataan itu bukan retorika kosong.

Berdasarkan berbagai data dan kajian, Banda telah berkembang menjadi pusat riset destinasi wisata biota laut, sekaligus kawasan riset ekoteologi dunia—sebuah pendekatan yang mempertemukan ekologi, spiritualitas, dan keberlanjutan peradaban maritim.

Laut Banda tidak lagi dipandang semata-mata sebagai objek eksploitasi wisata, tetapi sebagai ruang suci yang harus dijaga keberlangsungannya demi generasi mendatang. Melalui program-program strategisnya, Politeknik Pariwisata Makassar menyentuh langsung kawasan ekonomi wisata bahari terluas dan terdalam di Indonesia.

Kehadiran mahasiswa, dosen, peneliti, dan praktisi pariwisata di Banda juga menjadi denyut baru pembangunan kawasan 3T—tertinggal, terdepan, dan terluar—yang selama ini sering dipandang dari pinggiran pembangunan nasional. Padahal sesungguhnya, dari wilayah-wilayah inilah Indonesia menemukan wajah asli kemaritiman dan kekuatan geopolitiknya.

Selain itu, Banda juga telah berkembang menjadi pusat magang MBKM yang membuka cakrawala baru bagi mahasiswa Poltekpar Makassar.

Para mahasiswa tidak hanya belajar teori pariwisata di ruang kelas, tetapi turun langsung membaca denyut masyarakat pesisir, memahami budaya maritim, meneliti ekosistem laut, serta membangun model wisata berkelanjutan berbasis komunitas.

Di Banda, pendidikan berubah menjadi pengalaman hidup; pengetahuan bertemu realitas; dan kampus menjelma menjadi jalan tol pembangunan wisata bahari tingkat internasional.

Direktur Poltekpar Makassar memahami bahwa masa depan Indonesia tidak cukup dibangun dari kota-kota besar saja. Masa depan Indonesia juga tumbuh dari pulau-pulau kecil yang menyimpan kekayaan budaya dan laut yang luar biasa.

Karena itu, Banda dijadikan pusat pembelajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat berbasis perspektif 3T. Sebuah langkah besar untuk membuka lahan baru pembangunan pariwisata Indonesia yang lebih adil, berkelanjutan, dan berakar pada identitas maritim Nusantara. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KAHMI Maluku Dorong Kebijakan Pro Rakyat dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah

    KAHMI Maluku Dorong Kebijakan Pro Rakyat dan Percepatan Pembangunan Ekonomi Daerah

    • calendar_month Minggu, 24 Agt 2025
    • visibility 329
    • 0Komentar

    TERNATE – DM : Pertemuan Regional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) yang berlangsung 23-24 Agustus di Kota Ternate menjadi entri point untuk mendorong dan mengkonsolidasikan kepentingan pembangunan ekonomi  berbasis potensi daerah. Secara regional, pertemuan yang dihadiri Presidium KAHMI Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat Daya dan Papua Barat selama dua hari, menjadi bagian penting […]

  • Sambut Kedatangan Mendasmen RI, Bupati : Pentingnya Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T

    Sambut Kedatangan Mendasmen RI, Bupati : Pentingnya Pemerataan Pendidikan di Daerah 3T

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • visibility 272
    • 0Komentar

    LANGUUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menegaskan pentingnya pemerataan pendidikan di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) sebagai fondasi utama membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Hal tersebut disampaikan saat mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (RI) Abdul Mu’ti dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Tenggara, Kamis 23 Oktober […]

  • Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

    Hanya Jemaah Haji Aceh Yang Terima Tambahan Santunan dari Wakaf Baitul Asyi di Mekkah

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • visibility 256
    • 0Komentar

    MAKKAH,-DEMAL ; Ribuan jemaah haji asal Provinsi Aceh pada musim haji tahun 1447 H / 2026 M kembali menerima dana kompensasi tunai sebesar 2.000 Riyal Arab Saudi atau setara dengan Rp9,2 juta per orang dari pengelolaan Wakaf abadi Baitul Asyi di Makkah. Pembagian dana kompensasi dilakukan secara bertahap sejak Minggu sore waktu Arab Saudi bertempat […]

  • Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • visibility 371
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL; Konflik sosial antara warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aru. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun melihat dan memastikan kondisi keamanan dan kemanusiaan di lapangan. “Melihat kondisi di lapangan, saya tidak […]

  • Kemkomdigi Gaungkan Literasi Digital di Ambon: Siapkan Generasi Garuda yang Cakap, Kreatif, dan Tangguh di Era Digital

    Kemkomdigi Gaungkan Literasi Digital di Ambon: Siapkan Generasi Garuda yang Cakap, Kreatif, dan Tangguh di Era Digital

    • calendar_month Kamis, 9 Okt 2025
    • visibility 358
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak generasi muda yang cakap digital melalui kegiatan Indonesia.go.id (IGID) Goes to Campus (IGtC) di Kota Ambon, Maluku.Rabu, 8 Oktober 2025. Kegiatan bertema “Sekolah Unggul Garuda: Suara Muda, Ruang Cerdas, Untuk Indonesia Kuat” ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam mengintegrasikan literasi digital ke dunia pendidikan […]

  • Jejak Tender Gagal T.2023, Irigasi Sariputih Rubuh Hingga Video APH di TKP

    Jejak Tender Gagal T.2023, Irigasi Sariputih Rubuh Hingga Video APH di TKP

    • calendar_month Senin, 8 Sep 2025
    • visibility 439
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Negeri Sariputih merupakan salah satu dari 12 Negeri yang ada di wilayah Seranm Utara Timur Kobi, berdasarkan pemuktahiran data keluarga tahu 2021, desa ini punya 18 RT dan 4 RW dengan jumlah kepala keluarga 415 terdiri dari 768 jiwa laki-laki dan 694 jiwa perempuan. Meski demikian di kawasan ini ada proyek senilai belasan miliar […]

expand_less