Minggu, 7 Jun 2026
light_mode

Diyakini Palsu, Ini Kejanggalan Surat Penyerahan Mandat Raja Batu Merah 1926

  • calendar_month Rab, 8 Apr 2026
  • visibility 110
  • comment 0 komentar

 

AMBON.-DEMAL ; Selain naskah Sejarah Desa Batu Merah yang telah diyakini Palsu, Surat Kuasa penyerahan mandat kepemimpinan Raja Negeri Batu Merah yang ditandatangani pada 14 Juni 1926 juga diragukan keasliannya.

Dokumen itu bisa dipastikan baru ditulis pada era 2000an, sebab jenis kertas dan tintanya tidak sesuai dengan sejumlah dokumen sejarah waktu itu.

“Ini juga kemungkinan besar palsu. Sorry beta baru teliti akang ulang. Itu tinta nya tinta baru,” kata sumber anonim yang bermukim di Belanda melalui pesan whatsupnya.

Sumber yang enggan disebutkan namanya itu menjelaskan beberapa kejanggalan dalam surat kuasa pemberian mandat.

Pertama-tama penggunaan kata Soerat Kouasa.

Menurutnya, dalam masa era Kolonial Belanda, kata Soerat Kouasa belum berlaku, tidak dipakai untuk urusan admintrasi resmi waktu itu.

“Pada Jaman itu orang di Maluku seng pakai kata Soerat Koeasa. Mereka pakai kata Machtiging untuk dokumen resmi,” urainya. Disebut resmi karena surat kuasa ini terdapat zegel, artinya dokumen resmi.

Kedua, Kertasnya baru, dibuat kelihatan lama.

” Kertas lama pinggirnya pasti menipis,” bebernya.

Ketiga, soal ejaan yang dipakai yakni ejaan Van Ophuijsen.

“Tapi jaman itu dong tulis “di” di sambung ke kata kerja,” ungkapnya lagi.

Ke empat, Tintanya baru

Sumber itu menjelaskan tinta yang ada dalam surat kuasa itu kemungkinan besar belum berusia 30 tahun.

“Kalau tintanya bagus skali. Itu paling lama usia (bertahan) 30 tahun. Jadi dokumen itu bukan dari 1926. Itu tinta baru. Tinta dari 1926 sudah pasti akan pudar,” pungkasnya sambil mencontohkan naskah Proklamasi yang diterbitkan pada 1945 pun sudah pudar meski telah dipasangi berbagai perakat untuk mempertahankan keasliannya.

Dia juga menjelaskan, pada era Kolonial ada jenis tinta yang sangat berkualitas, tintanya tidak akan luntur asalnya dari India.

“Ada tinta dari India jaman itu yang bagus skali, seng gampang pudar. Cuma mahal. Pemerintah Belanda di pusat pun seng pakai karena mahal dan sulit dapat. Jadi kalau dipakai Pemerintahan Batu Merah saat itu sangat mustahil,” ungkapnya.

Sebagaimana diketahui, salah satu warga Batu Merah telah melaporkan Ali Hatala Raja Batu Merah saat ini ke Polda Maluku. Ia diduga menggunakan barang bukti palsu dalam Persidangan. (*)

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bupati Malra Apresiasi Kontrubusi Muhammdiyah untuk Pembangunan Malra

    Bupati Malra Apresiasi Kontrubusi Muhammdiyah untuk Pembangunan Malra

    • calendar_month Kam, 23 Okt 2025
    • visibility 194
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kontribusi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting dalam membentuk SDM yang berkualitas, berdaya saing, dan berakhlak mulia. “Kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat seperti Muhammadiyah dan Aisyiyah adalah kunci untuk […]

  • Sespimma Polri Angkatan 75 Gelar Baksos Kemanusiaan di Mapolres Sumedang

    Sespimma Polri Angkatan 75 Gelar Baksos Kemanusiaan di Mapolres Sumedang

    • calendar_month Rab, 20 Mei 2026
    • visibility 44
    • 0Komentar

    SUMEDANG.-DEMAL ;Peserta Didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Kelompok Belajar (Pokjar) V menggelar bakti sosial di Mapolres Sumedang, Jawa Barat, Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan kemanusiaan yang menjadi bagian dari Praktik Kuliah Profesi (PKP) ini diwujudkan lewat pembagian 100 paket sembako untuk warga kurang mampu dan santunan kepada 25 anak yatim piatu Yayasan Attaqwa. Acara berlangsung […]

  • Isi Tahapan Non Pemilu, KPU Educasi Pemilih Disabilitas Kota Ambon

    Isi Tahapan Non Pemilu, KPU Educasi Pemilih Disabilitas Kota Ambon

    • calendar_month Sab, 27 Sep 2025
    • visibility 331
    • 0Komentar

    AMBON.-DM – Komisi Pemilihan Umum Kota Ambon menyelenggarakan Sosialisasi dan Pendidikan Pemilih, dengan segmentasi pemilih disabilitas jumat, 26 September 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun pemilih yang cerdas, kritis, dan berdaya dalam menyongsong pemilu yang berkualitas. Saat membuka sosialisasi yang mengangkat tema “Aksesibilitas dan partisipasi pemilih disabilitas dalam proses demokrasi (Refleksi Pemilu 2024),” […]

  • Bentrok Antar Warga di Ambon, Sejumlah Rumah Terbakar

    Bentrok Antar Warga di Ambon, Sejumlah Rumah Terbakar

    • calendar_month Sel, 19 Agu 2025
    • visibility 475
    • 0Komentar

    AMBON-DM: Sejumlah rumah warga Desa Hunuth Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon dibakar massa dalam bentrok yang terjadi, Selasa,19 Agustus 2025. Kejadian ini dipicu penikaman salah satu remaja asal Desa Hitu Kecamatan Leihitu Kabupaten Maluku Tengah, yang diduga pelakunya warga Desa Hunuth. Keluarga korban penimakan yang mendapati informasi jika korban telah meninggal dunia kemudian naik pitam […]

  • Desak Kapolres Buru diperiksa Soal Dugaan Sianida Hasil Sitaan Dijual

    Desak Kapolres Buru diperiksa Soal Dugaan Sianida Hasil Sitaan Dijual

    • calendar_month Kam, 2 Okt 2025
    • visibility 358
    • 0Komentar

    Terbongkarnya kelakuan Brikpa ER tidak menutup kemungkinan ada keterlibtan oknum lain di Polres Buru, bahkan ada dugaan Sianida yang selama ini disita, telah dijual. Salah satu pengusaha yang terlibat dalam aktivitas perdagangan sianida Hj.Hartini mengklaim paket yang dikirim ke Pulau Buru atas pesanan Bripka ER berjumlah 300 karton diangkut dengan dua truk tapi berhasil disita […]

  • Duta Besar Australia Kembali ke Makassar: Perjalanan Nostalgia dan Diplomasi 

    Duta Besar Australia Kembali ke Makassar: Perjalanan Nostalgia dan Diplomasi 

    • calendar_month Jum, 23 Mei 2025
    • visibility 391
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Duta Besar Australia untuk Indonesia yang baru, Rod Brazier, mengunjungi Makassar, Sulawesi Selatan pada 20-22 Mei 2025.  Duta Besar Brazier pernah tinggal di Makassar dan menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin (UNHAS) pada tahun 1990. Duta Besar Brazier mengunjungi banyak tempat yang beliau kenang dari masa tinggalnya di Makassar dan menghabiskan waktu […]

expand_less