Kamis, 24 Sep 2026
light_mode

Menata Masa Depan Kei: Pendidikan dan Kesehatan Prioritas RKPD 2027

  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 278
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

LANGGUR.-DEMAL : Wakil Bupati  Kabupaten Maluku Tenggara  Charlos Viali Rahantoknam menekankan jika kualitas sumber daya manusia harus menjadi prioritas utama arah pembangunan daerah.

Komitmen itu ditegaskan saat membuka forum konsultasi publik rancangan awal RKPD di Aula Kantor Bupati, Senin 23 Februari 2026.

“Manusia adalah aset terbesar pembangunan. Tanpa SDM yang berkualitas, kemajuan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak akan bermakna,” tegasnya.

Fokus pembangunan 2027 diarahkan pada penguatan dua sektor mendasar: pendidikan dan kesehatan.

Pemerintah daerah menargetkan peningkatan kualitas layanan pendidikan, perbaikan fasilitas belajar, serta penguatan kapasitas tenaga pendidik. Di saat yang sama, sektor kesehatan akan diperkuat, termasuk percepatan penanganan stunting dan pemerataan akses layanan hingga wilayah terpencil.

Rahantoknam mengingatkan, pembangunan tidak boleh menumpuk di pusat kota semata. Maluku Tenggara adalah gugusan pulau, dan setiap jengkal wilayah memiliki hak yang sama untuk maju.

“Dari kota sampai desa, dari pesisir sampai pulau-pulau, pembangunan harus setara dan seimbang. Jangan hanya mudah bekerja di kota, lalu melupakan saudara-saudara kita di pulau,” ujarnya.

Pulau-pulau seperti Kei Besar, Tanimbar Kei, Ur Pulau, hingga Warbal disebutnya sebagai bagian tak terpisahkan dari denyut pembangunan daerah.

Pemerintah, katanya, berkomitmen memastikan setiap anak di wilayah-wilayah tersebut memperoleh akses pendidikan berkualitas yang sama dengan mereka yang tinggal di pusat kabupaten.

Peningkatan literasi, penciptaan lingkungan belajar yang layak, serta solusi atas kendala ekonomi keluarga menjadi perhatian serius. Sebab, pemerataan bukan hanya soal membangun gedung sekolah atau puskesmas, melainkan memastikan layanan benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat.

Dengan arah kebijakan itu, Pemkab Maluku Tenggara ingin memastikan bahwa pada 2027, pembangunan tak hanya terlihat megah di daratan utama, tetapi juga terasa adil hingga ke pulau-pulau terluar. Sebab, bagi pemerintah daerah, kesejahteraan hanya bermakna jika dirasakan setara oleh seluruh masyarakat. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bentuk Tim Penanggulangan, Bupati MTH Juga Bermalam bersama Korban Bencana di Kei Besar 

    Bentuk Tim Penanggulangan, Bupati MTH Juga Bermalam bersama Korban Bencana di Kei Besar 

    • calendar_month Rabu, 4 Jun 2025
    • visibility 499
    • 0Komentar

    LANGGUR-DM : Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, menaruh atensi khusus untuk penanggulangan bencana alam di Pulau Kei Besar.  Saat ini, Bupati Kabupaten Maluku Tenggara M.Thaher Hanubun bersama rombongan bahkan sudah berada di Kei Besar sehari setelah mendapatkan informasi bencana di Kei Besar. “ Pak Bupati tiba pada Selasa, 3 Juni dan bermalam bersama kami di sini,” […]

  • Bupati Maluku Tenggara Tekankan Efisiensi dan Pemanfaatan Pangan Lokal di Sektor Kesehatan

    Bupati Maluku Tenggara Tekankan Efisiensi dan Pemanfaatan Pangan Lokal di Sektor Kesehatan

    • calendar_month Kamis, 18 Jun 2026
    • visibility 116
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menegaskan pentingnya semangat efisiensi, kreativitas, dan kemandirian daerah dalam mendukung pelaksanaan program pembangunan, khususnya di sektor kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan inovasi dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia secara optimal, berbagai program strategis […]

  • Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    Mengakhiri Kutukan Ekologi Gunung Botak: Mengapa Langkah Gubernur Hendrik Lewerissa Wajib Kita Kawal?

    • calendar_month Rabu, 27 Mei 2026
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Oleh: Alimudin Kolatlena (Anggota DPR RI Frakdi Partai Gerindra Dapil Maluku)   Persoalan tambang emas di Gunung Botak, Kabupaten Buru, telah menjadi benang kusut yang menyandera Maluku selama bertahun-tahun. Di satu sisi, kita menyaksikan perputaran ekonomi yang cepat. Namun di sisi lain, ada harga mahal yang harus dibayar: kerusakan lingkungan yang masif, ancaman racun merkuri […]

  • Galeri Sentor photo_camera 5

    Galeri Sentor

    • calendar_month Selasa, 12 Agt 2025
    • visibility 644
    • 0Komentar
  • Hadir Lewat Virtual, Prabowo Resmikan Proyek LNG Raksasa di Maluku

    Hadir Lewat Virtual, Prabowo Resmikan Proyek LNG Raksasa di Maluku

    • calendar_month Kamis, 16 Jul 2026
    • visibility 140
    • 0Komentar

    TANIMBAR-DEMAL ; Presiden RI Prabowo Subianto akhirnya meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek gas raksasa Lapangan Abadi Blok Masela, secara virtual Kamis, 16 Juli 2026. “Saya minta maaf tadinya saya ingin hadir langsung tapi karena ada berbagai acara yang tidak bisa saya tinggalkan di pusat terpaksa saya hadir melalui video converse ini tanpa mengurangi rasa […]

  • Kemah Bela Negara Ditunda, HMI-KNPI Dukung Keputusan Gubernur 

    Kemah Bela Negara Ditunda, HMI-KNPI Dukung Keputusan Gubernur 

    • calendar_month Minggu, 1 Jun 2025
    • visibility 391
    • 0Komentar

    AMBON – DM : Keputusan Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menunda kegiatan Kemah Bela Negara tahun ini dinilai sebagai kebijakan penting menyelematkan kondisi keuangan daerah. Sesuai rencana, kegiatan tersebut akan berlangsung 23-29 Oktober 2025 di Kabupaten Maluku Barat Daya. Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ambon, Rivon Wally menganggap kebijakan HL memiliki dasar pelaksanaan pemerintahan […]

expand_less