Sabtu, 12 Sep 2026
light_mode

Bahaya Membangun Peradaban Kecemasan

  • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
  • visibility 370
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika pembangunan hanya melahirkan kecemasan, maka yang kita bangun bukan peradaban, melainkan jebakan kolektif.


Prof. Dr. Idrus Alhamid, S.Ag, M.Si

Ketua Umum IKA UIN Amsa


KITA hidup di zaman ketika manusia dipaksa menjadi “yang terbaik” setiap saat. Pendidikan, karier, bahkan relasi sosial berubah menjadi arena kompetisi tanpa jeda. Namun di balik slogan kemajuan itu, lahirlah satu penyakit peradaban yang jarang disadari: kecemasan kolektif.

Ketika hidup direduksi pada urusan sandang, pangan, dan papan, manusia modern terjebak dalam logika kapitalistik yang kejam. Modal diposisikan sebagai satu-satunya penawar rasa cemas. Siapa yang punya modal dianggap aman, siapa yang tidak—dibiarkan gelisah dan terpinggirkan. Inilah fondasi rapuh dari apa yang layak disebut Peradaban Kecemasan.

Peradaban ini ditandai oleh stres kronis, ketakutan berlebihan terhadap masa depan, dan obsesi akan keamanan ekonomi. Teknologi yang seharusnya membebaskan justru mempercepat tekanan hidup. Media sosial memamerkan kesuksesan semu, sementara realitas sosial dipenuhi ketimpangan dan ketidakpastian. Manusia dipaksa tersenyum di layar, tetapi gelisah dalam kenyataan.

Bahaya terbesar peradaban kecemasan bukan hanya pada kesehatan mental individu, melainkan pada runtuhnya solidaritas sosial. Ketika kecemasan menjadi norma, empati menjadi barang langka. Relasi manusia berubah menjadi transaksional, penuh kecurigaan, dan kehilangan kehangatan kolektif. Kita hidup berdekatan, tetapi semakin terasing satu sama lain.

Mitigasi atas krisis ini tidak cukup dengan seminar motivasi atau terapi individual. Yang dibutuhkan adalah koreksi arah peradaban. Kebersamaan antara pelaku ekonomi dan pemilik modal harus dibangun kembali dalam semangat gotong royong, bukan eksploitasi. Karya kolektif, keadilan distribusi, dan ruang partisipasi sosial adalah obat paling masuk akal untuk mereduksi kecemasan komunal.

Kita pernah merasakan kehidupan yang lebih tenang, terutama di desa-desa, ketika manusia hidup selaras dengan alam. Reboisasi dan perawatan lingkungan bukan sekadar proyek ekologis, melainkan cara menjaga kesehatan batin peradaban. Alam yang lestari menenangkan manusia; manusia yang tenang tidak rakus pada alam.

Jika pembangunan hanya melahirkan kecemasan, maka yang kita bangun bukan peradaban, melainkan jebakan kolektif. Kemajuan sejati bukan soal seberapa cepat kita berlari, melainkan seberapa manusiawi kita hidup bersama.(*)

Papua, 25 Januari 2026

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kerja di Balik Meja Tetap Ada Risiko, Karyawan Panca Karya Didorong Sadar Kanker Sejak Dini

    Kerja di Balik Meja Tetap Ada Risiko, Karyawan Panca Karya Didorong Sadar Kanker Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 18 Agt 2026
    • visibility 52
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Menjaga kesehatan di tempat kerja bukan sekadar urusan pribadi. Kesadaran untuk mengenali risiko penyakit dan mencegahnya sejak dini dinilai penting agar para pegawai tetap sehat, produktif, dan mampu menjalankan tugas secara optimal. Pesan penting inilah yang mengemuka dalam agenda edukasi kesehatan yang digelar oleh Yayasan Binaan Kanker Nusantara (YBKN) bersama jajaran manajemen dan […]

  • Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Kemerdekaan di Langgur

    Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Kemerdekaan di Langgur

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • visibility 271
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Pawai Pembangunan dan Kirab Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Langgur, Sabtu 16 Agustus 2025. Peserta pawai berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kecamatan, ohoi/desa, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), hingga pelajar […]

  • Serah Terima Jabatan PD.Panca Karya, Gubernur HL Beri Pesan Tegas

    Serah Terima Jabatan PD.Panca Karya, Gubernur HL Beri Pesan Tegas

    • calendar_month Rabu, 17 Sep 2025
    • visibility 442
    • 0Komentar

    AMBON.-DM ; Prosesi serah terima jabatan jajaran direksi Perumda Panca Karya dari yang lama ke direksi yang baru dihadiri langsung oleh Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa. Rabu,17 September 2025. Dalam sambutannya, Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa memberi sejumlah pesan tegas kepada dewan direksi Perumda Panca Karya yang kini dinakodai M.Ray Tualeka. Jajaran direksi yang baru juga dituntut […]

  • Bongkar “Kebohongan” Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Sejarah Batu Merah) Bagian II

    Bongkar “Kebohongan” Naskah Historiseh Negorij Batoemerah (Sejarah Batu Merah) Bagian II

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • visibility 245
    • 0Komentar

    “Sebuah kejanggalan yang tidak bisa dijelaskan dengan cara apapun selain pemalsuan,” demikian pesan salah satu pegiat literasi yang konsen dalam isu-issu sejarah saat dikonfirmasi mengenai naskah Historiseh Negorij Batoemerah yang sempat dijadikan salah satu alat bukti di Pengadilan Negeri Ambon dalam sengketa Mata Rumah Parenta di Negeri Batu Merah tahun 2021 lalu. Sumber yang kini […]

  • Akademisi UIN AMSA Sebut Pernyataan Wagub Maluku Menyesatkan

    Akademisi UIN AMSA Sebut Pernyataan Wagub Maluku Menyesatkan

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • visibility 617
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pernyataan Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath dalam sambutannya di acara peresmian Mall Pelayanan Publik (MPP)  Kabupaten Maluku Barat Daya tuai kecaman dari akademisi. Salah satunya akademisi Fakultas Dakwah-Ushuluddin UIN AMSA M. Saifin Soulisa menilai pernyataan yang disampaikan Wakil Gubernur Maluku, berisi simbol-simbil rasisme dan sangat menyesatkan ummat beragama.   Dengan dalih untuk mengurangi […]

  • Zulhas Isyaratkan F-PAN di DPR-RI Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

    Zulhas Isyaratkan F-PAN di DPR-RI Dukung Pengesahan RUU Daerah Kepulauan

    • calendar_month Senin, 1 Jun 2026
    • visibility 179
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Bisri As Shiddiq Latuconsina mengaku jika ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mendukung Rancangan Undang-undangan (RUU) Daerah Kepulauan untuk dibahas dan disahkan. “Dalam pertemuan saya,teman-teman DPD-RI beberapa waktu lalu dengan Pak Ketum PAN yang juga Menko. Pak Zulhas mencertikan jika waktu beliau menjabat ketua […]

expand_less