Selasa, 27 Okt 2026
light_mode

Tebang Pohon Kelapa Tanpa Ganti Rugi, PT.PLN Maluku disomasi PB-BPHI

  • calendar_month Rabu, 17 Des 2025
  • visibility 637
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DEMAL;  PT.PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara disomasi dan terancam dipidana jika tidak segera membayar biaya konpensansi atas penebangan pohon-pohon kelapa milik warga Desa Waewali Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan belum lama ini.

Dalam surat somasi yang telah disampaikan Pengurus Besar – Badan Pengawas Hukum Indonesia (PB-BPHI) kepada  manajemen PT.PLN Maluku – Maluku Utara, diminta supaya mengakui dan bertanggung jawab atas penebangan pohon di lahan milik para ahli waris.

PT PLN juga diminta melakukan pembayaran ganti rugi atas nilai lahan (jika ada pemanfaatan), pohon kelapa dan tanaman lainnya, serta kerugian ekonomi yang ditimbulkan serta melakukan pertemuan klarifikasi resmi dan menyelesaikan masalah ini dalam waktu 4 x 24 jam sejak surat somasi diterima.

“ PT PLN (Persero) Wilayah Maluku – Maluku Utara (PIHAK KEDUA) telah menerima Somasi atau Peringatan Hukum (Nomor: 001/B/PB-BPHI/AMB/SOM/XI/2025),” beber Anshari Betekeneng, S.H. Sebagai PIHAK PERTAMA, yang bertindak sebagai ahli waris pemilik lahan dan pohon di Desa Waewali, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku dalam rilis yang diterima redaksi. Rabu,17 Desember 2025.

Menurut Anshari, somasi disampaikan karena dugaan tindakan merugikan berupa penebangan pohon, termasuk pohon kelapa, yang dilakukan oleh petugas atau kontraktor pelaksana PLN di atas lahan miliknya.

“Penebangan ini dituduh dilakukan tanpa adanya persetujuan tertulis dari pemilik lahan dan tanpa adanya pembayaran ganti rugi atas lahan dan tanaman produktif,” kata Anshari.

Selaian itu, Anshori juga menyatakan bahwa tindakan penebangan sepihak tanpa ganti rugi ini telah mengakibatkan kerugian materiil dan immateriil.

Tindakan  PT.PLN juga dinilai bertentangan dengan beberapa peraturan perundang-undangan di Indonesia, di antaranya:

  • Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah, yang menegaskan bahwa Ganti Kerugian adalah penggantian yang layak dan adil.
  • Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pasal 47 ayat (3), yang mengatur kewajiban memberikan ganti rugi yang layak kepada pemilik tanah atas penggunaan lahan untuk instalasi ketenagalistrikan.
  • Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Pengadaan Tanah, yang menyebutkan bahwa Pengadaan Tanah dilakukan dengan cara memberi ganti kerugian yang layak dan adil.
  • Peraturan Menteri ESDM Nomor 27 Tahun 2017, yang menekankan bahwa pemberian ganti rugi atas tanaman wajib dilakukan sebelum pelaksanaan pekerjaan.
  • Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPer) Pasal 1365 tentang Perbuatan Melawan Hukum.
  • Ancaman pidana dalam KUHP terkait perusakan barang milik orang lain (termasuk tanaman/pohon).(*)

Editor : Abd Karim

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sespimma Polri Angkatan 75 Gelar Baksos Kemanusiaan di Mapolres Sumedang

    Sespimma Polri Angkatan 75 Gelar Baksos Kemanusiaan di Mapolres Sumedang

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • visibility 244
    • 0Komentar

    SUMEDANG.-DEMAL ;Peserta Didik Sespimma Polri Angkatan ke-75 Kelompok Belajar (Pokjar) V menggelar bakti sosial di Mapolres Sumedang, Jawa Barat, Rabu 20 Mei 2026. Kegiatan kemanusiaan yang menjadi bagian dari Praktik Kuliah Profesi (PKP) ini diwujudkan lewat pembagian 100 paket sembako untuk warga kurang mampu dan santunan kepada 25 anak yatim piatu Yayasan Attaqwa. Acara berlangsung […]

  • Nasib Petani Pala Banda di Tengah Krisis Iklim:  Harga Melambung Saat Panen Seret

    Nasib Petani Pala Banda di Tengah Krisis Iklim: Harga Melambung Saat Panen Seret

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • visibility 468
    • 0Komentar

    Mayoritas petani Bala Banda mengeluh cuaca berubah tak menentu. Anomali cuaca dampak dari krisis iklim, mempengaruhi hasil panen dan kualitas buah pala sejak tiga tahun terakhir.   Penulis : Jaya Barends-Dekrit Maluku Ringkasan: Hujan tanpa henti disertai angin kencang mengakibatkan Pala Banda mudah rusak. Biji pala berkerut, bobot ringan dan bentuknya cacat dan tidak lonjong. […]

  • 37 Tim Ikuti Lomba Perahu Naga, Bupati : Festival Ini Kebanggaan Kita Semua

    37 Tim Ikuti Lomba Perahu Naga, Bupati : Festival Ini Kebanggaan Kita Semua

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • visibility 343
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Gelora semangat kebersamaan dan sportivitas memenuhi kawasan Pantai Elomel, Ohoi Sathean, Kecamatan Kei Kecil, Selasa 21 Oktober 2025. Ribuan penonton memadati lokasi untuk menyaksikan Lomba Dragon Boat (Perahu Naga), salah satu agenda utama dalam rangkaian Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025. Kegiatan tahunan bergengsi ini sukses menghadirkan 37 tim peserta dari berbagai penjuru […]

  • Akibat Pendekatan Keamanan Berlebih, Indonesia Timur Alami Krisis Kebebasan Pers

    Akibat Pendekatan Keamanan Berlebih, Indonesia Timur Alami Krisis Kebebasan Pers

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • visibility 359
    • 0Komentar

    SORONG.-DEMAL ; Sejumlah kasus serius yang menyasar jurnalis di wilayah Indonesia Timur menunjukkan lemahnya akuntabilitas dan menguatnya impunitas. Fritz Ramandey, Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, menegaskan adanya kegagalan sistemik dalam penegakan hukum terhadap kekerasan terhadap jurnalis, yang pada akhirnya memperburuk iklim kebebasan sipil dan demokrasi. “Serangan terhadap jurnalis JUBI Victor Mambor, rumahnya dilempari bom […]

  • Abdul Mu’ti : Pembangunan Bangsa Tak Hanya Bertumpu di Ekonomi

    Abdul Mu’ti : Pembangunan Bangsa Tak Hanya Bertumpu di Ekonomi

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • visibility 301
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Abdul Mu’ti, menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan antara kesejahteraan material dan spiritual dalam upaya membangun bangsa yang beradab. “Pembangunan bangsa tidak hanya bertumpu pada aspek ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan moral dan spiritual. Inilah keseimbangan yang menjadi kunci kemajuan bangsa yang beradab,” ujar Abdul Mu’ti disela […]

  • Selamat Jalan Putra Terbaik Maluku Tenggara

    Selamat Jalan Putra Terbaik Maluku Tenggara

    • calendar_month Rabu, 18 Feb 2026
    • visibility 317
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Suasana khidmat menyelimuti halaman Masjid Agung Raudah, saat Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menggelar upacara pelepasan jenazah almarhum Achmad Dahlan Tamher, Rabu Rabu 18 Februari 2026. Di bawah langit Langgur, jajaran ASN dan masyarakat melepas sosok yang dikenal sebagai birokrat santun dan penuh dedikasi. Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, yang bertindak sebagai inspektur […]

expand_less