Tingkatkan SDM Kesehatan, Pemkab Malra Sukses Sekolahkan Puluhan Bidan
- calendar_month Kam, 4 Des 2025
- visibility 188
- comment 0 komentar

Screenshot
LANGGUR.-DEMAL; Sebanyak 95 bidan asal Maluku Tenggara berhasil menyelesaikan pendidikan profesi dan resmi diwisuda pada 2025.
Para bidan ini merupakan Sumber Daya Manusia (SDM) bidang kesehatan yang dibiayai Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara bekerjasama dengan Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan (Poltekkes Kemenkses) Makassar.
“Kami bangga, karena 95 bidan dari Malra hari ini resmi menjadi tenaga profesional. Ini bukan hanya pencapaian pribadi mereka, tetapi aset besar daerah. Kehadiran mereka di ohoi-ohoi dan pulau-pulau kecil akan memperkuat sistem pelayanan kesehatan kita,” kata Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun usai mengikuti acara Wisuda dan Angkat Sumpah Ahli Madya, Sarjana Terapan, dan Profesi Poltekkes Kemenkes Makassar Tahun 2025 pada Selasa 2 Desember 2025.
Pemda Malra menilai, penguatan kapasitas SDM kesehatan merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting.
Di daerah kepulauan seperti Malra, keberadaan tenaga kesehatan profesional, khususnya bidan menjadi garda terdepan dalam pelayanan ibu dan anak.
Apalagi dengan kondisi geografis Malra yang khas berupa gugusan pulau-pulau kecil, tenaga kesehatan yang mumpuni menjadi kebutuhan mendesak untuk menjangkau masyarakat hingga ke wilayah paling terpencil.
Bupati berharap ke depan, kerja sama dengan Poltekkes Kemenkes Makassar terus berlanjut dan semakin banyak tenaga kesehatan lain yang memperoleh kesempatan melanjutkan pendidikan.
“Dengan kesinambungan kerja sama ini, kami optimis Maluku Tenggara mampu memperkuat kualitas pelayanannya dan memastikan semua masyarakat di Pulau Kei Kecil dan Pulau Kei Besar akan mendapat layanan kesehatan yang bermutu,” kata Thaher.
Selain itu, Kolaborasi ini menjadi langkah nyata pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) kesehatan,khususnya tenaga bidan yang bertugas di wilayah daerah Terpencil, Tertinggal, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK).
Para bidan kini siap kembali mengabdi di ohoi (desa) masing-masing, membawa pengetahuan terbaru serta pendekatan pelayanan yang lebih modern.
Bupati menambahkan para bidan yang kembali bertugas setelah menempuh pendidikan profesi mampu menerapkan pendekatan ilmiah.
“Salah satunya penurunan angka stunting dalam beberapa tahun terakhir, penanganan kasus gizi buruk, konsultasi laktasi, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih intensif. Ini sangat penting untuk memastikan ibu hamil, bayi, dan balita mendapat pelayanan terbaik, meski berada di pulau kecil yang sulit dijangkau,” ujar Thaher.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar