Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Skandal Sianida Mardika Seret Nama Ketum Garuda 08 Prabowo-Gibran

  • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
  • visibility 717
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DEMAL;Direktorat Tindak Pidana Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku terus gerilya mengusut dugaan tindak pidana dalam transaksi jual beli Sianida, bahan kimia berbahaya yang disita pada Ruko milik Hj. Hartini salah satu pengusaha kawakana di Mardika.

Sejumlah saksi telah diperiksa penyidik, termasuk Hj. Hartini. Kasus ini pun sudah naik tingkat, dari penyelidikan menjadi penyidikan, artinya sebentar lagi polisi akan menetapkan tersangkanya.

Uniknya dalam kasus ini, muncul cerita-cerita negatif tentang keterlibatan sejumlah oknum polisi, salah satunya Eric Risakotta yang sudah ditahan Propam Polda Maluku, oknum anggota Polisi yang bertugas di Polres MBD itu disangkakan dengan pasal pemerasan.

Tak hanya Erik, ada juga pula nama Irvan salah satu oknum anggota Polairud Polda Maluku yang diduga ikut kegiatan pemerasan terhadap Hj Hartini. Tapi anehnya yang bersangkutan tidak ditahan. Termasuk juga AKP Soleman yang kini bertugas di Polda Maluku tapi tak disentuh.

Selain dari kepolisian, kasus Sianida Ruko Mardika juga memunculkan nama Steven Samuel Lee Lahenko, yang pada Pemilu 2024 punya kapasitas mentereng dalam jajaran tim relawan pemenangan pasangan Prabowo-Gibran.

Nama tersebut bahkan tercatat dalam beberapa transkasi Hartini dikala Polsek KPPP menyita dua kontainer Sianida berisi 300 kaleng bahan kimia berbahaya senilai Rp8 miliar.

Lantas seperti apa peran ke empat nama tersebut dalam rangkaian kasus Sianida Ruko Mardika, berikut uraiannya :
(Demi alasan keselamatan, semua narasi ini belum dapat dikonfrotir kepada Bripka Irvan, Bripka Eric, Steven dan AKP Soleman)

Pesanan Sianida H. Komar Atas nama Eric Risakotta

Aktivitas pertambangan emas di Gunung Botak telah berlangsung sejak tahun 2012 silam, kebutuhan akan bahan kimia berbahaya sebagai alat perekat biji emas pun kian tinggi.

Dengan pertimbangan nilai keenomian yang menggiurkan, Bripka Eric Risakota sukses membujuk Hj Hartini mencari penjual Sianida di Surabaya. Dengan modal Rp2 miliar sebagai uang muka, dua kontainer berisi 300 kaleng Sianida tiba di Ambon. Nilai keseluruhan pesanan Eric adalah Rp8 miliar.

Dari catatan traskasi, Erik menyetor uang muka itu kepada perusahaan penyedia Sianida. Saat 300 kaleng tiba di Pelabuhan Yos Sudarso Ambon, Polsek KPPP menyitanya pada Sabtu 18 Januari 2025. Waktu itu Polsek KPPP dipimpin AKP Ryando Ervandes Lubis (Saat ini bertugas di Polda Jawa Timur).

Skenario untuk untuk melepaskan dua kontainer berisi Sianida dari jeratan Polsek KPPP kemudian disusun Eric.
Saat penyitaan berlangsung Hartini yang sedang berada di Surabaya diminta Eric agar segera kembali ke Ambon karena ada keadaan kahar yang membutuhkan dirinya.

Hartini yang polos lantas menuruti Eric, langsung kembali ke Ambon. Tanpa basa basi Eric pun meminta Hartini dapat membantunya agar bersama terbang ke Jakarta betemu salah satu petinggi Polisi di Jakarta. Akomodasi selama perjalanan sampai pulang memang disediakan Hartini.

Bripka Eric, Bripka Irvan dan Hercules Bertemu di Jakarta

Dua oknum polisi Bripka Eric (baju kuning), Bripka Irvan (baju hitam)  bertemu dengan Hercules (baju biru) duga ada kaitannya dengan Sianida yang ditahan Polsek KPPP. (foto/ist)

Saat tiba di Jakarta, sampai kembali keduanya tidak bertemu satupun Jendral. Hartini bahkan diajak sampai ke Bandung. Se kembali dari Bandung sebelum pulang ke Ambon, Hartini yang berada di Hotel sendiri, dikirimi foto pertemuan antara Eric,Irvan dan Hercusel ketua Ormas Grib Jaya, pertemuan enam mata itu kuat dugaan berlangsung di kediaman Hercules.

Hartini awalnya mengira Irvan merupakan sirkelnya Eric di Mabes Polri.

Usai pertemuan itu, Eric meminta bantuan biaya akomodasi untuk akomodasi tim dari Jakarta ke Ambon kepada Hartini nilainya Rp100 juta. Permintaan tak ditolak, uang pesanan Eric langsung ditransfer.

Tim yang dijanjikan Eric yang akan bertugas untuk melepaskan jeratan Polsek KPPP kemudian terbang ke Ambon.

Bertemu Jendral di Aston Natsepa

Hartini dan Eric pulang ke Ambon lebih awal, selang beberapa waktu kemudian, Eric meminta Hartini untuk hadir di Aston Natsepa bertemu Jendral. Pertemuan berlangsung cukup santai mereka semua saling kenal, ada Eric, Irvan, dan Ketua Umum Relawan Garuda 08 Prabowo-Gibran Steven Samuel Lee Lahenko.

Skenario untuk melobi petinggi Polda Maluku langsung disusun.

Eric kemudian meminta Hartini dapat menyediakan akomodasi tambahan lagi bagi tim khusus ini.

Tak lama tim yang dipimpin Steven menginap di Aston, mereka berpindah lagi ke hotel Santika dan berpindah lagi di Swiss Bellhotel Ambon. Semua akomodasi ini ditanggung Hartini atas permintaan Eric.

Di salah satu kamar hotel Swissbell, percakapan uang pelicin semakin intens dinegosiasikan. Irvan, Eric, AKP Soleman, Steven dan dua rekannya juga ada termasuk salah satu pengusaha minyak dari Tulehu.

AKP Soleman oknum periwira di Polda Maluku, ada di hotel swisbelhotel.

Beberapa video yang diterima redaksi, uang dalam pecahan Rp100.000 sedang dihitung Steven dan dipecking.
Video lainnya AKP Soleman terlihat santai menggunakan kostum olah raga Polri berwarna putih diduga sedang mengatur siasat pendistribusian uang pelicin. Tampak juga Irvan.

Bripka Irvan Meminta Uang Tambahan

Usai dua truk sukses dikirim ke Namlea, semuanya kembali bertemu di salah satu Hotel di Wayame sebelum Steven dan rekannya kembali ke Jakarta. Hartini diminta untuk melunasi lagi biaya hotel itu.

Irvan pun meminta uang tambahan lagi Rp30 juta. Jika Hartini tidak menyediakannya segera, dua truk itu akan disita Polres Buru.

Tak penuhi permintaan ini, Irvan naik pitam memukul meja dan bersumpah.

Pernyataan Irvan ini rupanya benar, dua truk itu tiba di Namlea langsung disita Polres Buru.

Bersambung….

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DT dan HS Sudah Klarifikasi, Ini Kata Babinsa Usai Lapor di DPRD Malteng 

    DT dan HS Sudah Klarifikasi, Ini Kata Babinsa Usai Lapor di DPRD Malteng 

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • visibility 753
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Upaya mencari keadilan terus dilakukan Babinsa yang istrinya duduga selingkuhan Hidayat Samalehu (HS) oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah.  Usai melaporkan HS ke DPD Demokrat Maluku, DPP Demokrat, QA anggota TNI suami dari DT kembali melaporkan Hidayat ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Maluku Tengah, Rabu,17 Juni 2025. Dalam laporannya, […]

  • Sosialisasi Program MBG Dorong Sinergi Pempus, Daerah dan Masyarakat

    Sosialisasi Program MBG Dorong Sinergi Pempus, Daerah dan Masyarakat

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • visibility 379
    • 0Komentar

    NAMLEA.-DEMAL ; Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh menegaskan komitmen Komisi IX DPR RI dalam mendukung pelaksanaan Program MBG sebagai bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas gizi dan memperkuat ketahanan pangan nasional. “Kita ingin memastikan setiap keluarga memiliki akses terhadap pangan bergizi yang berkelanjutan. Program ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi untuk masa […]

  • Peta Politik Maluku 2031: Wacana Duet Arlond Ritiauw-Thaher Hanubun Mulai Mencuat

    Peta Politik Maluku 2031: Wacana Duet Arlond Ritiauw-Thaher Hanubun Mulai Mencuat

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • visibility 94
    • 0Komentar

    AMBON,-DEMAL : Suhu politik menjelang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Maluku 2031 mulai menghangat dengan mengemukanya wacana pasangan Mayjen TNI (Purn.) Arnold Paplapna Ritiauw dan  M. Thaher Hanubun. Kombinasi figur senior eksekutif daerah dan tokoh militer-birokrasi nasional ini dinilai menjadi salah satu kekuatan potensial dalam kontestasi mendatang. Thaher Hanubun membawa modal politik yang sangat matang berkat rekam […]

  • Pemkab Malra Gelar Gerakan Tanam Cabai Serempak, Senjata Baru Lawan Inflasi

    Pemkab Malra Gelar Gerakan Tanam Cabai Serempak, Senjata Baru Lawan Inflasi

    • calendar_month Kamis, 14 Agt 2025
    • visibility 426
    • 0Komentar

    LANGGUR-DM : Di Maluku Tenggara, cabai bukan sekadar bumbu dapur—ia kini menjadi senjata melawan inflasi. Sebagai langkah nyata menjaga ketahanan pangan dan mengamankan pasokan hingga akhir tahun. Ratusan petani, pelajar, dan warga bersatu dalam Gerakan Tanam Cabai Serempak di Desa Danar Lumefar, Kecamatan Kei Kecil Timur, Rabu 13 Agustus 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

  • Skandal “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-II)

    Skandal “Mata Rumah Palsu” di Negeri Batu Merah (Bag-II)

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Misteri Surat Mandat 1926 dan Historisch Negorij Batoemerah     Keasilan dua dokumen yang disampaikan penggugat Ali Hatala (raja saat ini) dalam sidang sengketa mata rumah parentah Negeri Batu Merah di Pengadilan Negeri Ambon beberapa waktu lalu masih jadi misteri. Meski dokumen Historisch Negorij Batoemerah dan Surat Kuasa Penyerahan Mandat yang ditunjukan dalam persidangan itu […]

  • Pendapatan Daerah Capai Rp781 Miliar, Pemkab Maluku Tenggara Catat Kinerja Keuangan Positif

    Pendapatan Daerah Capai Rp781 Miliar, Pemkab Maluku Tenggara Catat Kinerja Keuangan Positif

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • visibility 140
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara mencatat kinerja keuangan daerah yang positif sepanjang Tahun Anggaran 2025. Hal tersebut disampaikan Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, saat memaparkan garis besar pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2025 dalam rapat paripurna DPRD Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Sabtu 20 Juni 2026.. Hanubun menjelaskan, pendapatan daerah setelah perubahan APBD […]

expand_less