FPMK 2025 Tampilkan Kekayaan Budaya, Tradisi, dan Keindahan Wisata
- calendar_month Sel, 7 Okt 2025
- visibility 143
- comment 0 komentar

LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara terus matangkan persiapan Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2025 yang akan berlangsung pada 21–27 Oktober 2025 mendatang.
Kegiatan bergengsi ini akan berlangsung di sejumlah lokasi berbeda, menampilkan kekayaan budaya, tradisi, dan keindahan wisata lokal yang menjadi kebanggaan masyarakat Kei.
“Untuk lokasi acara akan menyebar, tidak hanya di satu tempat,” ujar Sekretaris Dinas Pariwisata Maluku Tenggara, Budhi Toffi, saat jumpa pers di Aula Dinas Pariwisata, Selasa 7 Oktober 2025.
Salah satu atraksi utama FPMK 2025 adalah Werwarat, tradisi penangkapan ikan massal menggunakan tali panjang yang digelar di Pantai Wahan, Ohoi Danar. Dalam tradisi ini, ribuan warga akan turun ke laut dangkal untuk menarik tali bersama pemandangan spektakuler yang merefleksikan semangat gotong royong dan nilai budaya masyarakat Kei.
“Werwarat menjadi salah satu gong festival, karena itu inti dari Pesona Meti Kei yang akan kita angkat di Pantai Wahan,” jelas Toffi.
Selain itu, panitia juga menyiapkan berbagai kegiatan menarik seperti lomba dragon boat di Perairan Sathean, Goyang Meti Kei di Landmark Langgur, Van Kur Kurat di Ohoi Kolser, serta acara puncak di Pantai Ngursarnadan, Ohoililir. Beberapa babak penyisihan Goyang Meti Kei bahkan akan digelar di Pantai Ngiarwarat, guna menambah semarak menjelang puncak festival.
“Dragon boat kita pusatkan di Sathean, sedangkan Goyang Meti Kei rencana pembukaannya di Landmark Langgur, dan untuk ceremony puncak di Pantai Ohoililir. Ini masih dalam tahap finalisasi, kita lihat nanti perkembangannya,” tambah Toffi.
Persiapan logistik dan infrastruktur saat ini telah memasuki tahap akhir. Pemerintah daerah bersama panitia bekerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Bank Mandiri, Bank Modern, Bank Artha, serta perusahaan besar seperti Telkomsel dan PLN yang turut berpartisipasi melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
“Kita bersyukur karena dukungan sponsor cukup kuat. Walaupun ada keterbatasan anggaran akibat efisiensi nasional, panitia tetap optimis festival ini akan terlaksana dengan baik,” ujarnya.
Lebih lanjut, Toffi menegaskan bahwa Festival Pesona Meti Kei tidak hanya menjadi ajang pariwisata, tetapi juga ruang ekspresi dan promosi bagi talenta lokal. Panggung FPMK disiapkan untuk menampilkan karya seni, musik, dan tari tradisional anak daerah Kei.
“Tujuan dari Karisma Event Nusantara adalah mengangkat ekonomi kreatif di daerah dan melahirkan talenta baru. Kalau talenta itu sudah ada, kita sediakan panggung agar mereka bisa berkreasi dan mem-branding diri,” tuturnya.
Festival ini juga menjadi momentum kebanggaan bagi komunitas Kei dan diaspora Kei di berbagai daerah. Partisipasi masyarakat dalam lomba, pertunjukan seni, dan kegiatan sosial diharapkan dapat memperkuat identitas budaya serta menarik kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara.
“Festival Pesona Meti Kei ini menjadi pestanya orang Kei baik di Maluku Tenggara, Kota Tual, maupun di mana pun mereka berada, serta bagi para pencinta pariwisata,” ungkap Toffi.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan, ketertiban, dan promosi melalui media sosial agar pelaksanaan festival berjalan sukses. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, masyarakat, dan sponsor disebut menjadi kunci utama kelancaran acara.
“Kita jaga keamanan sama-sama, dan mari kita promosikan event ini melalui media sosial,” ajaknya.
Sebagai bagian dari strategi pengembangan berkelanjutan, panitia juga menyiapkan ruang konsultasi dan pembinaan bagi talenta muda di bidang seni dan olahraga. Langkah ini menjadi strategi jangka panjang untuk memastikan keberlanjutan ekosistem ekonomi kreatif dan budaya Kei di masa depan.
Dengan dukungan penuh dari Bupati Maluku Tenggara, Pemerintah Provinsi Maluku, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Festival Pesona Meti Kei 2025 diharapkan kembali menjadi ikon pariwisata unggulan Maluku Tenggara di kancah nasional dan internasional.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar