Lepas 21 PMO-BA, Wabup Ingatkan Profesional di Lapangan
- calendar_month Jum, 17 Okt 2025
- visibility 119
- comment 0 komentar

Foto Bersama 21 petugas Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) Koperasi Merah Putih Kabupaten Maluku Tenggara.(foto/ist)
LANGGUR.-DEMAL; Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam, menegaskan Program Koperasi Merah Putih merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperkuat kelembagaan ekonomi masyarakat di tingkat akar rumput.
Koperasi kata Wagubm sebagai sokoguru perekonomian bangsa harus menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi berbasis kearifan lokal dengan semangat gotong royong dan keadilan sosial.
“Tugas saudara-saudara bukan sekadar administratif, tetapi merupakan panggilan pengabdian untuk memberdayakan masyarakat,” tegas Rahantoknam saat melepas 21 petugas Project Management Officer (PMO) dan Business Assistant (BA) Koperasi Merah Putih Kabupaten Maluku Tenggara, yang berlangsung di ruang rapat Kantor Bupati, Jumat 17 Oktober 2025.
Ia meminta agar setiap langkah pendampingan yang dilakukan harus berorientasi pada peningkatan kesejahteraan anggota koperasi dan masyarakat desa.
Menurutnya, pendampingan tidak hanya mencakup aspek manajemen dan penguatan kapasitas usaha, tetapi juga pembinaan moral kerja yang berintegritas.
“Gunakan pendekatan yang partisipatif dan komunikatif dalam mendampingi masyarakat agar nilai kepercayaan dan kebersamaan tumbuh dengan baik,” tambahnya.
Wakil Bupati juga mengingatkan agar para petugas PMO dan BA menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi dan solusi atas tantangan ekonomi di lapangan. Ia berpesan agar seluruh pendamping terus belajar, berbagi pengetahuan, dan menjaga semangat pengabdian.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam memperkuat sektor koperasi dan UMKM.
“Kami berharap hasil kerja para petugas ini dapat menjadi bahan evaluasi dan model pengembangan bagi program pemberdayaan ekonomi masyarakat ke depan,” ujarnya.
Rahantoknam juga menyampaikan sejumlah harapan kepada para pendamping, di antaranya:
-Mendorong koperasi menjadi lembaga ekonomi yang sehat, produktif, dan mandiri.
-Memastikan setiap Ohoi dan Kelurahan memiliki koperasi aktif yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
-Membangun sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat dalam pengembangan ekonomi lokal.
-Melahirkan inovasi usaha berbasis potensi sumber daya alam dan budaya lokal.
-Menciptakan SDM koperasi yang profesional, berintegritas, dan berjiwa kewirausahaan tinggi.
“Setiap keberhasilan kecil di lapangan akan menjadi pijakan menuju kemandirian ekonomi daerah,” pungkasnya.(*)
Editor : Abd karim

Saat ini belum ada komentar