Pemkab Malra Jadikan Danar Ifak Jadi Desa Wisata Pancasila
- calendar_month Sen, 20 Okt 2025
- visibility 176
- comment 0 komentar

Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, saat menghadiri kegiatan Pembentukan Desa Wisata Pancasila di Balai Desa Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Senin 20 Oktober 2025.(foto/humas)
LANGGUR.-DEMAL; Kabupaten Maluku Tenggara, khususnya Pulau Kei, menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila melebur dalam kehidupan masyarakat yang majemuk. Semangat ini ditegaskan oleh Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi, saat menghadiri kegiatan Pembentukan Desa Wisata Pancasila di Balai Desa Danar, Kabupaten Maluku Tenggara, pada Senin 20 Oktober 2025.
“Pancasila adalah kompas moral dan jalan tengah yang menyatukan keberagaman. Di Kei, kita menyaksikan ‘orang basudara’ bukan sekadar slogan, tetapi aksi nyata,” tegas Yudian.
Ia menekankan bahwa nilai-nilai seperti gotong royong, musyawarah, serta penghormatan terhadap sesama merupakan inti dari Pancasila. Penguatan nilai-nilai tersebut di daerah seperti Kei bertujuan membentuk karakter warga negara yang nasionalis, toleran, dan adil secara sosial.
Yudian juga mengajak pemuda, tokoh agama, adat, serta pemerintah daerah untuk menjadikan Desa Wisata Pancasila sebagai contoh nasional.
“Kita jaga bersama, kita rawat dengan cinta, dan kita promosikan dengan bangga. Mari kita pulang dari sini dengan semangat baru sebagai penjaga nilai-nilai Pancasila dari Kei untuk Indonesia. Mari kita jadikan Maluku sebagai Provinsi Perdamaian,” ujarnya penuh semangat.
Sementara itu, Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menjelaskan bahwa Desa Wisata Pancasila memiliki makna mendalam. Bukan sekadar destinasi wisata, tetapi cerminan nyata nilai-nilai luhur yang tertanam dalam masyarakat.
“Kita ingin menghadirkan pariwisata yang tidak hanya indah secara alamiah, tetapi juga menyejukkan secara moral dan spiritual,” ungkapnya.
Menurutnya, Danar Ifak adalah salah satu contoh desa di mana tiga agama besar yakni Islam, Katolik, dan Protestan yang hidup berdampingan dalam harmoni sejak dulu.
“Hubungan antarumat beragama yang harmonis ini merupakan cerminan nyata dari Sila Pertama dan Ketiga Pancasila,” imbuh Bupati.
Lebih dari sekadar semboyan, nilai-nilai Pancasila di Maluku Tenggara terwujud dalam tindakan nyata. Kerukunan dan gotong royong yang hidup di tengah masyarakat menjadi daya tarik wisata yang unik dan menjadi modal sosial yang tak ternilai.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk menanamkan semangat cinta tanah air, menghargai perbedaan, dan memperkuat solidaritas sosial,” pesan Bupati Thaher.
Dengan semangat Pancasila, Maluku Tenggara berkomitmen menjadi daerah yang maju, harmonis, dan berdaya saing tinggi, sekaligus menyalakan obor persatuan dari timur Indonesia untuk seluruh Nusantara.
“Mari jadikan Danar Ifak sebagai bukti bahwa keberagaman adalah kekuatan, bukan kelemahan,” kata Thaher.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar