Pemkab Malra Gelar Gerakan Tanam Cabai Serempak, Senjata Baru Lawan Inflasi
- calendar_month Kam, 14 Agu 2025
- visibility 265
- comment 0 komentar

LANGGUR-DM : Di Maluku Tenggara, cabai bukan sekadar bumbu dapur—ia kini menjadi senjata melawan inflasi.
Sebagai langkah nyata menjaga ketahanan pangan dan mengamankan pasokan hingga akhir tahun. Ratusan petani, pelajar, dan warga bersatu dalam Gerakan Tanam Cabai Serempak di Desa Danar Lumefar, Kecamatan Kei Kecil Timur, Rabu 13 Agustus 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program ketahanan pangan Pemkab Malra yang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2,013 miliar.
Dana tersebut mencakup pengadaan sayuran, pupuk, pestisida, penyediaan 2.000 ayam ras petelur, perbaikan lima unit alat mesin pertanian, serta pembuatan kebun bibit kelapa genja seluas 1,5 hektare di BPP Ohoiluk.
Selain itu, dukungan dari APBN juga mengalir untuk pengembangan padi ladang seluas 26 hektare dan jagung hibrida 500 hektare yang tersebar di 11 kecamatan.
Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, mengatakan Gerakan Tanam Cabai Serempak akan berlanjut dengan penyebaran 450.000 benih cabai di lahan seluas 38,5 hektare di 11 desa sentra cabai, dengan target produksi 138,6 ton pada 2025.
“Proyeksi surplus mencapai 48,9 ton, cukup untuk memenuhi kebutuhan konsumsi hingga akhir tahun. Kami berterima kasih kepada Pak Gubernur Maluku dan Bank Indonesia atas dukungan sarana produksi dan edukasi. Semoga gerakan ini menjadi budaya bertanam di seluruh pelosok Maluku,” ujar Bupati.
Plt. Kepala Dinas Pertanian Malra, Joel Dumatubun, menjelaskan kegiatan ini melibatkan 300 peserta, termasuk pemerintah, TP PKK, petani, dan pelajar, untuk memperkuat sinergi menjaga ketahanan pangan keluarga.
“Dengan luas tanam 0,25 hektare dan produktivitas 3.000 kilogram per hektare, petani bisa menghasilkan 750 kilogram cabai. Jika dijual, pendapatan dapat mencapai Rp6,25 juta per bulan atau Rp75 juta per tahun,” paparnya.
Dengan langkah ini, Pemkab Malra optimistis harga cabai akan lebih stabil, inflasi terkendali, dan kesejahteraan petani meningkat.(*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar