Tiga Skenaris Perang Iran Versus Israel (+USA)
- calendar_month Ming, 1 Mar 2026
- visibility 559
- comment 0 komentar

Animasi
Pada akhirnya, perang selalu meninggalkan reruntuhan.
Yang paling mahal bukanlah rudal yang diluncurkan, melainkan masa depan yang tertunda dan generasi yang tumbuh dalam bayang-bayang ketakutan.
Jika Khamenei benar-benar telah tiada, dunia sedang menyaksikan bukan hanya pergantian seorang pemimpin, tetapi ujian terhadap daya tahan sistem dan keseimbangan global.
Seperti diingatkan Trita Parsi dan Vali Nasr, di balik jargon ideologis, konflik Iran–Israel digerakkan kalkulasi realpolitik dan persaingan Syiah–Sunni memperebutkan kepemimpinan regional, bukan sekadar permusuhan teologis belaka.
Api dapat dipadamkan. Tetapi luka sejarah sering bertahan jauh lebih lama daripada asap yang mengepul.
Pertanyaannya kini bukan siapa yang paling kuat, melainkan siapa yang paling bijak menghentikan spiral ketakutan sebelum ia menelan semuanya.
Di tengah puing geopolitik, kemenangan sejati bukan terletak pada keruntuhan lawan. Ini melainkan bersandar pada keberanian para pemimpin dunia untuk menukar ego kekuasaan dengan diplomasi demi menyelamatkan kemanusiaan dari kehampaan, menuju dunia yang nyaman kita tinggali bersama. ***
Sejarah akan mencatat jawabannya.
Jakarta, 1 Maret 2026
REFERENSI
Parsi, Trita. Treacherous Alliance: The Secret Dealings of Israel, Iran, and the United States. Yale University Press, 2007.
Nasr, Vali. The Shia Revival: How Conflicts Within Islam Will Shape the Future. W. W. Norton & Company, 2006.
-000-
Ratusan esai Denny JA soal filsafat hidup, political economy, sastra, agama dan spiritualitas, minyak dan energi, politik demokrasi, sejarah, positive psychology, catatan perjalanan, review buku, film dan lagu, bisa dilihat di FaceBook Denny JA’s World
(https://www.facebook.com/share/1XQq182jsv/?mibextid=wwXIfr)

Saat ini belum ada komentar