Sumber Air Su Jaoh, Ancaman Bagi Warga Kota Ambon
- calendar_month Kam, 12 Feb 2026
- visibility 384
- comment 0 komentar

Debit air makin mengecil di Arbes STAIN, foto ini diambil beberapa waktu lalu.
“Batu Merah, Pandan Kasturi dan Karang Panjang itu dikelola PT DSA yang tidak tau diri itu. Tidak pernah bikin pelayanan yang baik buat masyarakat, dan yang disalahkan Pemerintah Kota Ambon,” kesal Wattimena, usai Rapat Paripurna di Balai Rakyat Belakang Soya, Rabu (26/11/2025).
“Kantornya ada di depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Kalau mereka pelayanan tidak baik di tiga daerah itu, datang demo mereka di sana,” tambahnya.
Demikian kalimat bernuansa agitatif yang dikeluarkan Walikota Ambon, Bodewin Wattimena menanggapi banyak sekali keluhan warga Kota Ambon akan pasokan air.
Walikota Ambon rupanya menganggap suplai air ke rumah warga itu hanya soal tekhnis semata, sebatas tanggungjawab pelayanan bukan soal ketersediaan bahan baku.
Jika saja aksi demo dilakukan, ramai-ramai mendatangi PT.DSA itu pun sebenarnya bukan solusi, air tetap tidak akan mampu mengaliri semua rumah-rumah warga. Walaupun kantor dibakar atau pimpinan PT.DSA diganti.
Kenapa demikian karena ketersediaan debit air makin tipis yang tak mampu lagi penuhi kebetuhan rumah tangga.
Pada tahun 2023, jumlah pelanggang PT.DSA berkisar 10.000an, sementara debit air yang mampu dipompa dan ditampung dan kemudian dialiri ke pelanggang hanya 3000 kobik per hari.
Problem ketersediaan pasokan air bukan baru dikeluhkan warga Kota Ambon. Tahun-tahun sebelumnya pun sama dan akan terus berulang bahkan bole jadi bakal makin parah.
Kepala Bagian Langganan PT DSA Ambon, Jefri Riri, pada tahun 2023 saat diwawancarai Mongabay tak menampik jika ada masalah distribusi air kepada pelanggan. Dia sebut masalahnya di debit air yang mengalami penyusutan di mata air utama Sungai Wairuhu, Waineo, dan Air Panas, kawasan Air besar.
“Debit sudah kecil, hampir seng [tidak] ada lagi,” ungkapnya tentang sumber mata air Wairuhu yang telah kritis.
Untuk mengatasi hal itu, PT DSA mengandalkan sumur dalam di sejumlah titik di Kota Ambon. Contohnya, di kawasan Karang Panjang. Air ke rumah-rumah pelanggan disuplai dari empat sumur dalam, yang masing-masing dalamnya 100 meter.
Perusahaan juga membor sumur dalam di belakang Soya, Flamboyan, Batu Merah Atas, Tanjong, Arema, Galunggung-Tanah Rata, dan Kampong Tomia. Berkat upaya ini, jumlah air naik menjadi 6 ribu meter kubik.
“Tapi masih kurang 4 ribu meter kubik air/hari,” ungkapnya (9/8/2023).
Jhon Pattinaja, Kepala Bagian Perencanaan PDAM Kota Ambon ikut menjelaskan dari empat sungai yang mata airnya dimanfaatkan oleh PDAM. Satu diantaranya, -yaitu Sungai Wainitu, debitnya telah menyusut.
”Untuk memenuhi kebutuhan suplai air ke pelanggan, dibantu dengan tiga sumur dalam saat musim kemarau,” kata Jhon (10/8/2023).
Sekadar tahu, Kota Ambon, sebagai ibukota Provinsi Maluku berada di Pulau Ambon yang luasnya 74.340 hektar.
Topografi wilayah Kota Ambon meliputi area berlereng terjal dengan kemiringan di atas 20 persen seluas 73 persen. Sisanya daratan landai (17 persen), dan pantai, pesisir dan laut (10 persen).
Terdapat 15 aliran sungai yang mengalir di Kota Ambon. Dari yang terpanjang Wai Sikula (15,5 km), sampai yang terpendek Wai Webi (2,5 km), keduanya mengalir ke Teluk Ambon. Karakteristik ini menyebabkan air permukaan (run off) yang tidak terserap tanah, sangat mudah terbuang ke sungai dan laut di musim hujan.
Dari kelima DAS itu yang seharusnya menjadi wilayah hijau resapan, telah terjadi perubahan bentang lahan. Seperti yang terjadi di bagian hulu dan tengah DAS Wai Ruhu dan Wai Batu Merah, Kecamatan Sirimau.
Perumahan dan permukiman warga, -termasuk rumah pejabat, hingga fasilitas pemerintahan ada di situ. Bahkan ada sebagian gedung perguruan tinggi yang dibangun dalam kawasan hutan alam. Beberapa kawasan lindung, hutan dan wilayah resapan pun telah digarap jadi ladang pertanian.
Pembangunan dan kegiatan di kawasan itu jelas menyalahi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 24 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) kota Ambon Tahun 2011-2031.(*)
Sumber :
mongabay : ‘Ambon Keringe’ Krisis Air di Kota Ambon dan Hilangnya Wilayah Resapan
Beritakotaambon : Walikota Ambon Perintahkan Warga Demo PT DSA, Jika Pelayanan Air Bersih Tetap Buruk

Saat ini belum ada komentar