Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Rencana Hutang Baru, Senator Bisri Minta Gubernur-DPRD Tak Gegabah

  • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
  • visibility 487
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DEMAL ; Gubernur Maluku dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku diminta tidak gegabah untuk melanjutkan hutang baru guna mendongrak pembangunan di Maluku tahun depan.

“Pak Gubernur dan juga DPRD Maluku jangan gegabah berhutang atau menambah pinjaman lagi. Meski itu bukan sesuatu yang haram,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Maluku Bisri As Shiddiq Latuconsina. Jumat, 21 November 2025.

Bisri menekankan, pinjaman atau hutang merupakan opsi terakhhir dalam perencanaan pembangunan,akan tetapi pandangan tentang berhutang harusnya dihindari.

“Hutang itu opsi terakhir,tapi baikanya dihindari, jangan deh kita berhutang  hutang yang akan  membebani daerah di masa akan datang. Saat ini yang harus menjadi perhatian kita bersama yakni persoalan lapangan pekerjaan yang masih sempit, ini harus dibicarakan. Memudahkan dan meningkatkan investasi, serta masalah kesejahteraan para tenaga honorer ASN yang perlu ditingkatkan. Kita jangan berpikir untuk meminjam, atau berhutang,” urainya.

Menurut Bisri, masih banyak opsi  untuk mendongrak anggaran pembangunan sembari meringankan beban APBD Maluku ditengah pengurangan biaya transfer. Diantaranya menggenjot PAD dari sektor jasa yang sejauh ini belum tergarap dengan baik, juga usaha-usaha lain serta menggenjot pendapatan BUMD.

Tapi jika Gubernur Maluku tetap kukuh untuk melanjutkan hutang dengan nilai yang lebih tinggi, maka seluruh pemangku kepentingan di Maluku perlu duduk bersama mendiskusikan rencana tersebut.

” Masyarakat Maluku perlu tau. Kita punya banyak ekonom yang bisa diajak berpikir, panggil dan undang para akademisi, para pakar kita, stackholder terkait duduk dalam satu forum, lalu diskusikan apakah perlu ataukah tidak perlu lagi kita berhutang. Jika berhutang, bagaimana skema pemanfaatan dan pengembaliannya, mesti diracang dengan jelas, terarah, terukur. Pemerintah Provinsi harus mendengar masukan, tak boleh gegabah. Jangan seperti yang sudah-sudah. Kan itu (hutang) untuk kepentingan publik, untuk kepentingan rakyat,” sarannya.

Berkaca dari pinjaman Rp700 miliar yang “gagal” mendongrak pertumbuhan ekonomi , hutang yang direncanakan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga berpotensi membebani daerah di kemudian hari kalau pemanfaataannya tidak tepat sasaran, apalagi hanya untuk membiayai proyek infrastuktur.

“Dari pinjaman Rp700 miliar saja, kondisi ekonomi kita di Maluku sekarang tidak alami kemajuan siginifikan, sebab banyak uang daerah dipakai untuk melunasi hutang yang sampai sekarang pun belum lunas. Nah, jika kita berhutang lagi dengan nilai Rp1,7 Triliun dan tanpa kalkulasi yang cermat, pengembaliannya seperti apa, saya kuatir daerah kita akan kolaps di tahun-tahun ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Abd Karim

 

 

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Serahkan SK 428 PPPK Tahap I, Ini Pesan Bupati Malra

    Serahkan SK 428 PPPK Tahap I, Ini Pesan Bupati Malra

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • visibility 231
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun, menyerahkan Surat Keputusan (SK) kepada 428 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap I tahun 2024. “Dari 429 orang, ada satu yang telah mendahului kita. Semoga beliau ditempatkan di sisi Tuhan dengan sebaik-baiknya,” ucap Thaher penuh haru di Langgur, Kamis 2 Oktober 2025. Ia menekankan, status PPPK merupakan […]

  • IAP Minta Pemkab SBT Evaluasi Ulang Penyusuan RTRW

    IAP Minta Pemkab SBT Evaluasi Ulang Penyusuan RTRW

    • calendar_month Jumat, 20 Jun 2025
    • visibility 471
    • 0Komentar

    AMBON-DM ; Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Provinsi Maluku menyoroti proses penyusunan dokumen Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) yang belum mengedepankan prinsip partisipasi publik secara optimal.Wakil Ketua IAP Provinsi Maluku, Fiqran M. Yusuf, menjelaskan RTRW adalah ruh dari pembangunan suatu wilayah,harusnya itu disusun dengan melibatkan masyarakat secara aktif dan menyeluruh.“RTRW bukan […]

  • BPS Sebut SE 2026 Acuan Baru Penyusunan Kebijakan Pembangunan di Maluku Tenggara

    BPS Sebut SE 2026 Acuan Baru Penyusunan Kebijakan Pembangunan di Maluku Tenggara

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • visibility 181
    • 0Komentar

      LANGGUR.-DEMAL ; Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Maluku Tenggara menegaskan pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE) 2026 menjadi langkah strategis untuk menghadirkan gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian Indonesia, termasuk di Kabupaten Maluku Tenggara. Hal tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Maluku Tenggara, Freddy Abrahams, saat pencanangan Sensus Ekonomi 2026 di Taman Landmark Kota Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, […]

  • Air Terjun Soindrat Peraih ADWI Sukses Gaet 18 Ribu Pengunjung

    Air Terjun Soindrat Peraih ADWI Sukses Gaet 18 Ribu Pengunjung

    • calendar_month Rabu, 14 Jan 2026
    • visibility 1.212
    • 0Komentar

      LANGGUR-DEMAL ; Air Terjun Soinrat yang juga dikenal sebagai Air Terjun Ai Moun Ni Ohoi, adalah destinasi wisata alam indah di Ohoi (Desa) Soinrat, Kecamatan Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, pada tahun 2025 menjadi destinasi yang ramai dikunjungi. Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mencatat, destinasi yang menawarkan keindahan alam hutan dengan air terjun setinggi sekitar […]

  • Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    Soal Konflik Sosial, Bupati : Saya Tidak Ingin Ada Satu Pun Warga Kita Yang Kelaparan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • visibility 410
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL; Konflik sosial antara warga Desa Longgar dan Desa Apara di Kecamatan Aru Tengah Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Aru. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel, bersama jajaran unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) langsung turun melihat dan memastikan kondisi keamanan dan kemanusiaan di lapangan. “Melihat kondisi di lapangan, saya tidak […]

  • Bukan PKL, Atau Parkiran, Angkutan Umum “Biang” Macet di Mardika

    Bukan PKL, Atau Parkiran, Angkutan Umum “Biang” Macet di Mardika

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • visibility 407
    • 0Komentar

    AMBON.-DM : Fenomena macet dan kesemerautan di kawasan Pasar Mardika masih terjadi, meski ruas jalan sudah dibersihkan Pemerintah Kota Ambon dari aktifitas pedagang kaki lima serta parkiran. Pada jam-jam tertentu, para pejalan kaki dan juga pengendara roda dua masih kesulitan melewati ruas jalan Mardika, macet masih terjadi, sebabnya adalah jalanan dipenuhi angkutan umum yang menunggu […]

expand_less