Kamis, 13 Agu 2026
light_mode

Rencana Hutang Baru, Senator Bisri Minta Gubernur-DPRD Tak Gegabah

  • calendar_month Jum, 21 Nov 2025
  • visibility 401
  • comment 0 komentar

AMBON.-DEMAL ; Gubernur Maluku dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku diminta tidak gegabah untuk melanjutkan hutang baru guna mendongrak pembangunan di Maluku tahun depan.

“Pak Gubernur dan juga DPRD Maluku jangan gegabah berhutang atau menambah pinjaman lagi. Meski itu bukan sesuatu yang haram,” ujar Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Maluku Bisri As Shiddiq Latuconsina. Jumat, 21 November 2025.

Bisri menekankan, pinjaman atau hutang merupakan opsi terakhhir dalam perencanaan pembangunan,akan tetapi pandangan tentang berhutang harusnya dihindari.

“Hutang itu opsi terakhir,tapi baikanya dihindari, jangan deh kita berhutang  hutang yang akan  membebani daerah di masa akan datang. Saat ini yang harus menjadi perhatian kita bersama yakni persoalan lapangan pekerjaan yang masih sempit, ini harus dibicarakan. Memudahkan dan meningkatkan investasi, serta masalah kesejahteraan para tenaga honorer ASN yang perlu ditingkatkan. Kita jangan berpikir untuk meminjam, atau berhutang,” urainya.

Menurut Bisri, masih banyak opsi  untuk mendongrak anggaran pembangunan sembari meringankan beban APBD Maluku ditengah pengurangan biaya transfer. Diantaranya menggenjot PAD dari sektor jasa yang sejauh ini belum tergarap dengan baik, juga usaha-usaha lain serta menggenjot pendapatan BUMD.

Tapi jika Gubernur Maluku tetap kukuh untuk melanjutkan hutang dengan nilai yang lebih tinggi, maka seluruh pemangku kepentingan di Maluku perlu duduk bersama mendiskusikan rencana tersebut.

” Masyarakat Maluku perlu tau. Kita punya banyak ekonom yang bisa diajak berpikir, panggil dan undang para akademisi, para pakar kita, stackholder terkait duduk dalam satu forum, lalu diskusikan apakah perlu ataukah tidak perlu lagi kita berhutang. Jika berhutang, bagaimana skema pemanfaatan dan pengembaliannya, mesti diracang dengan jelas, terarah, terukur. Pemerintah Provinsi harus mendengar masukan, tak boleh gegabah. Jangan seperti yang sudah-sudah. Kan itu (hutang) untuk kepentingan publik, untuk kepentingan rakyat,” sarannya.

Berkaca dari pinjaman Rp700 miliar yang “gagal” mendongrak pertumbuhan ekonomi , hutang yang direncanakan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa juga berpotensi membebani daerah di kemudian hari kalau pemanfaataannya tidak tepat sasaran, apalagi hanya untuk membiayai proyek infrastuktur.

“Dari pinjaman Rp700 miliar saja, kondisi ekonomi kita di Maluku sekarang tidak alami kemajuan siginifikan, sebab banyak uang daerah dipakai untuk melunasi hutang yang sampai sekarang pun belum lunas. Nah, jika kita berhutang lagi dengan nilai Rp1,7 Triliun dan tanpa kalkulasi yang cermat, pengembaliannya seperti apa, saya kuatir daerah kita akan kolaps di tahun-tahun ke depan,” pungkasnya. (*)

Editor : Abd Karim

 

 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ternyata Kompol Soleman Korban Fitnah, Tak Terlibat Skandal Sianida Mardika

    Ternyata Kompol Soleman Korban Fitnah, Tak Terlibat Skandal Sianida Mardika

    • calendar_month Sab, 3 Jan 2026
    • visibility 309
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Pengusaha Kota Ambon yang rukonya digrebek Ditreskrimsus Polda Maluku beberapa waktu lalu karena menyimpan Sianida membantah adanya “keterlibatan” Kompol Soleman dalam skandal pemerasan dan suap Sianida. “Beta sudah bantah keterangan Erik di BAP waktu pemeriksaan konfrotir. Dia sebut Hj Soleman, dia sebut nama-nama, paling banyak. Beta seng pernah ngomong (dengan Hj Soleman/Kompol Soleman),ia […]

  • Dinilai Pandai Akrobat, Jais Gagal Bangun Citra Positif Pemprov

    Dinilai Pandai Akrobat, Jais Gagal Bangun Citra Positif Pemprov

    • calendar_month Sen, 21 Jul 2025
    • visibility 353
    • 0Komentar

    AMBON-DM: Polemik Finalis Miss Youth Indonesia, Efrita Trifena Lamerkabel tidak bisa dilihat sebagai lemahnya fungsi komunikasi, tetapi kegagalan Dinas Pariwisata dalam mendorong potensi sumber daya manusia pada level nasional juga lemhanya pelayanan publik. Ketika Jais Elly sebagai Kadis Pariwisata Maluku menyalahkan Efrita yang tak mau bangun komunikasi dengan Pemprov Maluku. Alibi Jais keliru. Tanpa perhitungan. […]

  • Anakotta Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di SMKN 1 Ambon

    Anakotta Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di SMKN 1 Ambon

    • calendar_month Sen, 9 Feb 2026
    • visibility 303
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL ; Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD-RI) asal Maluku, Novita Anakotta, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMK Negeri 1 Ambon, Senin 9 Februari 2026. Kegiatan tersebut diikuti oleh para pelajar setempat sebagai upaya memperkuat pemahaman generasi muda terhadap nilai-nilai fundamental bangsa Indonesia. Empat Pilar Kebangsaan yang disosialisasikan dalam kegiatan itu meliputi […]

  • Jejak Tender Gagal T.2023, Irigasi Sariputih Rubuh Hingga Video APH di TKP

    Jejak Tender Gagal T.2023, Irigasi Sariputih Rubuh Hingga Video APH di TKP

    • calendar_month Sen, 8 Sep 2025
    • visibility 406
    • 0Komentar

    AMBON.-DM; Negeri Sariputih merupakan salah satu dari 12 Negeri yang ada di wilayah Seranm Utara Timur Kobi, berdasarkan pemuktahiran data keluarga tahu 2021, desa ini punya 18 RT dan 4 RW dengan jumlah kepala keluarga 415 terdiri dari 768 jiwa laki-laki dan 694 jiwa perempuan. Meski demikian di kawasan ini ada proyek senilai belasan miliar […]

  • Kukuhkan 183 PPPK Aru, Bupati : Mari Kita Satukan Kekuatan Dalam Satu Perahu

    Kukuhkan 183 PPPK Aru, Bupati : Mari Kita Satukan Kekuatan Dalam Satu Perahu

    • calendar_month Kam, 12 Feb 2026
    • visibility 243
    • 0Komentar

      ARU.-DEMAL ; Sebanyak 183 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Tahap II formasi tahun 2024 mengikuti pengambilan sumpah dan janji serta penyerahan Surat Keputusan Pengangkatan secara simbolis. Mereka tersebear disejumlah OPD teknis terdiri dari, 130 Tenaga Teknis, 41 Tenaga Guru dan 12 Tenaga Kesehatan. Bupati Kep. Aru, Timotius Kaidel dalam sambutannya menegaskan jika status […]

  • Tebang Pohon Kelapa Tanpa Ganti Rugi, PT.PLN Maluku disomasi PB-BPHI

    Tebang Pohon Kelapa Tanpa Ganti Rugi, PT.PLN Maluku disomasi PB-BPHI

    • calendar_month Rab, 17 Des 2025
    • visibility 507
    • 0Komentar

    AMBON.-DEMAL;  PT.PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara disomasi dan terancam dipidana jika tidak segera membayar biaya konpensansi atas penebangan pohon-pohon kelapa milik warga Desa Waewali Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan belum lama ini. Dalam surat somasi yang telah disampaikan Pengurus Besar – Badan Pengawas Hukum Indonesia (PB-BPHI) kepada  manajemen PT.PLN Maluku – Maluku Utara, diminta supaya mengakui […]

expand_less