Polemik Rp2 M Lebih Dana Hiba “Nita” di SMA Pertiwi
- calendar_month Sel, 10 Jun 2025
- visibility 1.286
- comment 0 komentar

AMBON- DM : Sekolah Menengah Atas (SMA) Pertiwi sukses menggaet kepercayaan Pemerintah Provinsi Maluku.
Sekolah dibawah asuhan Yayasan Pendidikan Cristina Martha Tiahahu ini pun kabarnya mendapatkan kucuran dana segar senilai Rp2,5 dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Maluku tahun anggaran 2025.
Anggaran ini konon bagian dari alokasi dana hibah aspirasi milik Nita Bin Umar, salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Maluku, asal Partai Amanat Nasional yang “dititipkan” pada Pagu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku.
Nita Bin Umar memang bukan sembarang politisi, dia adalah istri Sekda Maluku Sadali Lie, saat ini duduk sebagai Wakil Ketua Komisi II DPRD Maluku yang membidangi urusan pengelolaan sumber daya alam.
Mengingat kapasitasnya sebagai istri Sekda, maka dalam Yayasan Pendidikan Cristina Martha Tiahahu, Nita Bin Umar adalah ketua dari Yayasan tersebut.
Uang yang dihibakan untuk SMA Pertiwi ini akan digunakan untuk kepentingan pembayaran intensip para gurunya. Setidaknya ada 25 guru yayasan yang mendapatkan intesip dari anggaran ini. Setiap guru akan menerima Rp13 juta intensip sejak Januari-Mei 2025 yang tertunggak. Setiap bulan intensip guru yayasan adalah Rp2,6 juta.
Pendistribusian dana ini kemudian menjadi polemik, setelah percakapan salah satu guru SMA Pertiwi dan WJL oknum operator di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku bocor ke publik pekan kemarin.
Dalam percakapan itu, WJL meminta supaya uang Rp12 juta dikirimkan kembali kepadanya, dan sisakan Rp1 juta saja.
WJL yang dikonformasi awak media tentang percakapannya bersama salah satu guru belum merespon.
Begitupun Ketua Yayasan sekaligus anggota DPRD Maluku Nita Bin Umar, belum membalas upaya konformasi awak media.
Sementara Kepala Sekolah SMA Pertiwi juga belum sempat ditemui.
“ Bapak lagi rapat di Dinas, kalau bisa besok balik saja,” ketus Humas SMA Pertiwi Ambon.
Sekadar tahu, Yayasan Pendidikan Martha Tiahahu telah berdiri sejak 80-an, Yayasan ini merupakan unit dari Dharma Wanita Setda Maluku.
Sesuai Surat Keputusan terbaru yang ditandatangani Nita Bin Umar 4 Maret 2024 sebagai ketua yayasan. Pembinanya adalah Gubernur Maluku, penasehat adalah Istri Gubernur Maluku. Susunanya terdiri dari Wakil Ketua, dua sekretaris dan dua bendahara serta tiga bidang yang terbagi dalam Pendidikan, Kehumasan, dan Sarana Prasarana.
Saat ini ada empat jenjang pendidikan dibawah asuhan Yayasan Pendidikan Christina Martha Tiahahu, TK Pertiwi, SD Pertiwi, SMP dan SMA Pertiwi. (*)
Editor : Abd Karim

Saat ini belum ada komentar