Selasa, 3 Nov 2026
light_mode

Dukung Pernyataan Mendes Batasi Ekspansi Ritel Modern, KNPI Maluku : Koperasi Desa Merah putih Harus Jadi Prioritas

  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 512
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

AMBON.-DEMAL : KNPI Maluku menyatakan dukungan tegas terhadap pernyataan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi yang mendorong pembatasan ekspansi ritel modern di wilayah desa. Sikap tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi Koperasi Desa Merah Putih sebagai pilar utama ekonomi kerakyatan.

Ketua KNPI Maluku Bidang Pengembangan Desa, Aril Salamena, menegaskan bahwa desa tidak boleh terus dijadikan pasar ekspansi bagi jaringan ritel bermodal besar tanpa perlindungan terhadap pelaku usaha lokal. Menurutnya, pembatasan ekspansi bukanlah bentuk penolakan terhadap investasi, melainkan upaya menciptakan keseimbangan ekonomi yang adil.

“Kami mendukung penuh pernyataan Mendes. Desa harus menjadi ruang prioritas bagi koperasi dan usaha rakyat. Jangan sampai desa hanya menjadi lokasi transaksi, sementara keuntungan dan kendali distribusi berada di luar desa,” ujar Aril.

Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamidi semakin masif menjangkau desa-desa. Kehadiran mereka memang membawa sistem manajemen yang modern, jaringan pasok yang stabil, serta pola pemasaran yang agresif. Namun di sisi lain, kondisi tersebut menciptakan persaingan yang tidak seimbang bagi kios tradisional dan pedagang kecil yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi desa.

KNPI Maluku menilai, jika Koperasi Desa Merah Putih telah berjalan aktif, sehat, dan mampu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, maka desa memiliki hak untuk memprioritaskan koperasi sebagai pusat distribusi. Koperasi bukan sekadar toko alternatif, tetapi instrumen kolektif yang memastikan perputaran uang tetap berada di desa.

Aril menjelaskan bahwa Maluku sebagai daerah kepulauan memiliki tantangan distribusi dan logistik yang berbeda dibanding wilayah lain. Biaya angkut tinggi dan akses antar pulau yang terbatas membuat desa membutuhkan sistem distribusi yang adaptif. Dalam konteks ini, koperasi desa dinilai lebih memahami kondisi sosial dan geografis setempat dibanding jaringan ritel yang sistemnya terpusat secara nasional.

“Jika koperasi diperkuat secara manajemen dan permodalan, desa bisa mandiri dalam mengelola kebutuhan pokoknya. Kita tidak anti-modernisasi, tetapi modernisasi harus berbasis kemandirian lokal,” tegasnya.

KNPI Maluku juga mendorong pemerintah daerah untuk segera menyusun regulasi zonasi dan pembatasan gerai ritel modern di desa. Regulasi tersebut penting agar tidak terjadi dominasi pasar yang berpotensi mematikan usaha kecil. Tanpa aturan yang jelas, persaingan antara koperasi desa dan jaringan ritel besar akan terus timpang.

Selain pembatasan, KNPI Maluku membuka opsi kemitraan sebagai solusi konstruktif. Jika ritel modern tetap ingin beroperasi di desa, maka mereka harus menjalin kerja sama yang adil dengan koperasi. Bentuk kemitraan tersebut antara lain menyerap produk UMKM desa, memberikan ruang etalase bagi hasil pertanian dan perikanan lokal, serta melakukan transfer pengetahuan manajemen dan digitalisasi.

Menurut Aril, koperasi desa juga harus berbenah. Pengelolaan yang profesional, transparansi laporan keuangan, serta pemanfaatan teknologi digital menjadi kunci agar koperasi mampu bersaing secara sehat. KNPI Maluku mendorong keterlibatan generasi muda dalam kepengurusan koperasi agar menghadirkan inovasi dan tata kelola yang modern.

“Koperasi tidak boleh dikelola dengan pola lama. Kita ingin koperasi yang kuat, transparan, dan kompetitif. Jika itu terwujud, maka desa tidak lagi bergantung sepenuhnya pada jaringan distribusi luar,” katanya.

KNPI Maluku memastikan akan terus mengawal implementasi kebijakan pembatasan ekspansi ritel modern di desa, sekaligus memperkuat kapasitas Koperasi Desa Merah Putih di Maluku. Organisasi kepemudaan ini menilai bahwa kedaulatan ekonomi desa adalah fondasi bagi pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Desa harus menjadi subjek pembangunan, bukan sekadar objek pasar. Dengan koperasi yang kuat, desa bisa berdiri di atas kaki sendiri dan memastikan kesejahteraan masyarakatnya tetap berputar di dalam wilayahnya,” pungkas Aril.(*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Produk Olahan Ibu Pesisir Siap Dukung Program MBG di Malra

    Produk Olahan Ibu Pesisir Siap Dukung Program MBG di Malra

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • visibility 282
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Melalui pelatihan khusus, perempuan pesisir di Kabupaten Maluku Tenggara didorong menjadi pilar penggerak ekonomi lokal melalui pengolahan hasil laut bernilai tambah. Para ibu-ibu itu dibekali kemampuan untuk mengubah hasil tangkapan menjadi produk olahan berkualitas yang memenuhi standar program Makanan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Bupati (Wabup) Maluku Tenggara, Charlos Viali Rahantoknam bahkan menegaskan komitmennya untuk […]

  • Cara Seru Pertamina Ajak Anak-Anak Ambon Jaga Lingkungan Sejak Dini

    Cara Seru Pertamina Ajak Anak-Anak Ambon Jaga Lingkungan Sejak Dini

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • visibility 428
    • 0Komentar

      AMBON.DEMAL;-Sebagai wujud komitmen terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), Pertamina Patra Niaga melalui Aviation Fuel Terminal (AFT) Pattimura berkolaborasi dengan PAUD Sadar Lingkungan menyelenggarakan kegiatan Darling Recycle Creative Day di Dusun Wailawa, Negeri Laha, Kota Ambon, Jumat 30 Januari 2026. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan sejak usia dini melalui […]

  • Presiden diminta Setujui Usulan DOB Dari Maluku Sebagai Kado HUT RI Ke-80

    Presiden diminta Setujui Usulan DOB Dari Maluku Sebagai Kado HUT RI Ke-80

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • visibility 1.018
    • 0Komentar

    JAKARTA-DM : – Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Maluku, Bisri As Shiddiq Latuconsina, meminta Presiden Prabowo Subianto menyetujui sejumlah usulan pemekaran Daerah Pemekaran Baru (DOB) sebagai kado HUT Ke 80 bagi masyatakat Maluku yang mendiami kawasan 3T (terluar,terdepan,tertinggal).

  • Babak Baru,Pemkab Malra Google for Education Indonesia Jalin Kerjasama

    Babak Baru,Pemkab Malra Google for Education Indonesia Jalin Kerjasama

    • calendar_month Rabu, 3 Sep 2025
    • visibility 324
    • 0Komentar

    LANGGUR-DM ; Dalam upaya memerangi kesenjangan digital yang selama ini menjadi hambatan besar di sektor pendidikan pada wilayah kepulauan, Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) menjalin kolaborasi strategis bersama Google for Education Indonesia. Bupati Malra, M.Thaher Hanubun, mengatakan transformasi digital di bidang pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan mendesak bagi masa depan generasi muda di Maluku […]

  • Dari Ambon untuk Maluku, MTQ XXXI Jadi Ajang Menyiapkan Generasi Masa Depan

    Dari Ambon untuk Maluku, MTQ XXXI Jadi Ajang Menyiapkan Generasi Masa Depan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • visibility 163
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Senin 22 Juni 2026. Perhelatan keagamaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sumber daya manusia (SDM) Qurani sekaligus meneguhkan komitmen membangun masyarakat Maluku yang maju, harmonis, dan berkeadaban. Pembukaan MTQ XXXI berlangsung […]

  • Lantik 87 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Ingatkan Loyalitas dan Integritas

    Lantik 87 Pejabat Eselon III dan IV, Bupati Ingatkan Loyalitas dan Integritas

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • visibility 328
    • 0Komentar

    DOBO,-DEMAL ; Sebanyak 87 pejabat Eselon III dan IV dalam jabatan administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Aru dilantik dan di ambil sumpah. Bupati Kepulauan Aru, Timotius Kaidel saat melantik menekankan pentingnya integritas, loyalitas, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas sebagai pejabat pemerintahan. “Pelantikan dan pengambilan sumpah ini merupakan suatu tanggung jawab besar bagi […]

expand_less