Mateos diduga Pengendali Jaringan Bisnis Minyak Oplosan Ambon
- calendar_month Sab, 28 Jun 2025
- visibility 1.034
- comment 0 komentar

AMBON-DM : Penangkapan 15 ton avtur oplosan oleh Ditreskrimsus Polda Maluku di kawasan Galala menyisahkan tanda tanya besar. Siapa dalang dibalik transaksi berbahaya ini dan bagaimana bahan bakar yang hanya digunakan untuk pesawat terbang itu bisa mudah didapatkan dan dioplos untuk kebutuhan kendaraan kapal laut.
Berikut rangkuman penelusuran dekritmaluku.com di Tempat Kejadian Perkara (TKP) tepatnya bekas bangunan pembangkit PLN di Galala. Jumat,27 Juni 2025.
BBM jenis Avtur yang berhasil disita polisi, ini hanya sebagian kecil dari angka yang telah ditransaksikan menggunakan mobil tengki air.
“ Sudah sering bukan tadi saja, lupa brapa kali,” kata Leo kanek mobil tengki air yang diamankan Polsisi tadi malam saat dikonfirmasi tentang sejak kapan dia terlibat dalam aktivitas pengangkutan BBM ini.
Pemilik mobil tengki air hanya bertugas mengangkut dan mendistribusikan dari lokasi ke tambatan perahu di Galala.
Pengangkutan dan aktivitas bongkar muat BBM Ilegal itu sudah berlangsung sejak lama di lokasi itu.
Tapi pada peristiwa penangkapan ini, pengangkutan dimuli daru siang hari, diperkirakan pada pukul 15.00 WIT.
Untuk memudahkan pengangkutan, ada dua mobil yang digunakan, salah satu mobil tengki lolos dari penggrebekan.
Seluruh proses itu diduga mendapatkan bekingan dari dua oknum anggota Polairud Polda Maluku. Aiptu ST dan Iptu GW yang kini bertugas di Gakkum Polairud Polda Maluku.
Dari berbagai keterangan yang belum diperivikasi, pengedali bisnis BBM Oplosan ini diatur oleh satu nama saja yakni MS, perannya sangat vital dalam rantai pasok bbm oplosan di Ambin.
MS bertugas menjembatani pembeli dengan pemilik barang, MS juga mengatur transaksi harga dan penyediaan alat angkut.
“ Kunci dari semua adalah Matheos (MS),” kata sumber dekritmaluku.com yang meminta untuk menyembunyikan identiasnya.
MS memang bukan asing dikalangan kuli tinta, keterlibatan MS dalam bisnis gelap perdagangan BBM oplosan bahkan sudah terjadi sejak lama. Tapi jarang tersentuh hukum.
Sementara soal dua nama oknum anggota Polairud Polda Maluku yang diduga sebagai becking transkasi ini Dirpolairud hanya merespon dengan ucapan terima kasih ketika dikonfirmasi mengenai keterlibatan keduanya.
“ Ia dangke atas infonya,” kata Dirpolairud Polda Maluku melalui pesan pendeknya. (*)

Saat ini belum ada komentar