Pembangunan Kantor Kodam di Waetomu Dipastikan Aman Secara Hidrologis dan Ekologis
- calendar_month 3 jam yang lalu
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Screenshot
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
AMBON,-DEMAL ; Langkah Kodam XV/Pattimura dalam mengoptimalkan tata ruang melalui pembangunan fasilitas kantor di atas bantaran Sungai Waetomu mendapat respons positif dari kalangan akademisi dan kepemudaan.
Pembangunan ini dinilai sebagai solusi taktis yang aman untuk memenuhi kebutuhan mendesak operasional satuan, sekaligus mempercantik kawasan sekitar markas komando tanpa mengabaikan faktor keselamatan lingkungan.
Dukungan tersebut salah satunya datang dari Perhimpunan Mahasiswa Pecinta Tanah Air Indonesia (PMPI) Wilyah Maluku.
Ketua PW-PMPI Risman Soulissa, menilai langkah penataan yang dilakukan oleh jajaran Kodam XV/Pattimura merupakan pemanfaatan ruang yang sangat efisien di tengah terbatasnya lahan perkotaan di Ambon.
Kebutuhan fasilitas perkantoran militer yang representatif dinilai sangat krusial demi menunjang kelancaran tugas-tugas pertahanan dan pelayanan masyarakat di wilayah Maluku.
“Pembangunan fasilitas kantor di atas Sungai Waetomu ini merupakan kebutuhan riil dari Kodam XV/Pattimura yang harus kita dukung bersama. Kami melihat proyek ini sudah direncanakan secara matang dengan mengutamakan aspek keamanan ruang dan hidrologis, sehingga aliran sungai tetap berjalan lancar dan aman dari risiko luapan air,” ujar Risman Soulissa saat memberikan keterangan pers di Ambon.
Risman menambahkan bahwa masyarakat dan elemen pemuda sepatutnya memberikan dukungan penuh terhadap pemenuhan fasilitas pertahanan ini.
“Kesiapan sarana perkantoran yang memadai di lingkungan Kodam secara langsung akan berkontribusi pada optimalisasi kinerja TNI dalam menjaga stabilitas keamanan serta membantu program-program pembangunan daerah dibidang pertahanan,” bebernya.
Dari sisi teknis, konstruksi perkantoran yang dibangun vertikal di atas badan sungai ini tetap mengedepankan kelestarian fungsi ekologis.
“ Kajian mendalam pasti sudah dilakukan dengan matang dan terencana dengan baik, Pihak Kodam pastinya sudah menganalisa dengan cermat seluruh aspek yang ada, sehingga bagi kami tak ada masalah yang perlu diperdebatkan,” tegasnya.
Risman bahkan menyebut pihak perencana sudah pastu akan memperhitungkan situasi terburuk apalagi tentang saluran air di bawah bangunan dipastikan tetap terjaga kelancarannya, sementara struktur bantaran sungai justru diperkuat agar menjadi lebih rapi, kokoh, dan bebas dari tumpukan sampah.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar