Kemarau Panjang, Pemkab Aru Imbau Warga Waspadai Karhutla dan Kabut Asap
- calendar_month Senin, 12 Okt 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
DOBO,-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Aru mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat musim kemarau berkepanjangan yang melanda wilayah Maluku, termasuk Kabupaten Kepulauan Aru.
Masyarakat diminta berhati-hati dalam menggunakan benda yang dapat memicu kebakaran, seperti korek api dan rokok, serta menghindari pembakaran lahan secara sembarangan.
Imbauan tersebut disampaikan Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Aru, Adolof Pokar, saat memimpin apel perdana di halaman Kantor Bupati Kepulauan Aru, Senin (12/10/2026). Apel tersebut diikuti seluruh aparatur sipil negara (ASN).
Pokar menyampaikan imbauan itu mewakili Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel dan Wakil Bupati M. Djumpa. Ia meminta ASN menjadi perpanjangan tangan pemerintah daerah dalam mengedukasi masyarakat terkait bahaya karhutla.
“Kita sementara menghadapi musim kemarau yang panjang. Bapak dan ibu sebagai agen-agen pemerintah daerah di setiap lingkungan masyarakat harus sering mengingatkan saudara-saudara kita agar berhati-hati menggunakan korek api, merokok, maupun membakar lahan. Kelalaian sedikit saja bisa menimbulkan dampak besar,” tegasnya.
Selain ancaman kebakaran, Pokar mengingatkan masyarakat agar mewaspadai dampak kabut asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Paparan asap dalam waktu berkepanjangan berpotensi mengganggu kesehatan, terutama sistem pernapasan.
Ia meminta seluruh ASN menjaga kesehatan diri dan keluarga serta mengingatkan masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai guna mengurangi paparan asap.
“Sampai saat ini kita masih diliputi kabut asap. Karena itu, bapak dan ibu harus menjaga kondisi kesehatan masing-masing dan mengingatkan keluarga agar tetap waspada. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas kita dan memicu gangguan pernapasan maupun penyakit lainnya,” ujarnya.
Pokar juga meminta para orang tua membatasi aktivitas anak-anak di luar rumah apabila tidak ada keperluan mendesak, terutama selama kondisi kabut asap masih mengganggu kualitas udara.
Ia menegaskan, perlindungan kesehatan harus menjadi perhatian bersama, mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.
“Mohon diperhatikan dan dijaga anak-anak kita, saudara-saudara kita, suami, istri, serta orang tua kita,” tandasnya.(*)
- Penulis: Editor

Saat ini belum ada komentar