Cuaca Ekstrem Ancam Aktivitas Wisata Bahari, Pemkab Maluku Tenggara Perkuat Mitigasi
- calendar_month Sel, 23 Jun 2026
- visibility 4
- comment 0 komentar

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor Budhi Toffy
LANGGUR.-DEMAL ; Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maluku Tenggara melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mengimbau wisatawan, pelaku usaha pariwisata, dan pengelola destinasi wisata untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih melanda wilayah Kepulauan Kei. Keselamatan pengunjung diminta menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara, Victor Budhi Toffy, mengatakan kawasan pantai, laut, dan pulau-pulau kecil menjadi lokasi yang paling rentan terdampak perubahan cuaca sehingga memerlukan perhatian khusus dari seluruh pihak.
“Keselamatan pengunjung harus menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas wisata, terutama pada kawasan pantai, laut, dan pulau-pulau kecil yang rentan terdampak perubahan cuaca,” kata Victor di Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara, Provinsi Maluku, Selasa 23 Juni 2026.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara juga menyampaikan belasungkawa atas gugurnya dua personel TNI dan Polri dalam beberapa hari terakhir akibat cuaca buruk. Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi.
Sebagai langkah mitigasi, Disparbud Maluku Tenggara meminta wisatawan selalu memantau informasi cuaca terkini sebelum melakukan perjalanan serta menghindari aktivitas wisata apabila kondisi alam tidak memungkinkan.
Selain itu, pengelola destinasi wisata diminta lebih proaktif mengantisipasi potensi bahaya dan memberikan edukasi kepada pengunjung agar tidak melakukan aktivitas yang berisiko terhadap keselamatan, termasuk saat mengambil foto atau video di lokasi yang berbahaya.
Disparbud juga menekankan pentingnya penggunaan perlengkapan keselamatan yang memadai bagi wisatawan serta memastikan tersedianya sarana keselamatan pada destinasi yang memiliki tingkat risiko tertentu.
Dalam beberapa hari ke depan, Disparbud akan melakukan kunjungan ke sejumlah objek wisata untuk memperkuat edukasi kebencanaan sekaligus memastikan penerapan langkah-langkah mitigasi oleh pengelola dan masyarakat setempat.
Untuk mendukung upaya tersebut, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memperoleh informasi cuaca terkini. Pembaruan kondisi cuaca harian selanjutnya akan disebarluaskan melalui kanal media sosial resmi Disparbud.
Di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya kondusif, pemerintah daerah juga mendorong wisatawan untuk mengunjungi destinasi alternatif yang lebih aman. Selain dikenal dengan wisata baharinya, Maluku Tenggara memiliki beragam destinasi budaya dan sejarah yang dapat menjadi pilihan bagi wisatawan.
Budaya Larvul Ngabal serta sejumlah objek wisata darat dinilai memiliki nilai edukatif sekaligus relatif lebih aman untuk dikunjungi selama kondisi cuaca belum membaik.
Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya wisata yang mengutamakan keselamatan, mematuhi peringatan cuaca, dan mendukung terciptanya sektor pariwisata yang aman, nyaman, serta berkelanjutan.(*)

Saat ini belum ada komentar