Senator Bisri Bertemu Empat Mata dengan Karel Albert Ralahalu
- calendar_month 23 jam yang lalu
- visibility 39
- comment 0 komentar

Perkuat Nilai Bergening Maluku di RUU Daerah Kepulauan
AMBON.-DEMAL ; Anggota Komite I Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Bisri As Shiddiq Latuconsina yang juga anggota Panja RUU Daerah Kepulauan memanfaatkan waktu resesnya di Maluku untuk bertemu empat mata dengan mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu, Sabtu 14 Mei 2026.
Pertemuan dua tokoh berbeda zaman yang berlangsung di kediaman mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu itu tidak terlepas dari tugasnya sebagai anggota Komite I DPD-RI yang bertanggungjawab untuk mendorong percepatan pengesahan RUU Daerah Kepulauan.
Senator asal Maluku ini menegaskan jika RUU Daerah Kepulauan adalah pekerjaan rumah yang bukan sekedar tanggung jawab DPD,DPR RI ataupun gubernur semata tapi setiap anak Maluku harus “gabung Jurus” untuk memperjuangkannya.
“Kami membuka diri kepada akedemisi, praktisi dan aktifis untuk “baku tongka belakang” , menarasikan perjuangan ini, menjadikannya sebagai Perjuangan Gerakan Moral,” tegasnya. Bila perlu “turun ke jalan ” bila dibutuhkan,”

Mantan Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu menyerahkan sebuah bukunya yang berisi visi dan gagasan pembangunan daerah kepulauan kepada Senotor Bisri.
Bisri mengatakan, Karel Albert Ralahalu merupakan salah satu kepala daerah yang mempelopori Deklarasi Ambon, cikal bakal ide dan gagasan serta sejarah perjuangan provinsi kepulauan.
Dalam pertemuan penuh suasana kekerabatan itu, Gubernur Dua Periode itu memberikan banyak sekali masukan kepada senator Bisri dan juga menyampaikan sejumlah informasi penting terkait tantangan dan hambatan yang dihadapi Maluku selama ini dalam upaya memperjuangkan pengesahan RUU tersebut.
Sementara itu Bisri juga menyampaikan progres Komite I dalam mendorong percepatan pembahasan dan pengesahan RUU Provinsi Kepulauan, yang mana Presiden RI telah menanggapi RUU Daerah Kepulauan secara resmi melalui penerbitan Surat Presiden (Surpres). Melalui Surpres tersebut, Presiden menunjuk sejumlah menteri untuk mewakili pemerintah dalam pembahasan-pembahasan tripartit bersama parlemen ke depan.
Senator Bisri mengaku selain mendapatkan banyak informasi langsung terkait tantangan dan hambatan perjuangan, bersama Karel Albert Ralahalu, mereka juga mendiskusikan strategi yang harus dikembangkan untuk menggoalkan agenda tersebut.
“Berkaca pada pengalaman 15 tahun, perjuangan ini tak boleh lagi ekslusif, semua potensi masyarakat Maluku harus bersatu memenangkan RUU ini demi Indonesia yang berkeadilan,” pungkasnya.
Diakhir pertemuan, sebagai ole-ole Karel Albert Ralahalu kemudian menyerahakan satu buah buku berisi gagasan dan visinya tentang Maluku kepada senator Bisri.(*)

Saat ini belum ada komentar