Rabu, 21 Okt 2026
light_mode

Akibat Pendekatan Keamanan Berlebih, Indonesia Timur Alami Krisis Kebebasan Pers

  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 354
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SORONG.-DEMAL ; Sejumlah kasus serius yang menyasar jurnalis di wilayah Indonesia Timur menunjukkan lemahnya akuntabilitas dan menguatnya impunitas.

Fritz Ramandey, Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, menegaskan adanya kegagalan sistemik dalam penegakan hukum terhadap kekerasan terhadap jurnalis, yang pada akhirnya memperburuk iklim kebebasan sipil dan demokrasi.

“Serangan terhadap jurnalis JUBI Victor Mambor, rumahnya dilempari bom molotov oleh seseorang. Bukti awal ada, cuma tidak lanjut. Kita sudah minta polisi, tapi polisi menyerah,” ujar Fritz dalam diskusi publik bertajuk Pembungkaman Media & Krisis Kebebasan Pers di Indonesia Bagian Timur di Kota Sorong, Senin 2 Februari 2025.

Faktor terjadinya krisis kebebasan pers di Indonesia Timur ini menurut Fritz disebabkan adanya faktor pendekatan keamanan yang berlebihan, lemahnya perlindungan hukum jurnalis, rendahnya literasi HAM di kalangan aparat, serta kerentanan ekonomi media lokal. Kondisi tersebut menciptakan ekosistem berisiko tinggi bagi jurnalis, terutama yang meliput isu konflik, proyek strategis nasional, eksploitasi sumber daya alam, dan pelanggaran HAM. Padahal, hak atas informasi merupakan bagian integral dari hak asasi manusia. Pers memiliki peran strategis dalam melindungi kepentingan publik, termasuk masyarakat adat, nelayan, petani, dan kelompok rentan lainnya, serta dalam memastikan akuntabilitas negara dan korporasi.

Diskusi publik bertajuk Pembungkaman Media dan Krisis Kebebasan Pers di Indonesia Bagian Timur di Kota Sorong, Senin 2 Februari 2025.

Situasi keamanan jurnalis dan kebebasan pers yang dijabarkan oleh Fritz menunjukkan tren yang semakin memburuk. Diskusi yang digelar oleh Human Rights Working Group (HRWG) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengungkap fakta bahwa beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan terhadap berbagai bentuk serangan multidimensi yang menargetkan jurnalis dan institusi media di wilayah Indonesia Timur. Serangan tersebut meliputi intimidasi, kekerasan fisik, kriminalisasi melalui instrumen hukum, hingga aksi teror terhadap kantor media. Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan individu jurnalis, tetapi juga melemahkan fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan penjaga hak masyarakat atas informasi.

Dewan Pengarah HRWG dari JPIC OFM Papua, Yuliana Langowuyo dari SKPKC menanggapi kondisi kerentanan orang Papua. Menurutnya yang paling penting dalam situasi di bawah rezim seperti ini adalah memastikan peran media tetap berjalan secara profesional dan bertanggung jawab. Jangan membebankan kerja jurnalistik kepada masyarakat awam untuk mengungkap dan memberitakan fakta, karena merekalah yang justru berada pada posisi paling rentan dan sering kali sudah menjadi korban secara langsung.

“Ketika warga dipaksa bersuara tanpa perlindungan, ancaman bisa datang kapan saja, bahkan langsung ke rumah mereka. Oleh karena itu, kerja-kerja media harus berani dan mampu masuk ke ruang-ruang krusial tersebut, menjalankan fungsi kontrol dan perlindungan publik, alih-alih membiarkan risiko itu ditanggung oleh warga,” ujar Yuli.

Sementara itu, menurut Safwan Ashari Raharusun, Perwakilan AJI Jayapura, data hingga 2025 menunjukkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia mencapai sedikitnya 91 kasus, dengan sekitar 30% terjadi di Tanah Papua. “Kasus-kasus tersebut meliputi teror bom, perusakan kendaraan, intimidasi, serta pembatasan akses informasi, termasuk pemutusan akses internet yang berdampak langsung pada kerja jurnalistik dan hak publik untuk mendapatkan informasi,” ungkap Safwan.

Selain ancaman keamanan, jurnalis di Indonesia Timur juga menghadapi tekanan struktural dan ekonomi yang serius. Yunita Kaunar, Ketua AJI Ternate menggambarkan situasi yang semakin kompleks. “Tantangan di Maluku Utara sudah tambah satu tingkat lebih mengkhawatirkan, korporasi tambang ‘menguasai media’. Dan dari 8 korban cuma 1 kasus sampai putusan, dan ini karena pelakunya Satpol PP, bukan TNI-Polri,” ujarnya. Dominasi kepentingan ekonomi dalam ekosistem media berkontribusi pada praktik swasensor, menyempitnya ruang publik, serta meningkatnya kerentanan jurnalis yang meliput isu sumber daya alam, konflik sosial, dan proyek pembangunan skala besar.

Di tengah situasi tersebut, Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Bayu Wardhana menegaskan ada batas tegas antara kritik terhadap pers dan kekerasan terhadap jurnalis. “Bolehkan sebuah lembaga benci terhadap sebuah berita? Boleh. Yang tidak boleh, melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalisnya. Kita punya hak jawab, hak koreksi, dan media wajib memuat hak jawab dan hak koreksi; kalau tidak dimuat maka Dewan Pers harus turun tangan,” kata Bayu. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebebasan pers berjalan bersama dengan mekanisme koreksi dan akuntabilitas, bukan melalui intimidasi atau kekerasan. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak 

    Jalan Lapen di SBB Senilai Rp7,3 M, Belum Dua Tahun Dipakai Sudah Rusak 

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • visibility 466
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Pembangunan jalan Lapen yang menghubungkan Desa Tahalupu-Dusun Tihu Pulau Kelang Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) rusak parah, padahal baru dibangun pada tahun 2023 Paket ini dikerjakan oleh CV Putra Mulia yang beralamat di Buru Selatan, dengan menelan biaya sebesar Rp7,3 miliar  bersumber dari APBD Kabupaten SBB tahun anggaran 2023. Pemuda Lumbung Informasi Rakyat Provinsi […]

  • Apresiasi Inovasi Inspektorat Malteng, Raja Booi : Ini Sangat Membantu

    Apresiasi Inovasi Inspektorat Malteng, Raja Booi : Ini Sangat Membantu

    • calendar_month Jumat, 13 Mar 2026
    • visibility 627
    • 0Komentar

    SAPARUA.-DEMAL ; Sejumlah pemerintah negeri di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah menyerahkan laporan pemeriksaan kinerja pengelolaan keuangan dan aset desa tahun anggaran 2024. Sekretaris Inspektorat Maluku Tengah, Johannis S. Dias, M.Si., menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk follow up Inspektorat Kabupaten Tengah untuk mempercepat penyerahan secara langsung dokumen laporan pemeriksaan reguler untuk segera ditindaklanjuti hasil temuan […]

  • Pengobatan Gratis Ramaikan HUT Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54

    Pengobatan Gratis Ramaikan HUT Hari Kesatuan Gerak PKK ke-54

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • visibility 256
    • 0Komentar

    DOBO.-DEMAL; Wakil Bupati Kepulauan Aru, Mohamad Djumpa, menghadiri kegiatan kesehatan gratis dalam rangka menyongsong Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54, yang dipusatkan di Puskesmas Kelurahan Siwalima, Jumat 27 Februari 2026. Kehadiran Wabup Sejumlah merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Aru terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat. Kegiatan ini menjadi lebih dari sekadar agenda seremonial tahunan Tim […]

  • Rapat di Bappeda, Senator Bisri Bahas Hilirisasi Rempah Hingga Data Base SDA Maluku

    Rapat di Bappeda, Senator Bisri Bahas Hilirisasi Rempah Hingga Data Base SDA Maluku

    • calendar_month Selasa, 17 Jun 2025
    • visibility 648
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Sudah waktunya Pemerintah Provinsi Maluku mengkonsepkan hilirisasi rempah-rempat Maluku, baik itu kopra, cengkih, pala maupun komuditas  alam lainnya. Hal ini sangat membantu Pemerintah Provinsi Maluku untuk mendorong terciptanya lapangan pekerjaan dan juga memicu pertumbuhan ekonomi.  “PAD Maluku sangat kecil, parahnya banyak regulasi membatasi kewenangan daerah untuk mengelolah  Sumber Daya Alam yang ada,” ungkap Anggota Dewan […]

  • DT dan HS Sudah Klarifikasi, Ini Kata Babinsa Usai Lapor di DPRD Malteng 

    DT dan HS Sudah Klarifikasi, Ini Kata Babinsa Usai Lapor di DPRD Malteng 

    • calendar_month Rabu, 18 Jun 2025
    • visibility 752
    • 0Komentar

    AMBON- DM : Upaya mencari keadilan terus dilakukan Babinsa yang istrinya duduga selingkuhan Hidayat Samalehu (HS) oknum anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku Tengah.  Usai melaporkan HS ke DPD Demokrat Maluku, DPP Demokrat, QA anggota TNI suami dari DT kembali melaporkan Hidayat ke Badan Kehormatan (BK) DPRD Maluku Tengah, Rabu,17 Juni 2025. Dalam laporannya, […]

  • Biaya Perjalan Dinas T.A 2024 di Pemkab Malteng Bermasalah 

    Biaya Perjalan Dinas T.A 2024 di Pemkab Malteng Bermasalah 

    • calendar_month Senin, 2 Jun 2025
    • visibility 437
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI telah menyerahkan hasil audit atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah tahun anggaran 2024.  Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan secara ketat, yang dilakukan petugas, BPK kemudian menetapkan LKPD Maluku Tengah dalam posisi Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Dokumen hasil pemeriksaan ini telah diserahkan BPK kepada Pemerintah Kabupaten […]

expand_less