Minggu, 6 Sep 2026
light_mode

Akibat Pendekatan Keamanan Berlebih, Indonesia Timur Alami Krisis Kebebasan Pers

  • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
  • visibility 288
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

SORONG.-DEMAL ; Sejumlah kasus serius yang menyasar jurnalis di wilayah Indonesia Timur menunjukkan lemahnya akuntabilitas dan menguatnya impunitas.

Fritz Ramandey, Kepala Kantor Komnas HAM Perwakilan Papua, menegaskan adanya kegagalan sistemik dalam penegakan hukum terhadap kekerasan terhadap jurnalis, yang pada akhirnya memperburuk iklim kebebasan sipil dan demokrasi.

“Serangan terhadap jurnalis JUBI Victor Mambor, rumahnya dilempari bom molotov oleh seseorang. Bukti awal ada, cuma tidak lanjut. Kita sudah minta polisi, tapi polisi menyerah,” ujar Fritz dalam diskusi publik bertajuk Pembungkaman Media & Krisis Kebebasan Pers di Indonesia Bagian Timur di Kota Sorong, Senin 2 Februari 2025.

Faktor terjadinya krisis kebebasan pers di Indonesia Timur ini menurut Fritz disebabkan adanya faktor pendekatan keamanan yang berlebihan, lemahnya perlindungan hukum jurnalis, rendahnya literasi HAM di kalangan aparat, serta kerentanan ekonomi media lokal. Kondisi tersebut menciptakan ekosistem berisiko tinggi bagi jurnalis, terutama yang meliput isu konflik, proyek strategis nasional, eksploitasi sumber daya alam, dan pelanggaran HAM. Padahal, hak atas informasi merupakan bagian integral dari hak asasi manusia. Pers memiliki peran strategis dalam melindungi kepentingan publik, termasuk masyarakat adat, nelayan, petani, dan kelompok rentan lainnya, serta dalam memastikan akuntabilitas negara dan korporasi.

Diskusi publik bertajuk Pembungkaman Media dan Krisis Kebebasan Pers di Indonesia Bagian Timur di Kota Sorong, Senin 2 Februari 2025.

Situasi keamanan jurnalis dan kebebasan pers yang dijabarkan oleh Fritz menunjukkan tren yang semakin memburuk. Diskusi yang digelar oleh Human Rights Working Group (HRWG) bersama Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Indonesia mengungkap fakta bahwa beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan signifikan terhadap berbagai bentuk serangan multidimensi yang menargetkan jurnalis dan institusi media di wilayah Indonesia Timur. Serangan tersebut meliputi intimidasi, kekerasan fisik, kriminalisasi melalui instrumen hukum, hingga aksi teror terhadap kantor media. Situasi ini tidak hanya mengancam keselamatan individu jurnalis, tetapi juga melemahkan fungsi pers sebagai pilar demokrasi dan penjaga hak masyarakat atas informasi.

Dewan Pengarah HRWG dari JPIC OFM Papua, Yuliana Langowuyo dari SKPKC menanggapi kondisi kerentanan orang Papua. Menurutnya yang paling penting dalam situasi di bawah rezim seperti ini adalah memastikan peran media tetap berjalan secara profesional dan bertanggung jawab. Jangan membebankan kerja jurnalistik kepada masyarakat awam untuk mengungkap dan memberitakan fakta, karena merekalah yang justru berada pada posisi paling rentan dan sering kali sudah menjadi korban secara langsung.

“Ketika warga dipaksa bersuara tanpa perlindungan, ancaman bisa datang kapan saja, bahkan langsung ke rumah mereka. Oleh karena itu, kerja-kerja media harus berani dan mampu masuk ke ruang-ruang krusial tersebut, menjalankan fungsi kontrol dan perlindungan publik, alih-alih membiarkan risiko itu ditanggung oleh warga,” ujar Yuli.

Sementara itu, menurut Safwan Ashari Raharusun, Perwakilan AJI Jayapura, data hingga 2025 menunjukkan bahwa kekerasan terhadap jurnalis di Indonesia mencapai sedikitnya 91 kasus, dengan sekitar 30% terjadi di Tanah Papua. “Kasus-kasus tersebut meliputi teror bom, perusakan kendaraan, intimidasi, serta pembatasan akses informasi, termasuk pemutusan akses internet yang berdampak langsung pada kerja jurnalistik dan hak publik untuk mendapatkan informasi,” ungkap Safwan.

Selain ancaman keamanan, jurnalis di Indonesia Timur juga menghadapi tekanan struktural dan ekonomi yang serius. Yunita Kaunar, Ketua AJI Ternate menggambarkan situasi yang semakin kompleks. “Tantangan di Maluku Utara sudah tambah satu tingkat lebih mengkhawatirkan, korporasi tambang ‘menguasai media’. Dan dari 8 korban cuma 1 kasus sampai putusan, dan ini karena pelakunya Satpol PP, bukan TNI-Polri,” ujarnya. Dominasi kepentingan ekonomi dalam ekosistem media berkontribusi pada praktik swasensor, menyempitnya ruang publik, serta meningkatnya kerentanan jurnalis yang meliput isu sumber daya alam, konflik sosial, dan proyek pembangunan skala besar.

Di tengah situasi tersebut, Sekretaris Jenderal AJI Indonesia, Bayu Wardhana menegaskan ada batas tegas antara kritik terhadap pers dan kekerasan terhadap jurnalis. “Bolehkan sebuah lembaga benci terhadap sebuah berita? Boleh. Yang tidak boleh, melakukan intimidasi dan kekerasan terhadap jurnalisnya. Kita punya hak jawab, hak koreksi, dan media wajib memuat hak jawab dan hak koreksi; kalau tidak dimuat maka Dewan Pers harus turun tangan,” kata Bayu. Pernyataan ini menegaskan bahwa kebebasan pers berjalan bersama dengan mekanisme koreksi dan akuntabilitas, bukan melalui intimidasi atau kekerasan. (*)

  • Penulis: Editor

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Ambon untuk Maluku, MTQ XXXI Jadi Ajang Menyiapkan Generasi Masa Depan

    Dari Ambon untuk Maluku, MTQ XXXI Jadi Ajang Menyiapkan Generasi Masa Depan

    • calendar_month Senin, 22 Jun 2026
    • visibility 83
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Maluku Tahun 2026 resmi dibuka di Gedung Islamic Center, Kota Ambon, Provinsi Maluku, pada Senin 22 Juni 2026. Perhelatan keagamaan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pembinaan sumber daya manusia (SDM) Qurani sekaligus meneguhkan komitmen membangun masyarakat Maluku yang maju, harmonis, dan berkeadaban. Pembukaan MTQ XXXI berlangsung […]

  • Kadis The City dan Kisah Cinta Lyla Bukan Majnun (Bag-III)

    Kadis The City dan Kisah Cinta Lyla Bukan Majnun (Bag-III)

    • calendar_month Rabu, 9 Jul 2025
    • visibility 719
    • 0Komentar

    Layla  Bukan Majnun dan Bibi tak hanya berada dalam situasi yang sama, jika kondisi rumah tangga Bibi dan suaminya lagi pisah ranjang, Layla Bukan Majnun adalah seorang wanita yang sudah berpisah dengan suaminya. Kedunya juga tetanggaan rumah pada salah satu pusat kota di Konoha.  Kedua wanita kelahiran 80an tersebut memang bersahabat, kearban mereka sudah terbangun sejak […]

  • Bupati Resmikan Peluncuran MBG di SD Vatwahan

    Bupati Resmikan Peluncuran MBG di SD Vatwahan

    • calendar_month Senin, 7 Jul 2025
    • visibility 289
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL ; Bupati Maluku Tenggara Muhamad Thaher Hanubun, secara resmi mulai meluncurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Inpres Vatwahan, Kecamatan Langgur, Selasa 7 Juli 2025. Program MBG memiliki peran strategis dalam upaya penanganan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), sejalan dengan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Asta Cita Presiden dan Wakil […]

  • Tim Ekspedisi Tebing Wanadri Berhasil Taklukan Puncak Kaku Mahu – Pulau Buru

    Tim Ekspedisi Tebing Wanadri Berhasil Taklukan Puncak Kaku Mahu – Pulau Buru

    • calendar_month Kamis, 15 Mei 2025
    • visibility 411
    • 0Komentar

    AMBON-DM : Setelah melalui perjalan panjang selama belasan hari yang menguras waktu dan tenaga, tim Ekspedisi Wanadri 2025 bertajuk Rediscover Buru tiba di puncak Kaku Mahu. Pada 8 Mei 2025 Ketua Tim Pemanjatan Tebing Kaku Mahu, Jihan Syafira mengatakan pada tanggal 28 April 2025 lalu, Tim Ekspedisi Tebing Kaku Mahu yang merupakan bagian awal dari  Ekspedisi […]

  • Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Kemerdekaan di Langgur

    Warga Tumpah Ruah Saksikan Kirab Kemerdekaan di Langgur

    • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
    • visibility 268
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan Pawai Pembangunan dan Kirab Kemerdekaan dalam rangka memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Langgur, Sabtu 16 Agustus 2025. Peserta pawai berasal dari berbagai unsur, mulai dari organisasi perangkat daerah lingkup Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, kecamatan, ohoi/desa, badan usaha milik daerah (BUMD), badan usaha milik negara (BUMN), hingga pelajar […]

  • Matangkan Agenda Kedatangan Mendikdasmen, Pemkab Malra Gelar Rapat Koordinasi

    Matangkan Agenda Kedatangan Mendikdasmen, Pemkab Malra Gelar Rapat Koordinasi

    • calendar_month Jumat, 17 Okt 2025
    • visibility 326
    • 0Komentar

    LANGGUR.-DEMAL; Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Mendikdasmen) dijadwalkan melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Maluku Tenggara pada 23 Oktober 2025 mendatang. Kunjungan itu akan membawa tiga agenda utama, yakni peresmian infrastruktur pendidikan, pengukuhan organisasi masyarakat, serta penguatan karakter siswa melalui kegiatan edukatif. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, Umar Hanubun, mengungkapkan bahwa pihaknya telah […]

expand_less